Gw punya hobby travelling dan bermain make-up. Dari kecintaan tersebut akhirnya gw memutuskan berbagi cerita travelling dan membahas make-up favorit, lewat blog yang gw buat bertemakan "Fun Beauty Traveler".

Total Tayangan

Jumat, 31 Maret 2017

Halo, Gw Arin…

Rasa-rasanya perjalanan di Pulau Komodo sangat sayang untuk tidak dibagi ke kalian. Secara ya Taman Nasional Komodo itu dinobatkan sebagai salah satu dari 7 keajaiban Alam di Dunia. Pasti kalian sebagai warga Negara Indonesia tahu ini kan??? Bahkan sepertinya udah banyak yang diceritakan sejak jaman masih sekolah. Patutlah kalian berbangga... Apa ada yang ingat sama karakter si Komo yang populer dibawakan oleh Kak Seto pada awal tahun ’90-an? Karakter si Komo sebenarnya sebagai pesan yang ingin disampaikan kak Seto agar anak-anak mencintai hewan purba ini dan mau menjaga kelangsungan hidupnya. So, jangan hanya berbangga diri karena masuk ke 7 keajaiban dunia, tapi turut mencintailah dan menjaga kelestariannya. Seperti biasa gw akan taro lebih banyak foto disini.

Pantai di Pulau Komodo

Awal Juni 2015 gw berkunjung ke Pulau Komodo dalam rangka perpisahan dengan seluruh tim Ekspedisi NKRI 2015. Setelah kita bertugas hampir setengah tahun di wilayah masing-masing yang tersebar dari Bali sampai Kupang (gw bertugas di Flores) kita dapet bonus jalan-jalan gratis di Pulau Komodo. Pulau Komodo terletak di Indonesia bagian tengah, Nusa Tenggara Timur, Pulau Flores, Kabupaten Manggarai. Yeah… kesana itu berasa kaya mimpi yang belum sempat diimpikan.

Saat itu perjalanan dimulai dari Labuan Bajo, yang sangat indah dan romantis dikala senja. Gatau lagi deh gw mau bilang apa lagi. Disana banyak kapal-kapal selain memang untuk penyebrangan tapi banyak juga yang di desain untuk restorant terapung. Bagi yang ingin cobain dinner sama pasangannya?  Wah itu pas banget. Heuheu… pasti gak akan terlupakan. Percaya deh sama gw. Labuan bajo itu hampir mirip dengan Bali, karena lebih banyak Turis Asing. Café nya juga lumayan untuk harga menunya, karena menurut gw target mereka memang lebih ke Turis Asing.

Labuan Bajo

Labuan Bajo di kala Senja

Untuk perjalanan dari Labuan Bajo menuju pulau Komodo dengan menggunakan kapal kurang lebih 3 sampai 4 jam. Tapi kalo lo bisa sewa perahu motor itu bisa sampai pulau Komodo hanya 2 jam aja kok. Nah spesial banget nih selain kita dihidangkan pemandangan dari puluhan pulau-pulau kecil disana yang hampir semua memiliki pantai berpasir putih, di luar ekspetasi gw kalo ternyata selama perjalanan menyebrang dilaut yang sangat biru, kita sempat ditemani sesaat, atau lebih tepatnya seperti didampingi oleh sekumpulan ikan lumba-lumba. Sumpah mereka manis-manis banget. Sampai pada akhirnya gw lebih memilih menikmati moment tersebut hanya dengan mata untuk lebih merasakan keberadaan mereka, dibanding gw harus mengabadikan mereka ke dalam gambar. Jadi maaf gw gak bisa menunjukan bukti untuk kali ini. Kalo mau bukti ya lo cobain sendiri yah. Hehe…

Perjalanan di atas kapal

Okeh, setibanya gw di Pulau Komodo….. sumpah ini sulit banget untuk diungkapkan, bingung mau tulis apa. Saat itu gw cuma berusaha sebisa mungkin menikmati setiap sudut dan detiknya untuk disimpan di memori dalam hati gw. I love you Indonesia (sambil geleng-geleng kepala). Gw sama teman-teman langsung dibagi perkelompok untuk dipisahkan dan mengikutin pawang komodonya masing-masing. Karena kalo kalian kesana sendiri tanpa pawang… wah itu sih namanya cinta mati sama komodo alias siap mati diterkam komodo. Secara komodo itu versi raksasanya Kadal loh. Bahkan kita bisa kalah besar. Panjang badan komodo bisa mencapai 3 meter dan berat perutnya yang lagi kosong aja bisa mencapai 90 kg. Pokoknya di Pulau komodo itu semuanya super wow deh.

