Gw punya hobby travelling dan bermain make-up. Dari kecintaan tersebut akhirnya gw memutuskan berbagi cerita travelling dan membahas make-up favorit, lewat blog yang gw buat bertemakan "Fun Beauty Traveler".

Total Tayangan

Selasa, 17 Oktober 2017

Haloo…


Gw Arin. Seperti judulnya gw mau berbagi cerita singkat nih tentang  6 bulan Ekspedisi NKRI koridor Nusa Tenggara tahun 2015, yang pernah gw ikutin. Mulai dari awal bisa daftar, lulus, pembekalan, turun lapangan sampai pada apel terakhir perpisahan kami.

Ekspedisi NKRI ialah kegiatan yang diadakan setiap tahunnya oleh TNI Angkatan Darat melalui Kopassus (Komando Pasukan Khusus). Jadi Lokasi, pelatih sampai panitia yang pegang orang-orang Kopassus. Kegiatan ini sudah ada sejak 2011, namanya “Ekspedisi Bukit Barisan” (Sumatera). Nah yang 2015 ini di beri nama Ekspedisi NKRI Koridor Nusa Tenggara, menjangkau dari Bali sampai Kupang. Tema kegiatan ini adalah Peduli dan lestarikan alam. Acaranya tuh melibatkan banyak komponen, seperti TNI, POLRI, Kementerian lembaga terkait, Pemda, Perguruan tinggi, Pecinta Alam, pramuka dan banyak lagi dari sipilnya. Nah gw waktu itu jelaslah masuknya sipil, dan bawa nama Organisasi Pecinta Alam MPPA”Carya Bhuana”.Tujuan ikut selain mencari pengalaman adalah, gw merasa ini kesempatan gw berkontribusi untuk Mapala gw yang dirasa sangat kurang waktu masih jadi mahasiswi, ditambah masa kuliah D3 gw hanya 3 tahun. Awalnya gw tahu ini juga dari senior Mapala gw yang uda pernah ikut ini ditahun 2013, mereka koridor Sulawesi. Dulu gw mau ikut, tapi nanggung karena mau wisuda dulu target 2014, akhirnya gw baru bisa daftar yang 2015.

Gw wisuda September 2014, sedangkan pendaftaran Ekspedisi ini di bulan Desember 2014. Setelah wisuda gw emang uda rencana mau daftar Ekspedisi semisal belum dapet kerjaan. Saat itu gw masi terlalu betah di Purwokerto, selama 3 bulan dari September-Desember gw cari kerja di Purwokerto. Wkwkwk…. Mulailah berasa beban, 3 bulan gw coba merantau, duit abis dan kerjaan blm dapet . Pas masuk Desember, mulailah gw iseng buka website Ekspedisi Nkri, mau lihat kira-kira gw bisa gak nih memenuhi persyaratannya. Karena pasti ada ribuan pendaftar yang mau masuk, sedangkan yang lolos dari sipil cuma ratusan. Setelah gw lihat, gw merasa gw bisa penuhi semua persyaratannya untuk seleksi online terlebih dahulu. Setelah seleksi online, masih ada seleksi selanjutnya, yaitu di Markas Kopassus, Batujajar, Bandung, sekaligus verivikasi berkas-berkas online. Ya waktu itu gw emang beneran mau ikut sih,… tapi daftarnya iseng-iseng berhadiah j, karena gak mau sakit ati kalo semisal gak lolos. Wajar sih sedih misal gak lolos, gw uda targetin ikut ini dari tahun 2013 soalnya. Disitu gw coba memenuhi surat-surat untuk seleksi online, mulai dari surat ijin orang tua, organisasi Mapala, dan surat kesehatan. Selain itu juga kita membuat artikel dan memasukan sertifikat apapun yang gw punya guna mendukung hasil dari pertimbangan hasil seleksi. Gw ngerasa disini selama ngurus berkas-berkas kaya dikasi jalannya, lancar banget gitu deh. Apalagi waktu minta surat kesehatan, di salah satu Rumah sakit besar di Purwokerto, gw masuklah sendirian nanya-nanya mau bikin surat kesehatan dimana yaa. Gw ditunjukin sama pegawai RS tersebut, dan sampai pada akhirnya gw ketemu Pak Dokter. Pas pak dokternya tau tujuan membuat surat keterangan sehat  gw karena mau ikut Ekspedisi NKRI, eh dibikinin langsung dengan cepat dan didoakan lulus seleksinya oleh beliau. Di gratisin pula… gw uda siapin uang padahal, karena setau gw bikin surat keterangan sehat di rumah sakit tuh bayar. Tapi kayanya si efek rumah sakit angkatan juga mungkin, hehe… ya pokonya bapaknya baiiik banget, padahal gak kenal gw. uda dilancarain, di doain pula. Alhamdulillah ya…

