Random Talk #12 : Relationship

 

Sumber gambar : id.pinterest.com

Hai, saya Arin.

Disclaimer dulu, saya menulis ini bukan untuk menyebutkan nama mantan pasangan saya atau pasangan saya yang sekarang. Saya juga tidak akan bercerita bagaimana perjalanan relationship saya selama ini. Tapi tulisan ini lebih ke obrolan, opini pribadi saya tentang Relationship itu sendiri. Overall opini saya memang berdasarkan pengalaman pribadi.

Arti sebuah relationship, bagaimana menjalankannya setiap pasangan sudah tentu beda-beda. Kesepakatan antara kedua orang ini berbeda-beda. Prinsip yang dibuat pun pasti berdasarkan pengalaman pribadi mereka juga. Dan jangan heran kalo tiba-tiba kadang prinsip mereka berubah. Biasanya kemungkinan besar bukan dipengaruhi pendapat orang lain, tapi beneran yang mereka alami sendiri. Cara pandang akan berubah, biasanya dan harusnya bisa jadi jauh lebih baik dari pengalaman yang telah terjadi.  Semakin muda seseorang menilai relationship semakin simple karena pengalamannya yang belum ada sama sekali, dan semakin tua menilai relationship juga semakin simple karena pengalamannya yang semakin banyak. Nah masa-masa melewati kegagalan sebuah relationship itu yang berat, menilai arti relationship terkadang ngaco, kemana-mana bahkan sampai ada yang tidak percaya lagi dengan relationship itu sendiri. Saya pun pernah sedikit hampir tidak percaya lagi dengan relationship. Tapi karena fondasi saya dalam agama di Islam, saya berusaha selalu positif thinking terhadap Allah SWT, karena janji-Nya akan manusia yang diciptakan berpasang-pasangan.

Pada akhirnya saya menilai relationship adalah hubungan tertinggi antar manusia, untuk bisa saling mencintai setulus mungkin. Relationship itu ada karena kedua orang yang mengaku saling menyukai, menyayangi, mencintai dan adanya saling rasa nyaman pastinya. Kita bisa saja suka sama seseorang, tapi orang tersebut tidak suka balik… begitupun sebaliknya. Nah, dari situ biasanya akan ada yang berjuang dan diperjuangkan. At the end ada yang akhirnya jadian, ada juga yang tetap gak bisa. Sedangkan bagi saya, entah mungkin karena saya sebagai perempuan, saya tidak akan memaksakan atau menahan seseorang yang memang tidak mencintai saya. Saya tidak akan perjuangkan itu. Karena hubungan yang dipaksakan akan menghasilkan toxic relationship.

Relationship goals menurut saya adalah ketika mereka saling mencintai setiap waktu, sampai di saat masing-masing dari mereka tidak disukai oleh banyak orang bahkan dirinya sendiri. Sifat saling menerima ini adalah bentuk nothing to lose seseorang untuk selalu mengasihi dan memberi. Kemudian mereka akan selalu bisa melewati masa apapun yang terasa berat, sekalipun hanya beda pendapat. Toh, kita sendiri pasti pernah kan berbeda pendapat dengan orang tua, tapi karena hubungan anak dan orang tua yang gak akan pernah putus gimana pun juga, pada akhirnya saling menerima seumur hidupnya. Nah, ini juga yang biasa disebut bagian cinta dalam keluarga. Nothing to lose di dalamnya, sifat menerima, sifat berserah membuat hubungan sebuah keluarga tetap baik. Bahkan semakin banyak masalah yang dilewati dan mampu saling mencari solusi, jalan tengah, hubungan keluarga ini akan semakin solid. Begitu juga relationship terhadap pasangan. Kuncinya adalah perasaan positif, mau terus belajar dan kemudian tumbuh bersama pada akhirnya.

Saya belajar dari diri sendiri, yang pada awalnya dulu saya memiliki sifat lumayan ribet, lumayan kaku, lumayan gampang ilfil kalo gak suka sedikit terhadap satu hal dari seseorang. Pada akhirnya dari pengalaman yang ada, saya dipaksa dibentuk dengan pemikiran “oh tidak begitu, orang akan punya pandangan sendiri berdasarkan pengalamannya. Akan ketidaksempurnaan seseorang, membuat saya berpikir, saya tidak bisa memaksa kehendak seseorang harusnya begini atau begitu.” Jangan berharap seseorang berubah karena kamu, tidak mungkin dan tidak akan bisa kalo mereka sendiri tidak merasakan apa yang sedang terjadi, tidak merasakan apa maksud dan tujuan masalah ini ada. Mereka akan berubah setelah berpikir lebih dalam lagi dan itu karena pikirannya sendiri.

So begitu pada relationship, kita gak bisa menuntut banyak hal pada pasangan. Ketika kamu berusaha atau memaksa merubah pasangan kamu, sebenarnya kamu belum sadar bahwa kamu tidak benar-benar mencintainya. Saya berpikir simpel, ketika kamu belum bisa menerima perbedaan orang tersebut, atau sebaliknya… Yah sudah ini belum waktunya kamu bertemu dengan pasangan yang tepat aja. Belum jodoh aja. Udah… sesimpel itu, gak perlu galau, sedih boleh nimatin aja prosesnya tapi gak perlu berlarut-larut sedih. Ada Allah SWT yang lebih tahu apa yang kamu butuhkan.

 

 

Tidak ada komentar untuk "Random Talk #12 : Relationship"