(Konten Blog : Mountaineering & Beauty)

Total Tayangan

Sabtu, 05 Januari 2019


Haiii… Apa kabar? Saya Arin.


Kali ini saya ingin menuliskan kegiatan dari Survival Camp 2018 yang baru saja saya ikuti, sekaligus menyebarkan sedikit banyak ilmu yang saya dapatkan. Survival camp 2018 ini diadakan langsung oleh Eiger Adventure (Eiger event) pada tanggal 21-23 Desember 2018 di Leuweung Tengah, Bandung, Jawa Barat. Event ini sesuai dengan judulnya, seluruh peserta yang lolos seleksi diberikan materi dan latihan langsung tentang bagaimana Survival di gunung hutan.


Tujuan kegiatan ini pun salah satunya adalah menyebarluaskan rasa tanggung jawab atas ilmu yang telah diketahui untuk dibagikan kepada para pendaki yang belum memiliki basic kepencinta Alaman. Seperti kita ketahui cukup banyak pendaki jaman sekarang yang hanya mendaki gunung tanpa persiapan matang. Nah, salah satu penyebab keadaan darurat yang mengharuskan kita survival itu adalah dari kurangnya persiapan/manajemen perjalanan yang matang.


Survival itu berasal dari kata survive, yang berarti bertahan hidup dari keadaan darurat oleh suatu sebab. Kemauan yang besar untuk terus hidup sangat penting bagi survivor. Biasanya survivor akan dihadapkan pada kondisi ketakutan, cemas, panas, dingin, kehausan, kelaparan, lelah, jenuh dan kesepian. Sikap tenang dan sabar adalah kunci utama survivor untuk bisa keluar dari keadaan darurat tersebut. Jadi survivor akan lebih bisa mengontrol, bagaimana survivor berusaha dan bertahan hidup. Dengan mempelajari dan melatih diri untuk survival berarti bahaya dalam sebuah perjalanan, sebenarnya tidaklah perlu ditakuti lagi, tapi justru diantisipasi.


Seluruh peserta Survival camp 2018 ini, selama 3 hari 2 malam diberikan ilmu tentang lima kebutuhan dasar dalam survival oleh para pelatih langsung dari EAST (Eiger Adventure Service Team) dan Wanadri yang baik-baik bangeeeett, gak pelit ilmu pokoknya. Lima kebutuhan dasar yang diperlukan survivor saat menghadapi kondisi survival ialah :

  1. Perlengkapan pendukung (Pisau bilah / golok tebas)
Pisau bilah seperti yang kita ketahui sangat umum untuk dipakai dalam keseharian seperti memotong, menusuk khususnya untuk masak. Nah pada kondisi Survival kita sangat membutuhkan alat bantu ini. Makanya disarankan untuk membawanya ketika bermain di Gunung hutan. Untuk membuka jalur jika tersesat pun membutuhkan berupa golok tebas.

Pada materi ini dikenal dengan Survival Knives yaitu pisau yang dapat membantu kegiatan manusia dalam penyelamatan diri atau kelompok, khususnya dengan sesuatu yang bisa mencelakakan diri atau kelompok. Fungsi dasar Survival knives ialah : dapat memotong, membelah kayu, menggali, menyiapkan makanan, alat bantu bikin api, alat pukul, membela diri dan pengganti obeng.

Panjang bilah pisau survival rata-rata 10cm sampai 20cm. Lebar bilah 3,5cm sampai 5cm dan tebal 3,5mm sampai 5mm. Ukuran tersebut merupakan ukuran ideal untuk penguasaan tubuh manusia. Sedangkan ukuran handle disesuaikan dengan genggaman tangan masing-masing. Biasanya handle dibuat dengan ukuran 10cm sampai 12cm.

  1. Makanan
Ternyata lapar merupakan ancaman psikologis terbesar loh dari pada ancaman fisik. Meskipun sebenarnya kita masih bisa berjalan jauh selama sebulan tanpa makan, tapi kita pasti akan kurang bisa berpikir lebih jernih. Makanan juga diperlukan tubuh untuk menghasilkan energi dan menjaga agar panas tubuh tetap konstan. Juga berperan untuk melawan penyakit. Banyak tumbuhan dan hewan di hutan yang bisa dimakan.

Ciri umum tumbuhan yang bisa dimakan yaitu : a. Bagian yang paling muda (pucuk/tunas), b. Tumbuhan yang tidak mengandung getah, c. tidak berbau busuk, d. Biasanya bisa juga dimakan mamalia. Tumbuhan yang bisa dimakan itu seperti palem, honje, jahe, pandan, kisilet, marasi, jantung pisang, paku-pakuan, pucuk rasamala, puspa, poh-pohan, selada air, begonia, harendong pohon, liana. Untuk gambar tumbuhan, kamu bisa search sendiri ya di google hehe… Karena kebanyakan gambar nanti jadi loading webnya takut lama juga loh buat kamu para pembaca.


Biasanya untuk memastikan tumbuhan/buat bisa dimakan atau tidak, kita bisa tes dulu dengan cara : 1. Oles sedikit di tangan, diamkan beberapa menit. Jika tidak ada reaksi panas, bisa lanjut ke 2. Oles ke bibir, diamkan beberapa menit. Jika tidak panas dan gatal lanjut ke 3. Oles ke lidah dengan cara yang sama. Setelah kita tau aman dan siap bisa dimakan, makanlah dengan jumlah sedikit-sedikit untuk menghindari keracunan dan penyesuaian pencernaan perut kita ya beb.