Pas pengumuman di bulan Januari 2015, posisi gw uda balik ke rumah, uda gak di purwokerto lagi. Suatu hari gw lagi main, tiba-tiba temen gw namanya Teh Dini (Ketua Srikandi) yang mengabarkan kalo gw lulus ekspedisi NKRI. Disitu gw percaya gak percaya sih… gila aja gw yang daftar tapi gw malah belum mantau hasil kelulusan. Akhirnya gw disuruh dateng sama teh Dini, ketempatnya. Disitu gw dibawa kerumah Bunda Ully Sigar Rusady. Gw agak minder sih, soalnya gw gak pake surat organisasi Srikandi Nusantara waktu itu. Gw bawa nama Mapala gw, MPPA “Carya Bhuana”. Bunda Ully mendukung gw dan 1 orang lagi namanya kak Lita yang juga lolos seleksi Ekspedisi NKRI 2015. Disana kita dikasih wejangan, alat-alat tulis, p3k, kaos-kaos,dan buku-buku tentang lingkungan. Gak nyangka sih bisa dibawa kesini, gak kepikiran gitu sampe segitu pedulinya ama gw, bocah baru lahir kemaren, baru kenal Bunda ully ketemu langsung.


Pokoknya dari awal pendaftaran, gw mau berterima kasih banget buat yang uda dukung dalam bentuk apapun, baik dari orang tua, Pak Dokter, Mppa “Carya Bhuana”, dan Bunda Ully selaku penanggung jawab dari Srikandi Nusantara dan teman-teman terdekat.


Pertengahan bulan Januari, seluruh peserta yang lulus seleksi online langsung dikumpulkan di Markas Kopassus Batujajar, Bandung. Peserta ini datang dari berbagai daerah yang ada di Indonesia, gak hanya di Jawa. Semua berkesempatan coy… Hampir semua datang sendiri-sendiri, dan mulai kenalan sampai akrab. Awalnya kita melanjutkan seleksi, dari wawancara, psikotes dan fisik. Alhamdulillah semua bisa dilewati bersama calon peserta Ekspedisi lainnya. Setelah lulus dari semua seleksi, kita dilanjutkan dengan jadwal pembekalan.


Pembekalan baik berupa materi maupun fisik sekaligus mengaplikasikan materi yang diberikan. Lokasi pembekalan kita berada di Situlembang, Bandung. Disana memang sudah biasa jadi lokasi pelatihan untuk militer. Kegiatan kita dimulai dari pagi buta, hingga malam hari, super sibuk tapi itu seru sih. Latihan, apel, belajar, latihan, apel dan belajar lagi. Itu saja yang kita lakukan selama masa pembekalan. Kita di latih bagaimana melakukan penyebrangan danau, masuk ke hutan untuk belajar Ilmu medan peta kompas, SAR, Survival. Bagian ini adalah hal yang harus dipelajari seluruh peserta dari berbagai tim, Karena kita akan diturunkan di lokasi yang belum pernah kita datangi baik hutan, gunung, laut, danau desa atau kampung adat. Ilmu tadi adalah hal yang krusial, memikirkan harus bisa safety selama berkegiatan dilapangan. Selain itu kita belajar teori tentang masing-masing bidang yang akan kita ambil selama ekspedisi. Jadi di ekspedisi ini kita dibagi menjadi beberapa tim. Tim Kehutanan, tim flora fauna, tim sosial budaya, tim potensi bencana dan tim pengabdian masyarakat.





Gw masuk di tim Flora fauna. Selama pembekalan kita diberikan teori flora fauna, bagaimana cara tim flora fauna nantinya bekerja di lapangan, dan juga langsung melakukan latihan pengaplikasian materi pembekalan. Selama pembekalan, hampir seluruh pelatih dan pengisi acara benar-benar memotivasi kita untuk kegiatan ekspedisi ini, dan selalu di ingatkan untuk selalu safety prosedur, keselamatan yang utama, keselamatan yang utama. Kita juga sedikit belajar tentang cara memberi sandi pada helikopter atau pesawat saat meminta pertolongan dari bawah. Usia pembekalan, ada beberapa peserta yang mulai drop. Wajar sih efek dimana dalam satu hari, selama 2 minggu, pagi sampai malam kita diterpa cuaca yang sangat dingin sampai bisa tiba-tiba panas, lalu mendadak dingin lagi. Tapi untungnya semua itu bisa diatasi, dan seluruh peserta sehat kembali dan siap untuk diberangkatkan ke masing-masing lokasi kami bertugas.