Salah satu dermaga kecil di Pulau Komodo

Gerbang utama Taman Nasional Komodo

Komodo itu termasuk hewan (karnivora) purba yang udah hidup sejak jaman Dinosaurus. Oleh karena itu komodo dianggap sebagai hewan yang sangat perlu dilindungi. Menurut cerita dari pawang, komodo itu gerakannya memang lambat, tapi kalo sedang agresif dia bisa lari sangat cepat. Berarti kalo kita lomba lari, pasti kalah heuheu… yaiyalah jelas, mereka aja bisa lari 20km/jam. Jadi jangan sembarangan mengganggu ya. Mereka juga mampu memanjat pohon, berenang bahkan menyelam. Jadi bisa dikira-kira aja, kalo kita dikejar Komodo, mau lari kemana coba??? Karena di pulau tersebut bukan seperti hutan, tapi padang sabana. Oh iya, komodo ini ada panggilan khusus loh oleh masyarakat Manggarai (masyarakat setempat) yaitu “Ora”.


Nah kalo lo mau cerita lebih serunya lagi, ya harus cobain sendiri… Okedeh segitu aja jejak kata dari gw. Bermainlah dan menyatu dengan alam bebas, ketemu banyak makhluk hidup yang luar biasa di sana, agar lebih tinggi rasa cinta kepada alam dan lebih mengutamakan untuk menjaga kelestarian alam beserta isinya. Jangan lupa juga pakai sunblock yes… jangan terlalu takut juga jadi hitam kulit lo, karena lo akan menyesal ketika sudah tua jika di masa muda tidak pernah jelajah Indonesia, Negara lo sendiri.


Kalo lo suka boleh dishare, kalo lo punya cerita atau ada yang ingin ditanya boleh komen dibawah. Untuk cerita perjalanan lainnya, ditunggu aja ya. 

Gw mau ngurus rental dulu lagi nih, hari ini banyak yang mau mendaki gunung ternyata. Kalo lo butuh rental alat camping di wilayah Bekasi bisa kontak gw ya di :
Instagram : Khatulistiwa_Adv
Wa : 0813-1811-8473
Line : @00c8063m

Terima kasih...
Salam Lestari...


bye..bye..

Kamis, 30 Maret 2017

Halo, Gw Arin…

Gw disini akan sedikit berbagi cerita perjalanan di Taman Nasional Kelimutu. Yeeeey… akhirnya nulis ini juga. Jadi sebenarnya perjalanan ini udah cukup lama, sekitar 2 tahun yang lalu. Tahun 2015. Dulu itu uda sempat niat mau nulis pesona si Danau Kelimutu ini, tapi kendala males karena bakal banyak banget yang ditulis. Soalnya pesonanya terlalu indah, terkenang setiap sudutnya, jadi bakalan banyak banget yang ditulis. Nah sekarang akhirnya gw tulis tapi secara singkat aja yah. Karena kadang ada keindahan alam Indonesia yang bahkan banyak sulit untuk diungkapkan lewat kata-kata saking terlalu indahnya. Gw akan lebih banyak taro foto-foto aja disini, supaya lebih menggambarkan bagaimana aslinya disana.

Bersama warga lokal asli, penjaga Kelimutu

Taman Nasional Kelimutu terletak di Indonesia bagian tengah, Nusa Tenggara Timur, pulau Flores, Kabupaten Ende. Perjalanan ini gw lewati bersama tim Ekspedisi NKRI 2015 subkorwil Ende, lebih tepatnya sering bersama tim Flora Fauna karena gw masuk kedalam tim tersebut. Tapi kadang kalo sekedar travelling bisa sama tim yang lainnya juga. Karena kita di Flores sekitar 4-5 bulan, akhirnya lumayan berkali-kali gw berkunjung ke danau Kelimutu, gak ada bosennya sih. Karena kalo lo mau tau, danau di kawah gunung kelimutu selalu berubah-ubah warna danaunya. It’s amazing….

