Gw punya hobby travelling dan bermain make-up. Dari kecintaan tersebut akhirnya gw memutuskan berbagi cerita travelling dan membahas make-up favorit, lewat blog yang gw buat bertemakan "Fun Beauty Traveler".

Total Tayangan

Kamis, 28 Juni 2018


Halooo… Saya Arin,


Kali ini saya mau sedikit sharing, apa yang uda pernah saya pelajari di masa kuliah, ilmu yang saya dapet langsung dari temen-temen pecinta alam di fakultas Pertanian Unsoed. Jadi, sekitar tahun 2011 - 2013, saya sempat menggeluti ilmu bidang gunung hutan. Saya juga pernah belajar bareng ilmu gunung hutan di danau Situlembang Bandung oleh teman-teman militer dan sipil dari peserta Ekspedisi NKRI 2015. Latihan saat itu dalam rangka pembekalan sebelum diturunkan ke lokasi masing-masing daerah.


Saya di sini murni mau sedikit sharing aja, sekaligus saya pribadi mengingat kembali materi ini. Kalo kamu ada yang mau mengkoreksi atau nambahin bisa komen-komen ya dibawah, please…


Untungnya buku yang saya sebut-sebut sebagai kitab ilmu gunung hutan milik saya pribadi masih ada, masih tersimpan di lemari saya dengan rapih. Ini saya memang buat khusus di satu buku waktu itu, dan sengaja saya jaga banget. Karena ini ilmu penting banget buat saya, selama saya masih berkegiatan outdoor khususnya pendakian gunung hutan.

sebagian halaman kitab ilmu gunung hutan
milik pribadi

Ilmu gunung hutan sebenernya cukup banyak, dari ilmu medan peta kompas yang akan saya bahas di sini, kemudian ada ilmu survival dan ilmu SAR. Hanya saja kali ini saya mau sharing hal-hal yang paling dasar di ilmu medan peta kompas terlebih dahulu. Saya akan bahas tentang beberapa istilah seperti Orientasi medan (Ormed), Orientasi peta (Orpet), Resection, Intersection, konturing dan Passing kompas. Oke guys, kita mulai yuk dari…

  1. Orientasi Medan (Ormed)
Orientasi medan atau biasa disebut Ormed adalah mengarahkan atau menyamakan arah utara peta dengan utara sebenarnya.

Untuk tahu dengan gampang arah utara sebenarnya, kita bisa lihat menggunakan kompas. Sedangkan arah utara peta selalu mengarah kepada judul peta. Jadi dipastikan dulu saat pegang peta, selalu arahkan utaranya ke utara sebenarnya, kemanapun kita berjalan. Supaya tidak salah baca peta nantinya untuk mengarahkan kita mau jalan kemana agar sampai di titik tujuan. Kalo salah baca, ya bisa tersesat dong atau malah belum jalan, kita uda bingung duluan.

Posisi kompas pastikan selalu rata-rata air
agar arah kompas benar

Judul peta (Indonesia) selalu dijadikan
arah utara pada peta

  1. Orientasi Peta (Orpet)
Orientasi peta atau biasa disebut orpet, adalah menyamakan beberapa tanda/titik yang mencolok pada medan sebenarnya dengan yang ada di peta. Seperti bukit, sungai, jurang.

Biasanya orpet dilakukan usai kita melakukan ormed. Gunanya melakukan orpet ialah untuk memastikan apa kita sekiranya di dalam peta benar-benar  berada di tempat yang sama sesuai dengan medan yang sebenarnya (lokasi kita berada), meskipun kita belum tahu titik pasti dimana kita berdiri pada peta. Untuk meyakinkan kita butuh minimal 2 sampai 3 tanda medan yang sama dan mencolok antara peta dengan medan sebenarnya.

  1. Resection
Resection ialah menentukan posisi atau titik dimana kita berada di dalam peta. Jadi, usai melakukan orpet dan ormed, kita sudah sedikit tahu kalo kita berada disekitar mana pada peta. Nah, dengan resection kita bisa mencari lebih tepat lagi titik kita berada pada peta. Biasanya resection masih bisa dilakukan dengan mudah pada tempat-tempat terbuka atau belum masuk ke dalam hutan.

Sketsa Resection

Resection sudah mulai menggunakan kompas lebih mendalam. Dengan kompas, kita akan membidik atau menembak titik medan sebenarnya untuk mengetahui besar sudut derajat bidikannya. Minimal kita butuh 2 tanda medan yang sama antara medan sebenarnya dengan peta, untuk kemudian dibidik dengan kompas.