Pemberangkatan peserta dibagi beberapa kloter, dikarenakan jumlah peserta yang banyak dan perbedaan lokasi yang memang tersebar dari Bali hingga Kupang. Nah gw kebagian di subkorwil Ende-Flores. Gw gak tau sih bagaimana bisa ditaro di Flores. Mungkin ini Kombinasi berbagai karakter peserta yang ditentukan dan dinilai dari hasil psikotes dan tes fisik kemudian disesuaikan untuk masing-masing lokasi yang bisa jauh berbeda budaya dan lingkungannya. Kita semua diantar dengan pesawat besi milik TNI atau biasa disebut pesawat Hercules. Super gede sih, ini pertama kalinya gw naik pesawat dan cukup sedikit tegang. Paling tidak, setelah gw merasakan pesawat ini, gw bisa lebih tenang kalo naik pesawat komersil… hehe ngerti lah ya maksudnya…. Penerbangan dari Bandung hingga Maumere memakan waktu kurang lebih 4 jam dengan transit di Bali sebentar.


Gw bersama seluruh Tim Ende, setibanya di bandara Maumere sore hari, kita sudah disediakan mobil untuk melanjutkan perjalanan ke kabupaten Ende, yang cukup lumayan jauh. Tim tiba di Ende sudah malam, gw lupa sih jam berapanya. Ingetnya udah malam, kita apel sebentar dan langsung istirahat. Selama Ekspedisi kita melalukan berbagai rutinitas yang intinya hampir sama aja selama 4 bulan, hanya saja berbeda lokasi. Gw kasih gambaran singkat aja ya. Minggu kita biasanya briefing dengan tim inti, kita mau kemana, ngapain aja, lalu di konfirmasikan ke Wakil Komandan (Wadan) tim Ende. Wadan itu penggantinya Komandan tertinggi di masing-masing Subkorwil. Kalo uda dapet persetujuan Wadan, barulah kita berangkat hari senin ke lokasi. Biasanya senin sampai di lokasi kalo masih pagi, kita langsung bersapa dengan lingkungan sekitar, survey dan tanya-tanya juga tentang flora fauna yang khas di lokasi tersebut. Biasanya kita tinggal di lokasi tersebut selama 1 minggu. Selasa sampai jumat, kita semua turun kelapangan mendata flora fauna yang ada di lokasi, dan jika flora fauna itu memang tidak langka, biasanya kita mengambil sampel untuk dibawa pulang. Sampel-sampel itu kita awetkan, untuk flora namanya diherbarium dan fauna diawetkan saja. Lokasi yang didatangi sangat mempengaruhi cara kita menemukan flora fauna. Semisal kita memang berada di kawasan pegunungan, ya kita harus naik gunung. Semisal lokasi kegiatan kita di daerah pesisir, kita harus susuri pantai dan ke tengah laut. Hari jumat sore biasanya kita pulang kembali ke posko utama kita di Ende. Sabtu kita menyelesaikan pengawetan sampel dan membuat laporan kegiatan selama 1 minggu. Laporannya berupa laporan kegiatan, laporan data penelitian dan artikel. Hari minggu kita harus kelar dan menyelesaikan itu semua. Biasanya untuk mempersingkat waktu kita selama satu minggu sudah nyicil membuat laporan perminggunya. Setiap minggu pagi kita juga pasti apel dan olah raga. Malam sebelum tidur dan pagi sebelum kegiatan, kita selalu melakukan apel. Selama 4 bulan di Flores, kita berpindah kecamatan ataupun kabupaten setiap minggunya. Kadang menggunakan motor, kadang truk.