Bersama Tim Flora Fauna

Pernah gw tinggal disana selama 1 minggu karena memang ditugaskan disana. Gw sama tim tinggal di resort Taman nasional Kelimutu. Super dingin, super indah, super natural. Walaupun sudah menjadi wisata Internasional mereka tetap menjaga banget kelestariannya mulai dari flora, fauna dan budayanya. Banyak banget disana jenis flora dan faunanya. Dan banyak juga bagaimana cerita legenda danau kelimutu yang masih tersebar sejak jaman dahulu kala sampai sekarang hingga akhirnya keturunan disana (Suku Lio) akan terus mempertahankan budaya disana.

Perjalanan menuju Puncak

Untuk flora fauna gw gak akan cerita banyak, yang jelas disana mereka terjaga tapi tetap bebas hidup secara alamiah. Gw akan sedikit cerita tentang danau kelimutu. Kelimutu memiliki 3 danau dengan warna berbeda. Warga lokal masih percaya kalo danau kelimutu merupakan tempat bersemayamnya arwah nenek moyang, maupun arwah-arwah keluarga mereka yang sudah meninggal. 3 danau tersebut dinamakan Tiwu Nua Muri Ko Fai (bersemayamnya jiwa muda-mudi), Tiwu Ata Polo (bersemayamnya jiwa yang jahat) dan Tiwu Ata Mbupu (bersemayamnya jiwa yang bijaksana). Namun menurut penelitian, 3 buah sisa kawah ini mencerminkan perpindahan puncak erupsi dari aktifitas gunung api yang masih aktif ini. Meskipun berbeda pendapat, kita sebagai orang luar dari penduduk lokal harus tetap menghargai budaya disana apapun itu, jadi kita harus ikutin juga aturan adat disana. Karena Indonesia Negara bangsa yang sangat beragam macam suku, meski berbeda kita masih 1 negara 1 saudara.

Bersama Turis dari Jerman

Pertama gw kesana warnanya 2 danau hijau toska, 1 danau hijau tua. Tapi kedua kalinya gw kesana berubah warna lagi 1 danau biru muda, 2 danau merah tua. Itu keren banget sih pokoknya.  Beberapa kalangan mempercayai adanya hubungan perubahan warna pada danau-danau tersebut dengan berbagai peristiwa yang terjadi di suatu Negara termasuk Indonesia dan Kabupaten Ende khususnya. 2 danau terletak berdampingan sedangkan 1 danau lagi terletak diatas puncak. Untuk perjalanan kepuncak  dari basecamp sedikit nanjak tapi g panjang, lebih banyak landai. dan disana juga ada lokasi yang memang disiapkan untuk upacara adat di moment tertentu. Seperti moment pemberian makan kepada arwah para leluhur yang biasa dilaksanakan 1 tahun sekali dan menjadi moment silaturahmi masyarakat Suku Lio yang berada disekitar kawasan danau Kelimutu.

Batu sebagai di letakkanya makanan untuk para arwah

Oh iya Kelimutu ini gunung berapi yang masih aktif sampai sekarang, bahkan waktu pertama gw kesana pas banget ternyata lagi aktif tapi masih aman . karena kita disana ada tugas juga, jadi kita tetap kesana dengan tidak melupakan safety prosedur, seperti memakai masker selama perjalanan, agak sedih sih lihat hampir semua tumbuhan disana layu. Agak susah juga untuk kami mengambil sampel jenis flora yang mau diambil, karna kondisi kebanyakan layu. Untuk kedua kalinya kesana, Kelimutu sedang normal dan memang dikhususkan untuk traveling aja, so pas banget buat melihat keindahan sunrise dari puncak Kelimutu. It’s a beautiful…

Sunrise

Mata pencarian warga lokal disana kebanyakan menjual tenun yang mereka buat sendiri. Dan pernak-pernik lainnya. Banyak turis yang beli tenun mereka dengan harga tinggi untuk menghargai karya mereka. Gw juga beli sih, sampe rela pakai jatah uang makan gw cuma buat beli sarung tenun itu. Karena gw mikir aja, gatau kapan bisa kesana lagi.