Pastikan 2 tanda medan bersilangan ya, satu medan di sisi kiri kita, satu medan lainnya ada di sisi kanan kita berdiri. Kemudian sudut bidikan keduanya, nanti ditarik garis lurus masing-masing pada peta sampai saling bersilangan. Titik  perpotongan kedua garis itulah posisi kita berada pada peta.

  1. Intersection
Intersection juga menentukan titik pada peta loh, hampir sama dengan resection. Bedanya adalah kalo intersection menentukan titik tujuan kita pada peta. Tekniknya adalah kita membidik atau menembak sudut pada medan yang dituju dari 2 lokasi kita berdiri. Berarti sebelum melakukan Intersection, kita harus melakukan resection 2 kali dulu ya, supaya tau 2 titik lokasi kita berdiri pada peta. Biasanya intersection juga masih bisa dilakukan dengan mudah di tempat terbuka atau belum masuk ke dalam hutan.

Misal, lokasi medan yang kita tuju sebut saja A. Bidikan pertama sekiranya kita ada di sisi kiri dari A. Kemudian pada Bidikan kedua, kita harus berada di sisi kanan A. Jarak 2 titik kita berdiri untuk membidik pun ada minimalnya loh, itu juga sesuaikan dulu dengan skala peta. Untuk peta 1 : 50.000, minimal kita harus pindah minimal 50 sampai 100 meter, agar mudah menarik kedua garis sudut hasil bidikan pada peta nantinya. Nah, usai ditarik garis keduanya, titik garis perpotongan itulah titik dimana tujuan kita berada pada peta.

Sketsa Intersection

  1. Konturing
Konturing adalah usaha untuk mencari titik asumsi posisi kita berada pada peta. Kenapa disebut asumsi, Karena titik-titik ini belum pasti tepat. Biasanya konturing dilakukan disaat medan sudah sekiranya sulit untuk melakukan teknik resection. Medan yang dilalui biasanya sudah ada didalam hutan, dengan jalur yang setapak sampai kita udah cukup sulit membaca tanda medan yang mencolok untuk menyamakan pada peta.


Konturing hanya mengandalkan imajinasi, ormed dan orpet. Tehnik ini cukup sulit buat saya, kita perlu banyak latihan agar terbiasa membaca medan, imajinasi, tanda-tanda kita sudah naik berapa meter dari titik sebelumnya. Biasanya kalo tidak mau terlalu sulit saat konturing, setiap titik melakukan konturing lagi dari titik sebelumnya dengan jarak 50 sampai 100 meter setelahnya, dengan peta skala 1 : 50.000.

  1. Passing Kompas

Skestsa Passing Kompas

Passing kompas ialah tehnik dimana untuk mencapai tujuan atau titik lokasi dengan lebih cepat. Passing yang diambil dari kata Tresspass atau berarti menerobos, biasanya tehnik ini berarti tidak melewati jalur yang ada, tapi justru membuka jalur baru atau menerobos hutan-hutan. Passing kompas biasanya lebih sering digunakan oleh tim SAR, yang dimana mereka butuh waktu cepat untuk melakukan rescue pada korban sebelum terjadi sesuatu yang lebih parah.

Untuk mempermudah passing kompas, minimal dilakukan oleh 2 orang. 1 orang bertugas sebagai navigator atau pemberi arah jalan dan 1 orang lainnya bertugas sebagai pembuka jalur/penerobos. Mereka berdua untuk selalu yakin pada arah tujuan, dibutuhkan saling membidik depan belakang, atau biasa disebut dengan “Azzimuth dan Back Azzimuth”

Azzimuth ialah sudut bidikan pertama, sedangkan Back azzimuth ialah sudut kebalikannya dari bidikan pertama (azzimuth).

Gampangnya gini…
Navigator membidik titik arah tujuan harus selalu sama, inilah yang dinamakan Azzimuth. Kemudian, si pembuka jalur membidik balik kepada navigator (Back Azzimuth) apakah sudutnya berkebalikan atau belum dengan sudut navigator. Jika sudah berkebalikan, berarti arah jalan diyakinkan benar untuk terus maju lagi.  Begitu terus diulang-ulang sampai ke titik tujuan.

Misal, navigator mengarahkan titik sudut tujuan atau Azzimuthnya ialah 0°, berarti si pembuka jalur harus membidik balik navigator dengan sudut back azzimutnya 180°. Karena pada kompas dengan sudut 0°, jika diputar arah bidikannya, maka hasilnya 180°.

