Gw punya hobby travelling dan bermain make-up. Dari kecintaan tersebut akhirnya gw memutuskan berbagi cerita travelling dan membahas make-up favorit, lewat blog yang gw buat bertemakan "Fun Beauty Traveler".

Total Tayangan

Rabu, 12 April 2017

Hallo semua…

Gw Arin, mau berbagi sedikit jejak kata gw di Gunung Merbabu. Pasti udah banyak kan ya yang kesana. Jangan samakan perjalanan gw ini tahun 2013 sama di tahun sekarang ya, mungkin ada banyak perubahan disana. Karena minat jadi pendaki gunung semakin banyak saat ini, bisa jadi ada banyak warung di setiap pos seperti di beberapa gunung lainnya. Dulu sih perjalanan gw saat itu gak ada warung disetiap pos, masih alami bro… dan gw lebih suka kalo di Gunung ya gak ada warung.

Puncak Merbabu

Okeh,,, seperti biasa gw akan lebih banyak taro foto-foto disini, supaya lebih menggambarkan lagi.

Saat itu gw naik gunung Merbabu di akhir 2013 bersama teman-teman dari Phsychopala. Phsychopala adalah Organisasi Mahasiswa Pecinta Alam dari Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Jalur yang kita lewati ialah Jalur Selo yang juga berdekatan dengan jalur pendakian Gunung Merapi.


Gunung Merbabu juga merupakan Taman Nasional, yang dinamakan Taman Nasional Gunung Merbabu. Lokasi gunung api ini berada di Provinsi Jawa Tengah yang lerengnya mencakup Boyolali (lereng timur dan selatan), Magelang (lereng barat) dan Semarang (lereng utara).  Jalur Selo yang gw lewati berada di Kabupaten Boyolali. Gunung ini memiliki ketinggian kurang lebih 3.145 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan terakhir meletus pada tahun 1797.

Basecamp Jalur Selo

Jalur selo memang sudah menjadi jalur yang relatif lebih rame dari jalur lainnya, karena ada pemandangan yang indah dengan sabana yang menghampar dan jalur ini berdeketan dengan jalur Merapi, sehingga pemandangan Gunung Merapi terlihat sangat jelas loh.

Pemandangan depan Basecamp

Perjalanan kita dimulai sekitar jam 13:00 WIB dari basecamp Selo dan berakhir di pos 4 Sabana 1. Pada perjalanan dari basecamp menuju pos 1 yang diberi nama Dok Malang, kita memasuki hutan dengan pohon lebih banyak jenis pinus dan lamtaro. Masih terasa sejuk di perjalanan ini karena rimbunnya pepohonan. Lalu dilanjutkan perjalanan selanjutnya pos 2 yang diberi nama Pandean.

Pos 1. Dok Malang

Pos 2. Pandean

Perjalanan pos 1 ke pos 2 lebih panjang dibanding dari basecamp ke pos 1, dengan trek yang tidak terlalu curam. Oleh karena jalur pos 1 sampai pos 2 panjang, maka diberi pos bayangan untuk beristirahat sejenak. Setiap pos kita memang sempatin berfoto sebagai dokumentasi perjalanan, juga sambil beristirahat sejenak yang pastinya. Kemudian perjalanan dilanjutkan menuju pos 3 yang juga diberi nama yaitu Watu tulis. Di pos 3 mulai terlihat bunga abadi nya yaitu Edelweis… eits jangan dipetik atau diapa-apain ya…

Pos 3

Oke dilanjut menuju pos 4, dimana trek mulai curam dan bikin nafas sedikit tersendat. Tapi ada yang bikin semangat kok, yaitu pemandangannya yang terlihat jelas karena kita mulai memasuki Sabana. Sabana yang berumput, berbatu dan berpasir, membuat kita harus ekstra hati-hati loh supaya tidak tergelincir. Gunung Merapi juga terlihat sangat jelas. Oh iya Pos 4 ini diberikan nama Sabana 1.