Nah segitu aja ya sedikit cerita dari gw. Jangan lupa untuk lo banyakin traveling, ketemu orang banyak, ketemu banyak suku yang berbeda agar lebih tinggi rasa toleransi dan lebih mengutamakan untuk menghargai kepada sesama. Jangan lupa juga pakai sunblock yes… jangan terlalu takut juga jadi hitam kulit lo, karena lo akan menyesal ketika sudah tua karena di masa muda tidak pernah jelajah Indonesia, Negara lo sendiri.

Bersama gadis-gadis manis

Bersama teman-teman di atas Tugu puncak Kelimutu

Kain Tenun dari Suku Lio yang dibeli

Kalo lo suka boleh dishare, kalo lo punya cerita atau ada yang ingin ditanya boleh komen dibawah. Untuk cerita perjalanan lainnya, ditunggu aja ya.

Salam Lestari..

bye..bye..

Rabu, 29 Maret 2017

Hallo, gw Arin nih…

Setelah beberapa hari yang lalu gw udah ngereview apa saja skin care gw. Sekarang gw akan mulai kasih review make-up yang biasanya gw pakai. Dimulai dari foundation dulu ya, yang akan gw review kali ini.

Foundation yang gw pakai saat ini adalah Ultra Cover Liquid Matt Foundation dari Make Over. Gw cukup kagum sih sama brand Make Over ini, produk lokal yang akhirnya menyediakan banyak pilihan shade foundationnya. Selama ini kan brand lokal kebanyakan, warnanya itu-itu aja yang katanya warnanya natural orang Asia. Padahal warna kulit orang Indonesia sangat beragam, mulai dari yang putih (dominasi orang Indonesia bagian barat) dan sampai yang sangat gelap (dominasi orang Indonesia bagian timur). Secara ya Suku Indonesia dari Sabang sampai Merauke beragam, warna kulit orang Indonesia juga pasti beragam.

Nah untuk warna foundation yang natural itu menurut gw beda-beda tiap orang. Warna natural itu ya warna kulit orang tersebut, kalo putih ya putih, sawo matang ya sawo matang, hitam manis ya hitam manis. Foundation dari Make over ini menyediakan 9 shade foundation. Menurut gw ini uda sangat mewakili warna kulit orang-orang diseluruh bagian Indonesia. Pilihan warnanya itu terdiri dari 01 Ochre, 02 Pink Shade, 03 Nude Silk, 04 Amber Rose, 05 Velvet Nude, 06 Beige blast, 07 Caramel, 08 Pearl dan 09 Crème Rose.

Gw pakai Ultra Cover Liquid Matt Foundation dari Make Over shade 04 Amber Rose. Masih botol pertama sih, tapi uda sisa hampir setengah botol. Gw selalu pakai ini kalo acara Hangout sama temen-temen yang sekiranya bakal seharian dan yang pasti ke acara-acara pesta atau resmi. Gw suka banget sih sama foundationnya.

Kesan pertama itu gw happy banget akhirnya nemuin warna foundation yang masuk banget ke warna kulit gw. Karena kalo uda dapet warna foundation yang senada mau tebal kaya apa, warna foundie juga akan tetap sama dengan warna kulit gw. Karena gw gak pernah pakai primer, gw jadi suka pakai 2 layer, biasanya kalo ke acara resmi yang makan waktu lama, biar lebih awet. Foundation 2 layer itu adalah gw pakai dulu foundation ke seluruh wajah setelah itu gw melakukan hal yang sama dengan meniban foundation layer yang pertama . Jangan lupa Shake before use yah…


Kesan kedua, gw ngerasa gampang banget di blend, biasanya gw pakai beauty blender sih. Coverege nya lumayan banget. Masuk nya ke medium coverege. Untuk hasilnya flawless, berasa ringan banget untuk kelas foundation dan finishnya lebih ke satin ya, padahal claimnya matte finish. Tapi gw gak akan komplen kok, masih aman untuk jenis kulit gw. Justru gw suka karena kulit gw kan memang uda gak berminyak parah, malah kombinasi, jadi kadang kering. So pas banget kalo pakai foundation yang satin finish kaya gini. Nanti gw akan berbagi ilmu sedikit deh yang gw punya dengan menulis blog berjudul “Cara memilih Foundation”, ditunggu aja ya.

