Gw punya hobby travelling dan bermain make-up. Dari kecintaan tersebut akhirnya gw memutuskan berbagi cerita travelling dan membahas make-up favorit, lewat blog yang gw buat bertemakan "Fun Beauty Traveler".

Total Tayangan

Jumat, 22 Desember 2017

Halo, gw Arin…


Kali ini gw mau review Japanese Cherry Blossom Eau De Toilette dari The body Shop. Sebelumnya apa sih Eau De Toilette? Jadi, Eau De Toilette atau biasa disingkat EDT adalah wewangian dengan tingkat konsentrat wewangiannya 10% dalam saru botol. Biasanya EDT ketahanan wanginya dari 3 sampai 5 jam. Harganya juga lebih mahal dibanding body mist biasa. Dibanding kita beli Body mist, EDT jelas lebih lama habis karena kita semprotkan parfumnya sangat jarang yang disebabkan itu tadi, ketahanan parfumnya itu sendiri cukup lama.


Japanese Cherry Blossom yang gw punya ialah EDT ukuran 50 ml dengan harga Rp 339.000. Packagingnya sangat manis dan elegan menurut gw ya. Botolnya terbuat dari kaca, jadi ya ati-ati juga, jangan sampe jatoh, sayang sis hehe… Dibagian tutup botol dan bawah botol tercetak tulisan The Body Shopnya. Pada bagian badan botol juga tertulis Japanese Cherry blossom dan The body shop dengan tinta hitam. Botol juga ditempelkan stiker bertuliskan Harga, tanggal expired dan no. POM.


Klaim dari The Body Shop itu sendiri bahwa Japanese Cherry Blossom ini, diciptakan dari kelopak bunga pohon Japanese Cherry Blossom yang bermekaran. Hanya 3 hari kelopak bunga Cherry blossom harum berguguran. Setelah dipetik, kelopak bunga ini pun juga dipadukan dengan aroma bunga magnolia dan hinoki wood untuk menciptakan kesegaran yang lembut oleh The Body Shop.
Warna botolnya gradasi pink gitu, dari paling bawah pink tua, pink muda hingga kebening. Cairan parfumnya pun berwarna pink. Aroma Japanese Cherry Blossom ini cocok banget buat perempuan-perempuan yang manis dan lemah lembut. Tergambarkan sekali aroma tubuh perempuan yang kalem dan elegan. Gw sukaaaakk banget….


Untuk ketahanan wanginya sesuai banget sih, bagaimana seharusnya EDT. Jadi gw biasanya semprotkan masing-masing sekali ke titik nadi, leher dan dada. Sampai 4 jam pemakaian, gw masih cium aromanya, walaupun udah mulai menipis aromanya. Di jam ke 6, aroma EDT ini uda sangat menipis di titik nadi, bisa dibilang hilang. Tapi di bagian dada masih lebih tercium dibanding tempat lainnya. Mungkin karena bagian dada memang tertutup dan lebih banyak mengeluarkan suhu tubuh yang lebih sedikit panas.

Nah segitu aja review singkat dari gw tentang Japanese Cherry Blossom EDT dari The Body shop ini. Intinya gw suka sama EDT ini varian ini. Terima kasih buat yang uda baca, semoga bermanfaat ya.
Bye…bye…


1 komentar:

  1. Cakep banget wanginya.
    Kalau gak salah ada yg warna hijau kan ya? aku penasaran sama yang variant itu :)

    www.indiranyan.com

    BalasHapus

Popular Posts

Peralatan yang dibawa Saat menuju Puncak Gunung (Hutan)

Hai, Gw Arin Kali ini gw mau sedikit sharing apa-apa aja sih yang dibawa setiap gw mau menuju puncak. Kenapa gw sebut gunung hutan,...