Trek menuju pos 4

Pemandangan di jalur menuju pos 4

Sabana 1 merupakan tempat yang pas dijadikan tempat berkemah. Biasanya pendaki juga mendirikan tenda disini dan meninggalkannya ketika ingin menuju puncak Merbabu. Gw juga dirikan tenda bersama teman-teman disini. Sayangnya karena ini padang sabana, jadi harus hati-hati juga, selalu siap siaga karena anginnya lumayan kencang, apalagi kalo badai jadi cukup lumayan rawan kalo dirikan tenda disini. Untungnya sih perjalanan kami sangat cerah, sangat panas sampai perjalanan turun kembali.

Pos 4. Sabana 1

Pemandangan puncak Gunung Merbabu dari Sabana 1

Saat itu gw sama teman yang lain tidak lihat sunrise di puncak, tapi cukup di sabana 1 yang udah lumayan indah kok. Disana terlihat gunung Merapi juga Gunung Lawu. Setelah agak siangan, kita baru deh kepuncak.

Camp kita di pos 4. Sabana 1

Sunrise dengan siluet Gunung Lawu

Saat menuju puncak kita hanya berempat, tidak semuanya naik. Teman-teman yang tidak naik, menunggu dan masak-masak di pos 4. Untuk kita yang naik menuju puncak, hanya membawa daypack berisikan air, makanan juga jas hujan., jadi tidak semua peralatan camping dibawa. Dari pos 4 Sabana 1, kita harus melewati pos 5 yaitu Sabana 2 dengan trek lumayan terjal, yaitu menaiki bukit pertama, dan bukit kedua untuk menuju puncaknya. Puncaknya diberi nama Puncak Kentheng Songo.

Perjalanan menuju pos 5. Sabana 2


Trek menuju Puncak dari pos 5. Sabana 2

Pemandangan yang terlihat diatas puncak berupa gunung Merapi, Lawu, Sindoro dan Sumbing. Indah banget kan, bersyukur banget sampai puncak kita juga diberikan cuaca yang sangat cerah. Dipuncak juga ada beberapa memoriam pendaki yang meninggal disana. By the way… jangan terlalu terlena juga ya sama pemandangan yang ada disana, sampai kita lupa menjaga kondisi kesehatan badan kita. Perjalanan di padang sabana yang sangat terbuka, panas namun dingin di ketinggian 3.145 mdpl ini bisa membuat kulit kita sangat kering dan pecah-pecah. Jadi jangan lupa pakai sunblock, ya minimal pakai topi deh.

Tiba di Puncak Merbabu dengan background Gunung Merapi

Salah satu Memorian meninggalnya seorang pendaki Gunung Merbabu

Gw selama pendakian di gunung Merbabu ini, saat itu tidak memakai pelindung kepala sama sekali. Gak tahu kenapa ya… Setelah pulang dari perjalanan ini, gw mengalami yang namanya mimisan berhari-hari. Mimisannya juga gak sedikit, tapi banyak dan setiap hari bisa beberapa kali. Sampai-sampai mengganggu waktu gw kuliah yang akhirnya dibawalah gw ke klinik sama anak kampus. Mungkin efek terlalu panasnya dari paparan sinar matahari di kepala gw. Jadi saran gw pakailah topi ya, juga sunblock supaya kulit lo gak mengelupas parah. Baru pertama kalinya sih gw turun gunung terus mimisan, dan mimisan juga memang baru sekali ini seumur hidup, langsung berhari-hari lagi. Heuheu…

Puncak Kentheng Songo

Nah segitu aja dulu ya jejak kata gw di Gunung Merbabu. Terima kasih yang udah mau baca. Jangan lupa juga, dibawa turun kembali sampah-sampah kalian saat mendaki. Salam Lestari…

Bye… bye…


0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Review Blush On by Make Over

Hai hai… Saya Arin. Kali ini saya mau lagi-lagi review tentang kosmetik, yaitu Blush on dari Make Over. Kayanya saya telat banget baru ...