Awalnya tuh gw takut banget beli foundation ini karena pada kemasan dus luarnya tertulis “Perhatian : Hentikan pemakaian jika terjadi reaksi iritasi.” Tapi ternyata di kulit gw, dia gak ngasih efek buruk kok. Jerawat gak akan tumbuh selama gw bersihin make-up nya benar-benar bersih. Untuk ketahanan make-up nya itu bisa berjam-jam loh, gw pernah dari siang sampai malam masih stay foundationnya, padahal gw set  gak pakai bedak. Paling gw tap-tap minyak di wajah pakai tissue aja. Oh iya ini juga uda ada SPF nya kok, SPF 31.

Untuk kemasan botolnya itu, terbuat dari kaca tebal jadi kalo jatoh gak akan riskan pecah. Tutup nya berupa pump, jadi higienis banget kalo mau dipakai, kita bisa takar sedikit-sedikit tanpa harus meleber kemana-mana. Pumpnya memang gak ada tutupnya lagi, tapi diberi kunci dengan memutar kekiri berarti sudah terkunci yang tanda di botol (o) dan ke kanan berarti membuka yang tanda di botol (I). Cukup aman banget kan, jadi kalo uda terkunci mau lo coba tekan pump nya juga foundienya gak akan keluar kok. Aman kalo dibawa-bawa di dalam tas.

By the way, harganya itu afordable banget loh Rp 119.000, isinya 33ml, sesuai sama kualitas Foundationnya, mulai dari packaging sampai ke hasil foundienya.

Segitu aja ya review foundation yang sering banget gw pakai ini. Terima kasih uda baca review gw. Apa ada yang sama pakai foundie ini? Lo bisa komen cerita dibawah ya. Kalo lo suka bisa di like dan share, kalo ada yang ingin ditanya boleh komen dibawah, dan kalo lo pingin gw nge review produk apa coba komen dibawah, gw akan usahakan mereview produk tersebut.


Bye..bye…

Selasa, 28 Maret 2017

Haii.. Gw Arin…

Kali ini gw mau review Facial spray dari Evian. Disini gw akan menjelaskan kenapa gw beli ini dan sebenernya apa saja sih manfaat facial spray.


Pertama gw akan menjelaskan dulu fungsi Facial spray ya.. Facial spray ini banyak banget manfaatnya loh buat kulit wajah kita. Facial spray dapat menyegarkan kulit, meningkatkan kelembaban kulit, bisa sebagai dasar make up juga membantu hasil make up lebih tahan lama.

Alasan pertama gw beli Facial spray Evian ini karena gw lagi ngerasa kulit wajah gw butuh banget moisturizer. Sebenernya gw kaya telat gitu, baru sadar ternyata kulit wajah kita butuh banget moisturizer, mungkin sadar efek umur yang terus bertambah dan gak bisa ditawar ini. Bahaya juga kalo gak pake moisturizer, bisa cepat kelihatan kerut-kerut wajah yang mulai muncul. Heuheuheu….

Moisturizer itu pelembab wajah. Gw itu kalo udah denger kata-kata pelembab wajah pasti langsung gak tertarik. Kenapa??? Karena bentuk pelembab wajah yang kebanyakan dijual itu berupa krim-krim dan gel. Gw masih trauma gitu kalo pake krim wajah, apapun itu fungsinya. Mungkin Karena memang kulit wajah gw sensitif banget, susah banget nemuin krim yang cocok, sampai pada akhirnya gw gak pernah tertarik lagi bahas pelembab wajah mau dari dokter ataupun produk-produk drugstore. Apalagi banyak pelembab yang dijadiin satu sama BB cream dll, padahal gw cuma butuh moisturizer. Gw gak butuh pelembab wajah yang sekaligus mengcover wajah, karena memang butuh fresh in kulit wajah aja hidrasi kulit wajah supaya gak cepat berkerut. Gw lebih tertarik bahas moisturizer, dimana pada kemasan produk tersebut langsung tertulis moisturizer ya bukan pelembab wajah atau lainnya.

Nah, beberapa waktu yang lalu, gw lagi jalan ke Guardian di sebuah Mall gw liat di botol kemasan Evian Facial spray ini tertulis moisturizes, refreshes and tones yang artinya dia bisa sebagai moisturizer, mendinginkan juga menyegarkan. So yes, gw langsung fokus ke manfaatnya yang bisa sebagai moisturizer akhirnya gw langsung beli ini di Guardian, pas banget juga lagi diskon 150 ml harga normal Rp 150.000 menjadi Rp 120.000. Gw juga kaya ngerasa akhirnya gw bisa dapetin pelembab wajah yang bentuknya bukan krim ataupun gel tapi berupa air spray.