Jika azzimuth <180°, maka back azzimuthnya >180°
[ Rumus :  Azzimuth+180° = Back Azzimuth]

Jika azzimut >180°, maka back azzimuthnya <180°
   [Rumus :  Azzimuth-180° = Back Azzimuth]

Nah itu semua tadi dasar-dasar minimal yang harus kita pelajari sebagai pemilik hobby mendaki gunung hutan ya. Supaya jaga-jaga aja kalo ada hal terburuk terjadi, kita bisa tau kemana kita harus jalan. Tapi biasanya pendaki juga memang disarankan selalu untuk melewati jalur resmi, supaya meminimalisir hal-hal buruk terjadi, seperti tersesat. Saya juga selalu biasa mendaki lewat jalur resmi ko. Biasanya jalur resmi sudah jelas jalurnya.


Baiklah segitu dulu aja sharing ilmu medan peta kompas dari saya, semoga bermanfaat walaupun sedikit ya. Nanti segera saya coba sharing tentang peta dan kompas secara terpisah ya. Thank you buat yang uda baca, Salam petualang, salam Lestari!

Bye…bye…

Kamis, 21 Juni 2018

Hai, gw Arin


Akhirnya gw main lagi ke konternya Bath and body works, karena di Bekasi gak ada, jadi emang musti ke Jakarta. Waktu itu gw sengaja ke Mall daerah Puri Jakarta Barat, cuma buat datengin store Bath and body works. Jadi sebelumnya gw uda punya kan, pocket bacnya sama fragerance mist BBW yang Magic in the air. Nah fragerancenya gw suka banget sama wanginya, tapi sumpah sayang banget 1 jam tuh wanginya uda hilang. Gw dapet info gitu dari temen, katanya mending beli body lotionnya lebih awet. Akhirnya gw beli deeeeh… body lotionnya yang seri Magic in the air juga.


Sumpah gw seneng banget akhirnya bisa beli body lotion ini, ternyata wanginya emang sama dengan fragerance mistnya. Dan you know what, ternyata beneran wanginya body lotion BBW emang jauh lebih tahan lama dibanding fragerance mistnya. Gw beli yang travel size, ukuran 88ml. Botolnya plastik, jadi gak takut pecah. Tutupnya ada label BBW, dan gak gampang tumpah menurut gw. Di bagian depan botol, ada stiker seri Magic in the air bergambar floral putih, dan takaran isinya. Pada bagian belakang botol ada stiker berisikan ingredients body lotionnya, logo expired yaitu 12 bulan setelah dibuka, ada barcode juga.


Entah gw bingung juga si deskripsiin wanginya gimana, tapi emang soft banget. Soft floral manis gitu deh. Lotionnya berwarna putih, teksturnya tidak terlalu cair dan tidak kental banget juga. Setelah diusap cukup cepat meresap. Magic in the air kandungan yang diunggulkan ialah shea dan vitamin E nya. Gw sesuka itu. Wanginya bertahan kurang lebih 4 jam guys. Di 3 jam setengah setelah pemakaian, wanginya mulai tipis. Menurut gw lebih mending beli body lotionnya disbanding fragerance mistnya. Harganya Rp 99.000 untuk ukuran travel sizenya ya, 88 ml. Tapi nyebelinnya, kalo mau beli lagi jauuuuh… heuheu.


Kemaren juga mau beli Pocket bacnya, tapi ternyata sold out semua. Heuheu… Kalo kalian mau liat review gw tentang fragerance mist dan pocket bac by Bath and body works juga, bisa klik link dibawah ini ya…


Thank you buat yang uda baca. Semoga berguna ya. Bye…bye..

Kamis, 07 Juni 2018


Hai, Gw Arin


Kali ini gw mau sedikit sharing apa-apa aja sih yang dibawa setiap gw mau menuju puncak. Kenapa gw sebut gunung hutan, karena gw sendiri belum pernah naik gunung es. Hihihi… jadi gw mau bahas tentang gunung hutan aja ya. Gunung hutan di Indonesia berbagai macam tipe, ada yang aktif ada yang engga. Biasanya dan kebanyakan, gunung yang aktif alias berapi memiliki puncak gunung yang jalurnya berpasir juga berbatu. Butuh energi lebih untuk melewati itu, karena kadang bikin langkah kita yang uda maju dua kali, tapi bisa mundur lagi sejauh satu langkah seperti gunung Semeru. Tapi nih ya gak semua gunung berapi itu selalu berpasir setiap menuju puncaknya. Untuk tipe gunung yang tidak aktif, biasanya masih berupa tanah yang kuat untuk dipijak, bisa seperti terlihat bukit seperti gunung Merbabu, ada juga yang memang puncaknya masih terdapat vegetasi seperti gunung Cikuray. Oh iya… untuk batas vegetasi itu disebut dengan garis pelawangan ya.