Untuk makanan yang berasal dari hewani, kamu bisa menangkapnya dengan membuat trap atau jebakan.

  1. Air
Inget gak, pelajaran IPA jaman SD? Dikatakan bahwa manusia mengandung 80% air dari seluruh tubuhnya. Jelaskan yah, air adalah substansi dasar kehidupan manusia. Tanpa air, rata-rata manusia hanya mampu bertahan tiga hari meskipun memiliki makanan yang cukup. Seperti kekurangan makanan, kurangnya air sangat bisa menjadi bahaya terbesar yaitu faktor psikologi.

Pada saat survival, minumlah jika haus. Jangan langsung diteguk, kemutlah dimulut dan telan perlahan. Carilah pula daerah yang teduh y, untuk mengurangi keluarnya keringat. Bekerja dengan santai dan jangan merokok. Jangan minum alkohol serta makanlah yang secukupnya.
Sumber air bisa didapatkan dari mata air, sungai, selokan dan genangan. Selain itu, air bisa didapatkan juga dengan cara :
a.       Jika hujan, tampunglah air hujan dengan wadah apapun yang kamu miliki.
b.      Carilah padang rumput atau vegetasi lainnya yang mengandung air. Ikatkan kain bersih di sekitar lutut. Sambil berjalan, titik air akan terserap kemudian bisa diperas dan ditampung. Untuk tumbuhan lainnya yang mengandung air bisa berupa rotan, lumut, kantong semar atau akar gantung.
c.       Bisa juga dengan cara kondensasi.


  1. Tempat perlindungan (Bivak / shelter)
Bivak atau shelter dibuat dengan maksud untuk survivor bisa berteduh, perlindungan dari dinginnya angin dan hujan serta tempat peristirahatan atau bermalam. Bivak bisa dibuat dari ponco yang kita bawa ataupun juga bisa banget dari bahan-bahan yang sudah ada di alam.


Untuk bivak alam, bahan-bahannya pun bisa dipilih tergantung kita mau stay berapa lama di sana. Seperti jenis batang pohonnya, carilah yang lebih kokoh dan kuat jika ingin stay beberapa hari. Ukurannya pun disesuaikan dengan jumlah orang. Kalo sendirian ya gak perlu bikin besar-besar kan… biar hangat juga.


Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat akan membuat bivak, yaitu :
a.       Lokasi jauh dari pohon mati atau akan tumbang
b.      Jauh dari jalur binatang, kamu bisa cek dulu ada gak bekas-bekas jejak kaki hewan
c.       Pastikan lokasi, bukan jalur air. Jika terkena hujan, air tidak akan menggenang.
d.      Syukur-syukur bisa dapet lokasi yang dekat dengan sumber air
e.      Lokasi jauh dari hembusan angin yang kencang


  1. Api
Api bisa menjadi sahabat para petualang untuk memasak makanan dan minuman, menghangatkan tubuh, mengusir binatang buas, membuat tanda darurat dan juga penerangan di bivak. 3 unsur pembuatan api ialah panas, udara dan bahan bakar. Jika salah satunya tidak terpenuhi, maka tidak akan ada api.

Dengan membuat alat bantu seperti pada gambar, kamu akan jauh lebih mudah untuk menggosokan antara kayu dengan kayu untuk membuat bara. Pastikan seluruh bahan sudah siap sedia. Dengan sudah ada baranya nanti kita bisa meniupkan perlahan untuk menyebarluaskan panas bara ke bahan bakar lainnya, seperti serutan kayu, ranting-ranting hingga bisa membakar kayu.



Oke baiklah sedikit banyak materi di atas tentang survival di dalam hutan, semoga bisa bermanfaat ya. Pada kondisi darurat, survivor dihadapkan pada dua pilihan loh, yaitu bertahan hidup atau mati!. Kebutuhan yang paling penting dalam survival adalah segera menerima kenyataan kondisi dan situasi yang terjadi dan segeralah bertindak. Oleh karena itu informasi pengetahuan survival sangatlah penting untuk menambah keyakinan diri. Pokoknya mah yang pertama harus diingat adalah “Jangan takut dan panik”. Sadar kondisi atau ancaman yang akan terjadi, dapat membantu kita mengenali kondisi survival, kemudian akan membantu pula untuk membuat rencana dalam menghadapi dan mengatasi permasalahan.

Tim 10 Survival Camp 2018 :
Arin (MPPA "Carya Bhuana)
Jule (Gemapala)
Winni (Tapak Giri)
Risna (Mapalasuraung)
Dini (Giriraya)

Pengetahuan survival bukan berarti kita berharap itu terjadi. Justru kita bisa mengantisipasi segala kecelakaan apapun yang memaksa kita untuk survival dengan cara membuat perencanaan dan persiapan yang matang pada setiap perjalanan yang akan dilakukan. Pemahaman berbagai keadaan berbahaya dan teknis penanganan harus ditanamkan pada penggiat alam terbuka. Jika seseorang tersesat di gunung tanpa pengetahuan lengkap mengenai teknik hidup di alam bebas, besar kemungkinan ia akan bergerak membabi buta karena panik sehingga terjepit pada situasi kritis yang dapat menyebabkan kematian.


Ok thank you banget buat yang sudah baca, semoga bisa berguna. Boleh banget dishare ke temen-temen kamu yaa…


Bye.. bye…

Popular Posts

Teknik bertahan Hidup di Dalam Hutan (Survival Camp 2018)

Haiii… Apa kabar? Saya Arin. Kali ini saya ingin menuliskan kegiatan dari Survival Camp 2018 yang baru saja saya ikuti, sekaligus m...