Setelah gw cobain itu…… Sebenernya gw baru pakai ini pertama kalinya, baru beberapa hari kemarin. Kenapa gw uda berani nge review ini padahal baru beberapa hari? Karena kulit gw yang sensitif ribet ini, bisa langsung kasih respon cepat dalam waktu semalam kalo gw memang cocok atau enggak dengan produknya. Facial spray ini rasanya super segar, gw ngerasa kaya basahin wajah pakai mata air pegunungan, dingin segar gitu deh. Wajah juga terlihat lebih fresh karena ada sedikit efek glowing alami, yang menandakan wajah kulit itu sehat. Dalam satu malam gw pakai ini juga gak memberikan efek perubahan buruk di wajah gw, seperti jerawat atau lainnya. Akhirnya fix banget gw langsung menyatakan gw cocok pakai ini, gw suka banget ini dan mungkin kalo uda habis gw bakalan beli lagi.

Jadi ternyata kandungan pada Facial spray dari Evian ini adalah Aqua/Water/ air dari pegunungan di Perancis dan ada kandungan Nitrogen. Bisa dilihat pada kemasan botolnya ya. Nah dari komposisi yang bisa membantu mentralkan pH ini bisa digunakan di semua jenis kulit bahkan sensitif sekalipun.
Biasanya gw pakai setelah cuci muka, sebelum make up dan sebelum tidur. Penting banget nih buat pakai disaat sebelum tidur. Karena gw ngerasa skincare apapun itu kalo dipakai sebelum tidur lebih keliatan banget efeknya, mungkin karena posisi kita mau istirahat, kulit wajah istirahat dari segala make up juga. Saat bangun tidur juga minyak yang diproduksi semalamnya gak begitu banyak. I like it…


Cara pakainya yaitu tutup mata lalu semprotkan dengan gerakan memutar ke wajah satu kali aja cukup dan untuk jarak kurang lebih 30 cm dari wajah ya. Jangan dihirup ya saat disemprotkan.

Nah segitu dulu aja review dari gw. Terima kasih uda baca review gw. Kalo lo suka bisa di like dan share, kalo ada yang ingin ditanya boleh komen dibawah, dan kalo lo pingin gw nge review produk apa coba komen dibawah, gw coba akan usahakan ngereview produk tersebut.

Bye..bye…

Senin, 27 Maret 2017

Hallo, gw Arin …

Produk yang akan gw review kali ini adalah Micellar Cleansing Water dari Garnier.

Photo by : @sucijw 

Jadi kalian harus tahu dulu apa itu Micellar Water. Micellar water terbuat dari micelles, yaitu molekul minyak untuk membersihkan yang menempel dengan air sehingga dapat membersihkan kulit dengan mengangkat make up dan kotoran tanpa membuat kulit kering. Micellar water ini dapat digunakan oleh segala usia karena formulanya yang lembut dan dapat juga digunakan oleh segala jenis kulit bahkan kulit sensitif sekalipun.( Sumber : http://journal.sociolla.com/beauty-guide/pertanyaan-seputar-micellar-water )

Claim Micellar cleansing water dari Garnier adalah dapat membersihkan dan menghapus make up juga menyegarkan tanpa harus dibilas loh. Produk micellar cleansing water Garnier ini ada 2 jenis yang masuk ke Indonesia, pertama warna biru khusus kulit berminyak dan kedua warna pink khusus kulit normal sampai kulit sensitif.

Nah, micellar cleansing water yang gw pakai selama ini adalah yang warna pink, karena kulit gw yang sensitif banget. Gampang jerawatan kalo muka kotor dikit ajah… #repot  

Botol kemasannya itu terbuat dari plastik berwarna transparan dan tutup botolnya berwarna pink. Di kemasannya juga diberi label depan berisi nama produk dan diperuntukan jenis kulitnya , kemudian label belakang berisi deskripsi produk, claim hasil juga cara pemakaiannya, terdapat juga tanggal kadaluarsa dan ingredients.
Photo by : @sucijw 

Setelah produk ini keluar di Indonesia, gw langsung coba beli yang warna pink. Dan sampai pada akhirnya sekarang dirumah ada 4 botol kosong. Asal habis pasti mau beli lagi. Gw suka banget sama formula dan hasilnya. Micellar water ini beneran ngangkat segala kotoran yang ada di wajah gw, baik debu sampai ke make up yang waterproof. Dari claimnya yaitu pembersih tanpa bilas, akhirnya gw cobain cuci muka sebelum tidur pakai ini tanpa facial wash lagi, ternyata hasilnya benar bersih, debu keangkat dan besok harinya saat bangun tidur juga gak jerawatan yang artinya muka memang bersih sebelum tidur semalam.