Dari tipe jalur menuju puncak yang berbeda itu, bisa mempengaruhi persiapan alat apa aja yang harus kita bawa loh. Ketinggian puncak dan jarak dari camp menuju puncak, juga bisa memperngaruhi ya. Nah disini gw langsung sebutin apa aja yang biasa gw bawa saat menuju puncak secara umum. Jadi yang selalu dibawa ialah :

  1. Ransel/daypack
Biasanya ransel kecil dipakai untuk membawa apa-apa aja yang akan dibawa. Nah kalo bisa nih, daypack nya ukuran kecil aja dan sekiranya bisa dilipat dengan mudah untuk dimasukan lagi kedalam carier. Atau bisa taro dibagian depan badan si.

  1. Air minum
Air minum wajib dibawa! Kita pasti haus dalam perjalanan. Tubuh kita jauh lebih membutuhkan asupan air dibanding makanan ya. Kalo uda dehidrasi bisa bahaya, kemana-mana efek sampingnya. Seperti ketidak fokusan dalam berjalan. Siapkan air yang sekiranya cukup untuk perjalanan menuju puncak dan turun kembali menuju camp ya.

  1. Snack
Snack disini sebenernya terserah. Tapi biasanya karena ke puncak pada jam-jam pagi buta seperti jam 4 pagi, kita pasti belum sempat sarapan, apalagi justru jangan makan-makan yang berat, bisa mual di jalan nanti kita. Nah, snack bisa dimakan saat tiba dipuncak, untuk mengisi energi kembali untuk perjalanan turun menuju camp. Snacknya bisa berupa biskuit, chiki, roti, coklat, lontong… ya sekiranya doyannya snack apa aja deh, bebas.

  1. Raincoat/ jas hujan
Jas hujan tipe raincoat menurut gw kemana aja sebenernya harus dibawa. Apalagi ketika bermain di alam bebas, ketika kita gak akan pernah tau cuaca yang bisa mendadak berubah diluar estimasi ramalan cuaca. Kalo tubuh kita kering akan jauh lebih normal suhu tubuh kita dan akan terhindari dari drop. Jas hujan akan melindungi kita dari hujan, melindungi dari dingin. Jaga selalu tubuh dari yang namanya ngedrop ya.

  1. Headlamp
Headlamp pasti harus dibawa dong, apalagi perjalanan di waktu pagi buta. Headlamp jelas sebagai penerang jalan kita. Tipe senter berupa headlamp akan memudahkan kita dalam berjalan, karena disangkutkan pada kepala kita. Kita gak akan ribet pegang-pegang senter dengan tangan. Kalo yang dibawa berupa senter tangan, dan kalo suatu waktu kita tersandung atau jatuh, pasti tangan kita respect langsung mencari pegangan, dan lalu… lupa dimana senternya. Jelas senternya jatuh. Kalo jatuhnya dekat mungkin masih bisa diambil, tapi kalo uda gelinding jauh, belum tentu kita mampu mengambilnya. Intinya memakai headlamp jauh lebih tidak merepotkan. Dan penerangannya pun stabil, karena ada di kepala kita yang akan nunduk melihat jalur pendakian, otomatis cahaya headlamp akan selalu mengarah pada jalur.

  1. Obat pribadi
Obat pribadi yang memang sudah seharusnya dibawa kemanapun kita travelling. Ibaratnya nih, obat pribadilah pertolongan pertama kita yang bisa dilakukan sendiri. Biasanya berupa obat-obat minum yang dibawa sesuai dengan riwayat penyakit kita sendiri. Kemudian biasanya juga bawa hansaplast, perban, obat merah. Balik lagi… kenapa dibawa, supaya jaga-jaga gimana caranya tubuh kita tidak drop.

  1. Kamera
Kamera bebas sih, mau dibawa atau engga. Tapi gw selalu bawa biasanya, untuk mendokumentasikan perjalanan, mengambil gambar sebagai kenangan di puncak gunung yang pernah kita daki aja.

