(Konten Blog : Mountaineering & Beauty) Instagram & Facebook : @Dwiariyuni

Total Tayangan

Minggu, 03 November 2019

Lokasi. Pos 5 Gunung Slamet (Bambangan)

Musim hujan sudah mulai nyata adanya ya, akhirnya Alhamdulillah… Setelah sekian lama melewati masa musim kemarau hingga sering terjadinya kebakaran hutan di beberapa gunung hingga mulai keringnya ketersediaan air untuk kebutuhan rumah tangga. Bagi pendaki, cuaca panas dan cerah memang sangat mendukung dalam kelancaran dalam sebuah pendakian. Musim panas memang juga menjadikan seseorang selalu cerah menjalani hari-harinya, karena sebagian orang menganggap hujan bikin suasana menjadi mellow gitu aja.

Tapi sepertinya, setelah beberapa minggu belakangan ini kita baru saja mengalami suhu yang terlalu ekstrim panasnya, semua orang mendadak berharap turun hujan segera datang. Dan do’a seluruh makhluk bumi akhirnya terkabulkan. Bagi para pegiat outdoor, kadang hujan tidak boleh dijadikan alasan untuk berhenti dalam berkegiatan. Siapa sih yang mau berhenti berkarya hanya karena faktor cuaca, karena ketika memang kondisi masih bisa diatasi, pasti bisa diantisipasi segala resikonya. Saya akan bahas di dunia mountainnering, bagaimana tips mendaki gunung di musim hujan.

Di dalam perjalanan alam bebas khususnya gunung hutan kadang kita gak bisa pastikan bagaimana cuaca di sana. Bisa jadi di kota cuacanya panas, sedangkan di hutan gunung cuacanya tiba-tiba hujan deras. Persiapan seperti itu harus selalu ada ya… baik di musim panas dan apalagi di musim hujan. By the way… biasanya di musim hujan yang cukup ekstrim seperti seringnya angin kencang, badai hingga membuat pohon-pohon mudah tumbang, beberapa gunung di Indonesia biasanya akan ditutup pintu gerbang pendakian sementara waktu. Bukannya apa-apa, tapi memang demi keselamatan pendaki juga. Jadi kalau aturannya sudah begitu mending diikuti saja ya, karena memang itu sudah perhitungan ahlinya orang kebencanaan, cukup bahaya, resiko pun sulit diantisipasi. Jangan coba-coba nekat mendaki lewat jalur illegal loh ya.

Alat-alat yang harus siap sedia pakai ketika hujan turun dalam pendakian adalah trashbag, rain coat, cover bag, sepatu gunung dan payung. Simple kan… gak ada yang berat kan demi keselamatanmu juga. Oke baik mari kita bahas satu-satu apa saja fungsinya.

  1. Trashbag atau kantong plastik yang cukup besar, biasanya digunakan untuk menampung sampah. Kita gunakan sebagai lapisan dalam carier kita, supaya menjamin tidak basahnya barang-barang bawaan kita ketika hujan deras turun. Dalam pengelompokan logistic juga bisa dengan memisahkan dengan double plastik lagi ya. Terkadang hanya menggunakan cover bag, tapi hujan terlalu deras dan cukup lama, bisa merembas ke dalam tas juga pada akhirnya. Bagaimana kalo seluruh isi logistik kita basah semua ? bahaya… bisa sangat bahaya loh teman-teman. Serius deh. Kebayang gak, jaket basah, pakaian basah, alat masak basah, makanan basah. Bagaimana kamu akan mengahangatkan tubuhmu di saat hujan, dan lokasi yang sudah ada di ketinggian. Terlalu dingin dan kamu bisa terkena hipotermia bahkan kematian jika terlalu lama tidak ditindaklanjuti.
  2. Raincoat atau jas hujan sudah jelas sangat dibutuhkan untuk melindungi tubuh kita ya teman. Menghidari basahnya pakaian lapangan yang sedang kita pakai pastinya. Dengan begitu terjaganya suhu tubuh kita dari air hujan, bisa menjaga kestabilan dalam kefokusan perjalanan pendakian kita.
  3. Cover bag digunakan sebagai perlindungan terluar untuk logistic yang kita bawa ya, Ingat dalam pendakian gunung hutan, pentingnya logistik tetap terjaga dengan baik berarti pula menjaga keselamatan si pendaki. Logistik memang menjadi salah satu pentingnya syarat  hidupnya pendaki.
  4. Sepatu gunung syarat mutlak pendaki menggunakannya. Apalagi di musim hujan, menghindari cidera kaki karena licinnya jalur pendakian yang disebabkan air hujan. Kaki bagian krusial para pendaki untuk mencapai tujuan. Setidaknya memakai sepatu trekking, membantu meminimalisir terjatuhnya pendaki. Cidera pun bisa kita hindari.
  5. Payung biasanya bisa kita gunakan pada saat di tempat camp. Untuk supaya lebih taktis dalam bergerak di wilayah camp. Kita tidak perlu repot pakai rain coat jika ingin buang air kecil, buang air besar atau pun sekedar memperbaiki flysheet tenda yang bocor.
Sesimpel itu kan sebenernya. Kalo merasa 5 hal ini aja bikin kamu ribet, saranku udah deh gak usah mendaki gunung, ngerepotin tim SAR hehe… Saya pernah loh jadi tempat curhat salah satu relawan pos pendakian, mereka cukup kurang tidak suka pendaki yang terlihat jelas kurang safety. 

Ingat gunung hutan adalah bukan biasa tempat kita bermain, sangat beda dengan di kota. Kamu bisa apa ketika hujan turun dan badai jika tidak membawa ke lima peralatan di atas??? Resiko sulit diantisipasi. Nyawa mu sunggu berharga melebihi apapun guys.

Oke, itu aja tips dari saya, semoga membantu dan bermanfaat. Terima kasih bagi yang sudah membacanya. Bye… bye…

Popular Posts

Etika Dalam Mendaki Gunung

Halo, salam lestari ! Saya Arin. Pernahkah kamu mendengar kalimat “Dimana tanah dipijak, di situ langit dijunjung.” ?. Kutipan ka...