(Konten Blog : Mountaineering & Beauty) Instagram & Facebook : @Dwiariyuni

Total Tayangan

Jumat, 13 Maret 2020


Haiii… Saya Arin.


Saya adalah seorang introvert. Dimana introvert merupakan kepribadian yang ternyata bersifat genetik dan memiliki hubungan dengan yang namanya dopamin. Dopamin berperan dalam pusat penghargaan atau reward di dalam otak kita. Orang introvert memiliki tingkat sensitifitas terhadap dopamin yang tinggi. Jika ada stimulasi dikit saja terhadap kenaikan dopaminnya, orang introvert ini sudah bisa merasa cukup bahagia. Tidak butuh stimulasi eksternal atau dari luar terlalu banyak lagi seperti orang Extrovert.

Nah, dari teori di atas jelas bahwa seorang introvert lebih cepat bahagia dengan hal-hal yang sederhana dan tidak ekspresif. Ciri khas seorang introvert yang terlihat jelas ialah  tidak suka berada di keramaian, justru dengan berada di keramaian, energi akan terasa lebih cepat habis. Energi habis itu seperti yang dirasa jadi capek, pusing bahkan mual. Biasanya ketika sudah merasa lelah, dia hanya ingin diam, bukan berarti tidak suka dengan orang-orang yang ada di sekitarnya. Kemudian bisa langsung menyendiri atau mencari tempat yang lebih sepi untuk merecharge energinya lagi. Tapi sayangnya, diamnya seorang introvert ini suka disalah artikan seperti sebagai orang yang pemalu, pendiam, bête an, ansos, kuper, aneh juga membosankan. Bahkan tidak sedikit yang menganggapnya berbahaya dan menakutkan, karena sifatnya introvert yang kurang ekspresif. Padahal gak begitu… hmm…

Dalam bersosialisasi, bisa jadi seorang introvertlah yang ajak bicara lawan duluan, tapi biasanya hanya sekedar kenalan pada sebuah acara atau apapun dimanapun. Pemalu dan pendiam itu hanya sifat bagian dari softskill yang kurang, jadi siapa saja juga bisa jadi pemalu termasuk orang ekstrovert dan ambivert. Biasanya teman-teman terdekat seorang introvert memang bisa dihitung dengan jari. Karena mereka cukup memilih teman. Untuk benar-benar menjadi teman yang bisa dekat dengan seorang introvert, harus nyambung dalam hal topik pembicaraan dan juga kenyamanan saat berbincang. Topik bicara seorang introvert lebih deep, berat, lebih mendalam, seperti tentang kehidupan, politik, teori-teori. Sangat tidak suka basa-basi, apalagi membicarakan juga merendahkan orang lain. Biasanya teman bicaranya, hanya satu atau dua orang saja dan itupun topik pembicaraannya lebih ke masalah pribadi masing-masing kita, bukan orang lain yang gak ada di lokasi saat kita bicara. Alias anti banget ghibah deh.

Jadi memang seorang introvert akan lebih terbuka dengan orang-orang yang sudah dekat, bahkan bisa iseng dan bercanda lebih gila lagi. Nah dari sini kadang introvert juga suka dibilang bermuka dua. Kesel sih heuheu… Btw, dengan sifatnya yang cukup memilih teman, introvert ini termasuk dikategorikan orang yang setia kawan. Dia merasa kualitas pertemanan jauh lebih penting dibanding dengan kuantitas.

Introvert ialah seseorang yang berpikir lebih dahulu sebelum ia berbicara. Jadi lebih tenang dan tidak ekspresif dan bikin orang penasaran bahkan cukup sering menimbulkan salah paham. Walaupun sekali bicara ngagetin atau sedikit menyakitkan, setidaknya ia merasa hal itu perlu disampaikan dan memang penting, bukan membicarakan hal yang sia-sia. By the way, seorang introvert ini memang lebih lancar komunikasi dalam menulis dibanding berbicara. Biasanya di dalam otak ada banyak yang ingin dibacarakan, tapi saat berbicara saya cukup lambat atau sering keselibet gitu.

Seorang introvert memang jelas lebih mementingkan pada internal fillings, sering bermonolog alias berbicara dengan diri sendiri seperti instropeksi diri. Di lingkungan ia adalah pengamat yang baik dari hal-hal yang paling sederhana tapi detail dan mendalam. Bahkan orang lain belum tentu memikirkannya. Biasanya introvert memang lebih fokus terhadap hal yg bersifat psikis daripada fisik.

Introvert juga memiliki kepribadian yang mandiri dan independent. Sesimpel makan sendiri di pusat perbelanjaan sendirian. Nonton bioskop atau belanja sendirian sama sekali tidak merasa bermasalah atau kesepian. Justru terkadang jika memang sedang ingin sendirian ya memang lebih enjoy sendirian dibanding harus terlalu rame-rame. Kalo saya ingin ke coffee shop sendiri, itu adalah bagian dari moment buat recharge energi alias mencari semangat saya saja, mencari ide-ide kreatif saya juga dalam menulis blog ini. Bahkan saat liburan, saya pun lebih memilih tempat yang bukan wisata banget, saya cukup menghindari tempat yang sudah terkenal. Nah, dari sini kadang introvert yang terlihat lebih private ini, suka dibilang sombong, padahal enggak sama sekali. Balik lagi, dengan berada di keramaian justru energinya akan lebih cepat habis. Jangan heran kalo lagi rame, awalnya saya seru tiba-tiba jadi diem. Bukan marah dengan siapapun, hanya memang sudah terasa lelah. Saya bahkan pernah mual di pusat perbelanjaan yang sangat penuh karena momen mau lebaran.

Introvert paling sebel kalo dibilang “ Eh diem aja dari tadi, ngomong dong!” kenapa sih kita kesel??? Ya di saat saya gak bermasalah dari tadi dengarin dia ngomong apa aja, tapi kok dia bermasalah banget kayanya kalo saya belum mau bicara. Padahal nanti juga saya bicara kalo memang dirasa ada yang perlu dibicarakan. Heuheu…


2 komentar:

  1. Tambahan : Introvert itu lebih cerewet di chatting. Aslinya kalo ketemu orang banyak diam nya.. Ya begitulah introvert. Harus di syukuri aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo untuk dirimu yang trnyata kaum minoritas juga, yaitu introvert. hehe

      Hapus

Popular Posts

Beberapa Jenis Lip Produk dan Fungsinya

Halo beauty enthusiast, Saya Arin. Kali ini saya mau sharing beberapa jenis lip produk yang saya miliki dan juga akan menjelaskan fu...