Selain mencari dan mendata flora fauna yang ada disana, kita juga sibuk mengadakan pameran apa aja yang kita temui untuk diperlihatkan kepada pejabat Ekspedisi yang ingin melihat hasil kegiatan kita sementara. Tim Ende ini juga sempat didatangi Komandan kopassus 2015 dan Ibu Puan Maharani selaku Menteri, pada moment hari Pancasila. Dikarenakan Ende merupakan salah satu tempat bersejarahnya Indonesia, yaitu Lahirnya Pancasila oleh Bapak Ir. Soekarno yang memang pernah diasingkan di Kabupaten Ende pada masanya. Untuk cerita lebih serunya, gw uda buat ni perwakilan lokasi yang gw datangi selama ekspedisi, kalian bisa baca ini ya…
  1. Jejak Kata pada Kota Kelahiran Pancasila
  2. Jejak Kata pada Kampung Adat Bena
  3.  Jejak Kata pada Pesona Danau Kelimutu
  4. Jejak Kata pada 17 Pulau Riung
  5. Jejak Kata pada Gunung Inerie

Usainya kita melaksanakan ekspedisi, Juni awal setelah upacara Hari Pancasila, di masing-masing subkorwil mulai merapihkan semua hasil ekspedisi untuk dibawa pulang kembali ke Jakarta. Seluruh tim dari berbagai Subkorwil dikumpulkan terlebih dulu di Labuan bajo kabupaten Manggarai, Flores. Disana kita diberi tugas untuk memberikan dan menjelaskan apa yang didapat selama ekspedisi kepada Tim ahli dari masing-masing bidang, kemudian kita juga melaksanakan upacara penutupan Ekspedisi NKRI 2015 di Labuan Bajo ini. Asyiknya… usai semua selesai dilaksanakan, kita diberi hadiah jalan-jalan ke pulau Komodo. Sumpah sih gw adalah salah satu anak yang kegirangan juga.Sebelum itu pun, kita khusunya perempuan-perempuan setibanya di Labuan bajo diberi tempat tinggal yang terenak dan ternyaman selama ekspedisi, yaitu hotel… wkwkwk gw sama temen gw juga bisa dibilang mendadak norak, mungkin uda mulai lelah dengan lokasi ekspedisi kita selama ini yang lebih sering tidur di lantai bermodalkan matras. Pas masuk kamar hotel, kegirangan banget! akhirnya punya kamar, ber-ac, kamar mandi ada air panas dan dinginnya.. sumpah sih itu norak banget. Hihihi…. Disisi lain untuk peserta yang cowok beda dengan kita, mereka tinggal dengan mendirikan tenda-tenda, bahkan toilet mereka buat sendiri. Jadi antara seneng dan gak enak heuheu…. Ada ikut sedih pasti, mereka biarpun laki-laki tapi uda bagian dari tim kita selama 4 bulan, terus klo mereka kesusahan yang cewe-cewe sedih juga sumpah. Oh iya untuk cerita jalan-jalannya di Pulau Komodo bisa baca di sini ya… Jejak Kata pada pesona Pulau Komodo



Nah setelah beresnya kegiatan semua sampai upacara Penutupan, akhirnya kita kembali ke Jakarta, semua naik pesawat Hercules lagi secara bergantian dari Bandara Labuan Bajo. Kita semua dikumpulkan di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur. Disana juga ada apel penutupan seluruh peserta ekspedisi. Berfoto-foto ria sebelum semua mencar pulang ke rumah masing-masing.


Apa yang didapat selama ekspedisi???
Semua tergantung dari tujuan dan persepsi si peserta yang daftar. Kalo gw… gw merasa dapet pengalaman banyaaaaaaaakk banget (umum sih)… namanya ekspedisi, mendatangi lokasi yang belum pernah didatengi, rasa was-was terhadap sesuatu yang terjadi kemungkinan buruk selalu ada selama di lapangan. Flores… dimana budaya sangat jauh dengan yang ada di pulau Jawa. Bahasa, budaya, keanekaragaman hayatinya membuktikan bahwa Indonesia memang Bhineka Tunggal Ika, bukan sekedar slogan. Pembentukan karakter dengan langsung turun kelapangan juga salah satu cara belajar hidup mandiri, siap menghadapi tantangan, dan menyelesaikan tugas dengan baik dimanapun berada. Semua itu bisa berjalan lancar dengan membuka pikiran dan memakai hati selama berkegiatan dilapangan bersama Tim. Percayalah pengalaman hidup gak akan terbayar dengan uang. Mendapatkan keluarga baru pun tak terbayarkan dengan apapun.

Salam Ekspedisi…

Bye…bye…









0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Review Bulu Mata Palsu dari Blink Charm

Halo… Saya Arin. Kalian pernah gak, pakai bulu matu palsu tapi dikira bulu mata asli atau dibilang pakai eyelahs extention sangking...