  1. Gaiter
Gaiter biasanya dibutuhkan sangat, pada saat pendakian menuju puncak yang berpasir. Kenapa??? Karena gaiter melindungi kaki kita dari batu-batu kerikil yang bisa masuk kedalam sepatu trekking kita. Biasanya kalo kerikil udah pada masuk kedalam sepatu, akan sangat mengganggu pijakan kita untuk berjalan, kalo didiemin bisa sakit. Harus dikeluarkan. Sedangkan mengeluarkannya kadang harus melepas sepatu dulu. Maka dari itu dengan pemakaian gaiter akan mempermudah perjalanan kita. Gaiter juga melindungi masuknya air kedalam sepatu ya. Inget, kalo kaki kita uda posisi basah, lembab dalam sepatu, kaki kita bisa jadi pecah-pecah, kutu air bahkan bisa sampai luka. Jadi dijaga kaki kita sekering mungkin.

  1. Kompas
Kompas sangat berguna jika tidak ingin salah turun. Biasanya dari titik batas pelawangan kita harus menembak sudut puncak dengan kompas, atau bisa disebut Azzimuth, kemudian kita bisa menghitung berapa Back-azzimutnya. Back azimuth akan menjadi arah sudut kembali kita ke titik turun. Biasanya penting kalo sekiranya batas pelawangan dengan puncak jauh, untuk menghindari kesalahan arah.

Jumat, 01 Juni 2018


Halo… gw Arin


Beruntusan di wajah memang menyebalkan, bikin tekstur wajah gak halus, bahkan makeup pun tidak bisa membuatnya menjadi flawless. Gw kadang masih suka beruntusan tiba-tiba gitu aja, karena memang kulit wajah gw yang terlalu sensitif. Nah gw mau sharing aja sih, apa aja penyebab-penyebab timbulnya beruntusan di wajah gw ini, dan bagaimana cara gw untuk menghindari dan mengatasinya.

Jadi beruntusan itu seperti jerawat tapi kecil-kecil, mirip komedo tapi timbul. Kalo di kikisin pake kuku malah gampang nyebar kemana-mana heuheu…  Mengatasi beruntusan ini sebenernya gampang-gampang susah. Kita harus tau dulu apa penyebab ia muncul. Nah biasanya munculnya beruntusan di wajah gw ada banyak faktor, yaitu

  1. Debu. Nah ini sering banget deh, semisal gw keluar rumah tanpa makeup apapun, debu kan langsung nempel ke muka dan mudah juga langsung masuk ke pori-pori wajah. Jadi biasanya gw kalo gak langsung dibersihin mukanya, beberapa jam kemudian akan beruntusan.
  2. Bedak. Kadang kalo mau keluar bentaran tapi gak kelihatan dekil, dulu gw suka pake bedak tabur, supaya lebih fresh aja. Tapi ternyata butiran bedak itu justru bikin muka gw beruntusan dan komedo juga di hidung, nyebelin kan.
  3. Sesuatu yang menempel pada wajah secara langsung. Ini nih yang paling sulit dihindarin. Kaya sarung bantal yang dipakai saat itu, helm yang jarang dicuci, lap muka pakai kaos atau handuk, pegang-pegang muka pakai tangan, bisa dengan mudah muka gw beruntusan. Tergantung juga si tingkat kekotoran semua itu tadi.
  4. Baru nyobain produk untuk wajah. Gak selalu sih, tapi ada beberapa produk yang memberikan reaksi nyata, kalo si kulit wajah gw lagi awal-awal penyesuaian dengan skincare yang baru pertama dipakai.
Penyebab beruntusannya keliatan cuma sedikit aja ya, cuma 4 point… tapi itu lah ke empat faktor yang biasa dihadapi sebenernya dalam sehari-hari. Nah sekarang gw mau bahas satu-satu cara menghindari dan mengatasi beruntusan di muka gw sesuai dengan masing-masing penyebabnya.

  1. Untuk faktor debu, cara gw menghindari dari beruntusan dengan selalu pakai makeup. Makeup gw pakai memang sebenarnya untuk menangkal debu langsung menempel di kulit wajah gw. Jadi debu akan menempel di makeup, lalu akan terangkat ketika gw menghapusnya dengan makeup remover.
Kalo-kalo memang keluar rumah benar-benar hanya dekat dari rumah dan sebentar, biasanya usai dari luar rumah, gw langsung bersihkan wajah gw pakai makeup remover dulu yaitu yang micellar water. Jadi gak langsung pakai facial wash. Kalo rajin-rajin bersihin wajah, beruntusan di wajah perlahan hilang ko.

