Gw punya hobby travelling dan bermain make-up. Dari kecintaan tersebut akhirnya gw memutuskan berbagi cerita travelling dan membahas make-up favorit, lewat blog yang gw buat bertemakan "Fun Beauty Traveler".

Total Tayangan

Kamis, 18 Mei 2017

Hai Gw Arin …

Kali ini gw bakal bikin jejak kata pada pesona Pulau Belitung. Jadi gw baru pulang jalan-jalan di pulau Belitung yang terkenal sebagai Negeri Laskar Pelangi ini. Pulau Belitung berada di lepas pantai timur Sumatera. Pulau Belitung memiliki 2 kabupaten yaitu Kabupaten Belitung yang beribukota Tanjung Pandan, Kabupaten kedua yaitu Belitung Timur yang beribukota Manggar. Seperti biasa gw akan taro foto untuk lebih jelas lagi gambaran disana ya.

Tanjung Tinggi

Oke pertama kali gw menginjakan Belitung di Bandar udara H.A.S Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung. Seperti bandara daerah lain pada umumnya, dengan pemandangan yang hijau dari kejauhan di sekitar landasan udaranya. Dari bandara gw langsung menuju Penginapan atau homestay yang memang khusus backpacker untuk irit budget.


Bandar Udara H.A.S Hanandjoeddin

Pemandangan dari LANUD H.A.S Hanandjoeddin

Selama perjalanan dari bandara menuju homestay, kesan pertama gw adalah Belitung atau belitong yang biasa disebut orang lokal ini adalah wilayah yang cukup sepi, jalanan lancar, fasilitas kota lumayan baik, jarak antar rumah rata-rata bisa 3 sampai 4 meter. Apalagi di desa-desanya bisa lebih dari 5 meter jarak antar rumanya. kalo di kota masih berdempetan rumahnya. Rumahnya ada yang dari kayu baik bentuk rumah panggung maupun tidak. Banyak juga yang sudah bertembok.

Belitung Homestay Backpacker

Kekurangannya disini soal tidak ada kendaraan umum. Ada pun itu dari desa-desa yang ingin ke kota dan hanya 1 kali jalan. Jadi warga yang tinggal disini memang harus punya kendaraan sendiri. Kalo sekedar berwisata ya musti rental kendaraan baik mobil maupun motor.

Tugu Batu Satam di Pusat Kota Belitung

Homestay yang gw tempati asik banget dan murah lagi. Pemiliknya juga ramah. Nama homestaynya adalah Belitung Homestay Backpacker yang berada di jalan Lettu Mad Daud Rt. 18 Rw. 09 no 3, Tanjung pandan, kodepos 33411. Kurang lebih 15 menit dari bandara H.A.S Hanandjoeddin. Jadi homestay ini memang dikhususkan untuk backpacker karena desain ruangan kamar yang berisikan 4 ranjang bertingkat 2. Jadi total ada 8 ranjang. Ada beberapa fasilitas lainnya seperti kamar mandi, pendingin ruangan, tv kabel dan wifi. Homestaynya bersih banget, gw suka. Gw hampir males keluar karena keasyikan dikamarnya. Tapi karena di Belitung hanya 3 hari 2 malam, jadi gw harus keluar dari homestay sesaat untuk menikmati wisata Alam yang ada di Belitung ini. Recommended banget deh buat kalian yang pergi sendirian kesini bisa nambah teman baru di 1 ruang kamar ini. Sekelurga juga oke banget. Gak perlu takut kalo sinyal jelek buat updet foto perjalanan kalian di sosial media, karena ada wifinya. Oh iya, provider di Belitung ini yang ada sinyal hanya XL, Indosat sama Simpati aja ya. Di ranjang homestay tersedia kasur busa, bantal, selimut dan handuk. Harganya dihitung per ranjang Rp 100.000/malam. Udah gitu kita juga dapat jatah makan 1 kali sehari. Homestay ini juga menyediakan rental kendaraan seperti motor juga mobil, jadi gak perlu ribet cari tempat rental lain lagi. Homestay ini dekat dengan pantai Tanjung Pendam, jaraknya kurang lebih 1 km.

Kamar Homestay


Ruang Tamu Homestay

Ruang Makan Homestay

Belitung Homestay Backpacker ini bisa pesan duluan di (https://www.booking.com/hotel/id/belitung-homestay-backpacker.id.html) . Nama pemiliknya yaitu Mba Yuli yang memang asli Belitung juga. Beliau adalah seorang backpacker juga yang akhirnya membuat ide untuk homestay backpacker dirumah. Jadi jangan heran kalo mba ini asik banget kalo uda ngobrol ngomongin travelling. Akun Instagramnya (https://www.instagram.com/yulie_homestaybackpacker/?hl=en), dan akun facebooknya (https://www.facebook.com/yulie.mirawati?fref=ts).

Ngopi, ngobrol bersama Pemilik Homestay di Kong Djie (Cafe Kopi)

Setelah taro barang bawaan dan istirahat sejenak, gw bersama yang lainnya langsung rental mobil dan melanjutkan perjalanan hari pertama ini menuju danau Kaolin di Kecamatan Tanjung Pandan, SD Muhammadiah Gantong yang menjadi lokasi syuting film Laskar Pelangi di kecamatan Gantung, Musium Kata Andrea Hirata di kecamatan Gantung, Kampung Ahok (Gubernur Jakarta) di kecamatan Gantung, pantai Serdang di Kecamatan Manggar dan terakhir Museum Rumah Adat Belitung.

Danau Kaolin

SD Muhammadiah Gantong

Museum Kata Andrea Hirata

Kampung Ahok

Pantai Serdang

Museum Rumah Adat Belitung

Hari kedua kita rental motor menuju pulau-pulau kecil yang memang sudah menjadi destinasi wisatawan baik lokal maupun asing. Pantainya yang bersih dengan ciri khasnya Belitung yaitu batu-batu besar yang selalu ada di setiap pulaunya, kecuali pulau berpasir yang memang isinya pasir semua. Pulau yang gw kunjungi itu pulau batu berlayar, pulau pasir, pulau lengkuas dan pulau kelayang serta tak lupa Tanjung Tinggi yang juga lokasi syuting film Laskar Pelangi.

Pulau Burung Garuda

Pulau Batu Berlayar

Pulau Pasir

Pulau Lengkuas

Tanjung Tinggi


Nah untuk jejak kata di tempat-tempat yang gw kunjungin tadi, akan gw buat masing-masing ya. Jadi ditunggu jejak kata gw selanjutnya. Terima kasih yang uda baca, semoga bermanfaat, paling tidak berbagi apa yang gw lihat dan rasakan di pulau Belitung ini.


Bye… bye…

1 komentar:

Popular Posts

Review Bulu Mata Palsu dari Blink Charm

Halo… Saya Arin. Kalian pernah gak, pakai bulu matu palsu tapi dikira bulu mata asli atau dibilang pakai eyelahs extention sangking...