Gw punya hobby travelling dan bermain make-up. Dari kecintaan tersebut akhirnya gw memutuskan berbagi cerita travelling dan membahas make-up favorit, lewat blog yang gw buat bertemakan "Fun Beauty Traveler".

Total Tayangan

Selasa, 04 April 2017

Haloo.. Gw Arin…

Jejak gw pernah tertinggal di sebuah kampung adat. Kampung adat Bena namanya. Ada yang pernah mendengar? Ini uda jadi wisata langganan turis asing loh. Katanya sih yang sering datang itu turis dari Belanda, Jerman dan Italia. Sebenernya kampung adat Bena ini bukan tempat wisata, tapi memang asli kampung adat megalitikum yang masih ada dan dijaga terus kelestariannya. Karena pesona kampung adat ini cukup menarik wisatawan datang, akhirnya mereka lama-lama terbiasa kampungnya didatangi wisatawan baik lokal maupun asing. Bahkan jadi bisa membuka kesempatan warga kampung adat ini untuk dapat penghasilan tambahan dengan menjual tenun dan pernak-pernik lainnya hasil buatan mereka sendiri.

Kampung Adat Bena

Kampung adat Bena ini berada di Indonesia bagian tengah, pulau Flores, Kabupaten Ngada. Untuk menuju kesana memang masih harus pakai kendaraan pribadi. Motor bisa, mobil juga bisa kok. Jalur yang dilewati sangat sejuk karena memang dikawasan lereng gunung, gunung Inerie namanya.

Bersama tim foto dari sisi selatan Kampung Adat Bena

Kampungnya terdiri dari kurang lebih 40 rumah, berjejer dan berhadapan memanjang dari utara ke selatan. Dan pintu masuknya hanya dari pintu utara. Di bagian selatan kampung, ada pemandangan pegununngan dan tebing terjal.  Ditengah kampung adat tersebut, terdapat lapangan yang berisikan beberapa bangunan yang biasa disebut “Bhaga” dan “Ngadhu”. Biasanya dipakai untuk acara-acara adat seperti pernikahan. Mereka juga masih punya tradisi acara syukuran atau pesta adat yang pasti selalu memotong kerbau. Dan biasanya tanduk kerbaunya disisakan untuk dipajang di depan rumah pemilik acara dan menjadi tanda kalo pemilik rumah, pernah mengadakan pesta adat. Misal ada seorang warga kampung adat Bena membangun rumah, mereka juga harus adakan acara adat dan potong kerbau. Kalo kita biasa bilang sih sebagai syukuran rumah baru.

Tanduk Kerbau sisa Pesta Adat Bena

Mata pencarian mereka juga dari ladang dan tenun. Tenun yang mereka buat sendiri punya motif ciri khas sendiri loh, yaitu motif kuda. Gw saat itu disana cuma beli kalung buatan tangan seorang bapak tua. Kalung ini liontin dari kayu yang biasa dipakai oleh pawang ular. Nah akhirnya gw memutuskan untuk membeli kalung tersebut. Sebenernya karna gw suka aja modelnya klasik dan natural banget. Tali kalungnya aja hanya terbuat dari benang yang biasa dipakai buat tenun, sama bapak di pelintir dari berbagai macam warna, jadi keliatan bagus walaupun hanya sekedar benang. Unik deh…

Di depan Tenun buatan masyarakat Kampung adat Bena

Kalung yang dibeli di Kampung Adat Bena

By the way, di kampung adat ini karena berada di lereng gunung Inerie, jelas banget dong pemandangannya. Dan itu jadi pelengkap yang pas dari keindahan kampung adat ini. Keberadaan kampung adat di lereng gunung juga merupakan ciri khas masyarakat lama pemuja gunung sebagai tempat para Dewa. Menurut penduduk kampung ini, mereka masih percaya adanya Dewa yang bersinggahsana di Gunung Inerie. Penduduk kampung menamakan “Yeta” untuk Dewa tersebut yang juga dipercaya selalu menjaga kampung adat mereka.

Pemandangan dari sisi selatan Kampung Adat

Gunung Inerie di balik Kampung Adat Bena

Kesan gw pada kampung adat ini, wow banget sih. Warganya super ramah. Open minded juga loh yang artinya menjadikan mereka mau terbuka dengan pendatang, tapi masih tetap di garis aturan adat mereka. Hebat aja, mereka di jaman modern ini uda tahun 2017 loh, masih bisa hidup tradisional banget dan bangga dengan adat mereka. Mereka akan terus melestarikannya. I love this… so yes, hargai cara mereka hidup. Agar tetap lestari kelangsungan hidup yang super natural ini. Ini salah satu keunikan Indonesia.

Bersama penduduk Kampung Bena

Nenek yang malu diajak selfie

Anak Kampung Bena

Ya memang kan arti bisa hidup bahagia bagi setiap orang itu relatif banget. Kaya misalnya nih gw nulis di blog aja gak dapet apa-apa. Cuma ada rasa kebahagian tersendiri ketika tahu banyak pembaca yang bisa menikmati tulisan gw. terima kasih loh buat lo yang sekarang lagi baca.

Okedeh segitu aja jejak kata gw pada pesona kampung adat Bena ini ya.
Eh iya, gw juga sempetin waktu loh buat mendaki gunung Inerie tadi. So, ditunggu aja ya jejak kata gw di gunung Inerie..

Saat pendakian di Gunung Inerie

Pemandangan dari atas Gunung Inerie

Terima kasih banget sekali lagi untuk kalian yang uda baca, kalo lo suka boleh banget untuk dishare. Kalo ada yang ingin ditanya atau punya cerita yang sama, komen ya dibawah.


Bye… bye…

Popular Posts

Morning Skincare Routine ( Kulit Sensitif )

Haii,,, udah lumayan lama gak nulis. Akhirnya saya memutuskan untuk menulis lagi tentang skincare. Kali ini saya mau sharing khusus mor...