  1. Faktor bedak. Ini sih faktor yang uda lama gw hindari. Jadi saat ini gw mendingan gak usah pakai makeup sama sekali, daripada hanya pakai bedak tabur tanpa foundation. Karena memang butirannya selalu menyumbat pori-pori di kulit wajah gw.
Cara bersihinnya harus 2 kali cleansing. Pertama pakai makeup remover, kemudian baru facial wash. Kalo perlu sih, kita scrub wajah saat itu, biar langsung keluar. Biasanya gw pakai st. Ives yang apricot scrub. Super recommended banget deh buat kulit wajah yang bermasalah.

  1. Faktor ketiga yang paling sulit dihindari, susah-susah gampang gitulah. Ini sebenernya cuma soal jaga kebersihan barang-barang yang sekiranya akan selalu menempel pada wajah gw. Seperti halnya bantal tidur, hijab, helm, selimut tidur. Lap wajah gw pakai baju atau handuk juga uda sangat gw hindari loh. Sekalipun selalu dicuci.
Biasanya gw selalu jaga gimana caranya, gw gak kena hal-hal diatas tadi. Maksudnya seperti pas tidur, diusahakan tidak tidur miring biar pipinya gak nempel langsung ke bantal. Atau bisa dengan dikeatasin sedikit bantalnya, jadi cuma sebagian kepala yang kena, pipinya gak kenal bantal. Hijab, sebisa mungkin gw jaga kebersihannya, kalo uda berasa kotor ya cuci, tapi gak mau trlalu sering dicuci juga. Untuk helm, biasanya sih emang gw pakai untuk pribadi, jarang banget gw minjemin helm ke orang lain hehe… kadang sesekali helm juga perlu dicuci ya. Untuk mengeringkan wajah dari air sisa cuci muka atau mandi, biasanya gw selalu pakai selembar tisyu. Udah sih gitu aja. Keliatannya gampang, tapi sebenernya sedikit merepotkan. Heuheu… menurut lo, gampang-gampang susah atau susah-susah gampang? Hehe

  1. Faktor terakhir yaitu efek produk yang baru pertama dicoba atau dipakai. Karena kulit gw sensitif, memang sangat gampang dan cepat untuk tahu apakah produk ini cocok atau engga di kulit wajah gw. Beda sama kulit-kulit wajah orang yang memang bandel alias kulit badak, alias dipakein apa aja masih aman-aman di awal, ntar tau cocok enggaknya butuh waktu jangka sedikit panjang dalam pemakaian atau masa percobaan.
Nah biasanya gw akan mengalami beruntusan pada produk pertama itu kalo memang berarti cocok dengan si produk, tapi sedang masa purging aja, atau seperti penyesuaian kulit atau bisa dibilang, dikeluarin dulu kotor-kotoran yang ada didalam kulit wajahnya, biar semakin baik kerja si produk di wajah gw. Beda kalo sama ketidakcocokan dengan produk. Ketidakcocokan dengan produk biasanya gw ditandai dengan langsung munculnya jerawat gede, bukan beruntusan lagi. Masa beruntusan purging gw biasanya butuh waktu 1-2 minggu. Setelah itu akan kembali seperti semula, dan jauh lebih baik kulitnya. Jadi sabar-sabar dulu kalo lagi masa purging ya. Jangan langsung panik dan malah ganti skincare baru lagi.

Untuk mengatasi si beruntusan ini pada umumnya gw selalu diemin aja, jangan di kopek-kopek, jangan dipegang-pegang ya, rajin cuci muka dan gw selalu pakai sponge facial. Nah kemudian skincare yang gw pakai di spot beruntusan itu adalah Vaseline repairing jelly. Entah kenapa bisa, setiap pakai itu, gak hanya beruntusan, tapi jerawat gw juga bisa sembuh loh pakai itu. Jadi emang rahasia obat jerawat gw cuma itu doing selama ini, yaitu si Vaseline repairing jelly. Siapa tau kalian mau coba ??? hehe

Segitu dulu aja ya, semua bahasan tentang beruntusan di wajah gw, mulai dari penyebab, cara menghindari datangnya beruntusan dan cara mengatasi beruntusannya. Semoga bermanfaat, thank you buat yang uda baca.
Bye..bye…


Popular Posts

Apa itu Kompas (Kompas Bidik) ?

Hai, saya Arin. Kali ini saya mau nulis-nulis sambil mengingat dan sharing bareng tentang Kompas. Dimana kompas dulu cukup akrab de...