Tiba-tiba keinget, micellar water ini, bakal jadi berfungsi banget buat gw yang suka naik gunung. Sekarang gak perlu ribet lagi cuci muka di tempat camping. Tidak mesti keluar tenda, tidak mesti pakai air (namanya juga main ke alam bebas, kadang harus hemat air hanya sekedar untuk minum), dan bersihinnya juga cepat hanya dengan kapas bersih. Micellar water ini memang udah jadi produk travelling wajib gw yang harus dibawa.

Untuk pemakaian itu  rasanya kaya air bening biasa, tapi kalo diperhatiin ada partikel-partikel kecil di dalam air tersebut sehingga terlihat seperti busa. Tapi bukan busa loh, ya itu tadi si micelles atau molekul minyak di dalam air tersebut. Agak pedih sih kalo kena mata, jadi jangan sampai kena mata ya.

Segala jenis make up bahkan yang waterproof bisa diatasi oleh micellar cleansing water ini, bersih secara tuntas. Mulai dari make up wajah, maku up mata dan bibir.  Biasanya micellar water ini gw pakai sebagai penghapus make up, sebelum pakai facial wash. Lalu didiamkan dan cuci muka lagi pakai facial wash yang biasa gw pakai. Dan biasanya micellar water ini juga gw jadiin penyegar setelah cuci muka. Karena memang benar, micellar water ini bikin wajah terasa lebih segar. Tapi kalo gw lagi males cuci muka yang harus pergi ke kamar mandi karena uda terlalu malam dan ngantuk, gw uda berasa cukup bersih banget pakai micellar water ini. Pokoknya thanks buat Garnier udah kasih solusi pembersih wajah yang luar biasa bermanfaat buat wajah gw yang sangat sensitif. Jadi berasa bersih dan glowing gitu deh. Secara glowing itu bikin efek kulit wajah sehat segar alami kan ya, tanpa pakai highlighter. wkwkwk...

Kemasan yang sering gw beli itu ukuran 125 ml. Harganya sekitar Rp 31.000 - Rp 35.000,  beda-beda tergantung tempat jualnya.

Okedeh cukup ya review dari gw pribadi. Ini produk memang gw pake sendiri loh bukan disponsori. Terima kasih uda baca review gw. Kalo lo suka bisa di like dan share, kalo ada yang ingin ditanya boleh komen dibawah, dan kalo lo pingin gw nge review produk apa coba komen dibawah, gw coba akan usahakan ngereview produk tersebut.

Bye..bye…

Minggu, 26 Maret 2017

Hallo gw Arin !!!

Produk pertama yang mau gw review kali ini adalah sabun wajah atau facial wash Tea tree dari The Body Shop. Skin care yang satu ini memang ada beberapa model facial wash, dari yang foam (berbusa) sampe yang gak berbusa.

Nah kali ini  gw hanya review facial wash yang tanpa busa lebih tepatnya namanya tuh Tea Tree Skin Clearing Facial wash. 

Sabun ini dikhususkan untuk kulit berminyak dan jerawat parah (blemished skin). Kandungan Tea tree nya yang diambil dari pegunungan Kenya sangat bermanfaat untuk mengobati jerawat dan mencegah jerawat menjadi andalan bagi rangkaian skin care yang satu ini.
Gw sendiri pake ini uda sekitar 5 bulan. Dan kemarin baru saja beli lagi buat restock, karena suka banget dan gw memang cocok pakai ini. Kulit muka gw yang berminyak banget dan jerawat parah, terobati pakai facial wash ini.

Rasanya tuh lembut, tanpa busa jadi gak berbahaya buat si jerawat, dan bikin jerawat gw hari pertama muncul langsung kering. Tekstur sabunnya cair kental, warnanya hijau bening dan baunya tea tree banget. Setelah beberapa bulan pakai ini, minyak diwajah gw berkurang banget, malah jenis kulit gw jadi berubah, yang tadinya berminyak parah sekarang jadi kombinasi. Jenis kulit kombinasi itu kadang berminyak kadang kering. Di bagian T-zone oily, bagian pipi kering. So… setelah minyak gw berkurang, otomatis jerawat gw uda mulai jarang muncul. Kalo dulu, sering cuci muka tapi tetep berjerawat karna produksi minyak di muka gw yang memang tinggi banget, Sekarang tinggal gimana gw rajin bersihin muka atau engga. I love this...

ketika lo pake produk kosmetik yang cocok sekalipun, kalo bersihin mukanya kurang bersih atau memang males cuci muka terutama saat mau tidur, tetep j lo bakal jerawatan guys.

Bagi gw kulit wajah yang cantik itu gak harus putih, tapi bersih. You know I mind… sesuatu yang ada di dalam diri lo itu gak perlu dirubah, tapi dirawat. So.. gw emang berusaha sendiri cari produk skin care sendiri yang bukan dari cream-cream dokter yang rata-rata memutihkan wajah. Karena dulu gw beberapa kali pernah pakai dari beberapa produk yang tingkat kimianya tinggi bahkan sudah termasuk keras, sangking stresnya sembuhin jerawat gak sembuh-sembuh. Bahan kimia yang terlalu keras memang menghasilkan hasil yang instan, sangat cepat. Tapi disanalah tanda dimana diam-diam bahaya bagi kulit kita. Apalagi banyak produk yang bikin ketergantungan. Misalnya berhenti dari produk tersebut, jerawat lo justru makin parah. Duh itu pernah banget terjadi di wajah gw. Pokonya gw gak mau sampai itu terjadi lagi. Sampai pada akhirnya gw stop, 1 tahun bodo amat gak pake apa-apa untuk mengistirahatkan wajah dari produk kimia, dan mulai mencari skin care yang terbuat dari bahan-bahan alami.

Menurut gw sebenernya kulit sehat tiap orang yang dibutuhkan beda-beda. Makanya banyak yang bilang tiap orang cocok-cocokan skin carenya. Intinya kalo mau sehat ya sesuaikan dulu apa yang dibutuhkan kulit lo. Pertama gw gak masalah sama skin tone gw yang gelap, tapi gw mau obatin jerawat gw yang super gede waktu itu, sebiji jagung dan itu sakit. Huhuhu…
Tips dari pengalaman gw ya… cari lah produk khusus jenis kulit muka lo, setelah itu produk tersebut di list, pilih produk yang berbahan alami, caranya gampang… Tanya j ke SPG produk itu “Mba ini bisa dipakai ibu hamil dan menyusui g?” You know I mind ya karena lo tau pasti kan produk kimia walaupun pemakaian luar tetap akan terserap ke dalam tubuh lo. Just it.. simple kan.

Untuk harga super afordable banget, 250ml Cuma Rp 130.000 dan gw sebotol ini habis 5 bulanan loh. Hemat kan.

Untuk kemasannya aman banget dia terbuat dari plastik jadi gak bakalan takut pecah. botolnya berawarna hijau tua tapi transparan, mirip dengan warna sabunnya. Dibotol terdapat label bertuliskan jenis produk dan lambang daun tea tree, bagian samping tertera tanggal kadaluarsa, tempat produksi dan harga Konter, kemudian label bagian belakang terdapat Deskripsi sedikit tentang the body shop berasal dari UK dan juga websitenya yaitu www.thebodyshop.com . Di websitenya juga bisa loh belanja online.

Segitu aja ya review dari gw pribadi. Ini skin care gw pake sendiri loh bukan disponsori. Terima kasih uda baca review gw. Kalo lo suka bisa di like dan share, kalo ada yang ingin ditanya boleh komen dibawah, dan kalo lo pingin gw nge review produk apa coba komen dibawah, gw coba akan usahakan ngereview produk tersebut.


Bye..bye…

Popular Posts

Apa itu Kompas (Kompas Bidik) ?

Hai, saya Arin. Kali ini saya mau nulis-nulis sambil mengingat dan sharing bareng tentang Kompas. Dimana kompas dulu cukup akrab de...