Gw punya hobby travelling dan bermain make-up. Dari kecintaan tersebut akhirnya gw memutuskan berbagi cerita travelling dan membahas make-up favorit, lewat blog yang gw buat bertemakan "Fun Beauty Traveler".

Total Tayangan

Kamis, 28 Juni 2018


Halooo… Saya Arin,


Kali ini saya mau sedikit sharing, apa yang uda pernah saya pelajari di masa kuliah, ilmu yang saya dapet langsung dari temen-temen pecinta alam di fakultas Pertanian Unsoed. Jadi, sekitar tahun 2011 - 2013, saya sempat menggeluti ilmu bidang gunung hutan. Saya juga pernah belajar bareng ilmu gunung hutan di danau Situlembang Bandung oleh teman-teman militer dan sipil dari peserta Ekspedisi NKRI 2015. Latihan saat itu dalam rangka pembekalan sebelum diturunkan ke lokasi masing-masing daerah.


Saya di sini murni mau sedikit sharing aja, sekaligus saya pribadi mengingat kembali materi ini. Kalo kamu ada yang mau mengkoreksi atau nambahin bisa komen-komen ya dibawah, please…


Untungnya buku yang saya sebut-sebut sebagai kitab ilmu gunung hutan milik saya pribadi masih ada, masih tersimpan di lemari saya dengan rapih. Ini saya memang buat khusus di satu buku waktu itu, dan sengaja saya jaga banget. Karena ini ilmu penting banget buat saya, selama saya masih berkegiatan outdoor khususnya pendakian gunung hutan.

sebagian halaman kitab ilmu gunung hutan
milik pribadi

Ilmu gunung hutan sebenernya cukup banyak, dari ilmu medan peta kompas yang akan saya bahas di sini, kemudian ada ilmu survival dan ilmu SAR. Hanya saja kali ini saya mau sharing hal-hal yang paling dasar di ilmu medan peta kompas terlebih dahulu. Saya akan bahas tentang beberapa istilah seperti Orientasi medan (Ormed), Orientasi peta (Orpet), Resection, Intersection, konturing dan Passing kompas. Oke guys, kita mulai yuk dari…

  1. Orientasi Medan (Ormed)
Orientasi medan atau biasa disebut Ormed adalah mengarahkan atau menyamakan arah utara peta dengan utara sebenarnya.

Untuk tahu dengan gampang arah utara sebenarnya, kita bisa lihat menggunakan kompas. Sedangkan arah utara peta selalu mengarah kepada judul peta. Jadi dipastikan dulu saat pegang peta, selalu arahkan utaranya ke utara sebenarnya, kemanapun kita berjalan. Supaya tidak salah baca peta nantinya untuk mengarahkan kita mau jalan kemana agar sampai di titik tujuan. Kalo salah baca, ya bisa tersesat dong atau malah belum jalan, kita uda bingung duluan.

Posisi kompas pastikan selalu rata-rata air
agar arah kompas benar

Judul peta (Indonesia) selalu dijadikan
arah utara pada peta

  1. Orientasi Peta (Orpet)
Orientasi peta atau biasa disebut orpet, adalah menyamakan beberapa tanda/titik yang mencolok pada medan sebenarnya dengan yang ada di peta. Seperti bukit, sungai, jurang.

Biasanya orpet dilakukan usai kita melakukan ormed. Gunanya melakukan orpet ialah untuk memastikan apa kita sekiranya di dalam peta benar-benar  berada di tempat yang sama sesuai dengan medan yang sebenarnya (lokasi kita berada), meskipun kita belum tahu titik pasti dimana kita berdiri pada peta. Untuk meyakinkan kita butuh minimal 2 sampai 3 tanda medan yang sama dan mencolok antara peta dengan medan sebenarnya.

  1. Resection
Resection ialah menentukan posisi atau titik dimana kita berada di dalam peta. Jadi, usai melakukan orpet dan ormed, kita sudah sedikit tahu kalo kita berada disekitar mana pada peta. Nah, dengan resection kita bisa mencari lebih tepat lagi titik kita berada pada peta. Biasanya resection masih bisa dilakukan dengan mudah pada tempat-tempat terbuka atau belum masuk ke dalam hutan.

Sketsa Resection

Resection sudah mulai menggunakan kompas lebih mendalam. Dengan kompas, kita akan membidik atau menembak titik medan sebenarnya untuk mengetahui besar sudut derajat bidikannya. Minimal kita butuh 2 tanda medan yang sama antara medan sebenarnya dengan peta, untuk kemudian dibidik dengan kompas.

Pastikan 2 tanda medan bersilangan ya, satu medan di sisi kiri kita, satu medan lainnya ada di sisi kanan kita berdiri. Kemudian sudut bidikan keduanya, nanti ditarik garis lurus masing-masing pada peta sampai saling bersilangan. Titik  perpotongan kedua garis itulah posisi kita berada pada peta.

  1. Intersection
Intersection juga menentukan titik pada peta loh, hampir sama dengan resection. Bedanya adalah kalo intersection menentukan titik tujuan kita pada peta. Tekniknya adalah kita membidik atau menembak sudut pada medan yang dituju dari 2 lokasi kita berdiri. Berarti sebelum melakukan Intersection, kita harus melakukan resection 2 kali dulu ya, supaya tau 2 titik lokasi kita berdiri pada peta. Biasanya intersection juga masih bisa dilakukan dengan mudah di tempat terbuka atau belum masuk ke dalam hutan.

Misal, lokasi medan yang kita tuju sebut saja A. Bidikan pertama sekiranya kita ada di sisi kiri dari A. Kemudian pada Bidikan kedua, kita harus berada di sisi kanan A. Jarak 2 titik kita berdiri untuk membidik pun ada minimalnya loh, itu juga sesuaikan dulu dengan skala peta. Untuk peta 1 : 50.000, minimal kita harus pindah minimal 50 sampai 100 meter, agar mudah menarik kedua garis sudut hasil bidikan pada peta nantinya. Nah, usai ditarik garis keduanya, titik garis perpotongan itulah titik dimana tujuan kita berada pada peta.

Sketsa Intersection

  1. Konturing
Konturing adalah usaha untuk mencari titik asumsi posisi kita berada pada peta. Kenapa disebut asumsi, Karena titik-titik ini belum pasti tepat. Biasanya konturing dilakukan disaat medan sudah sekiranya sulit untuk melakukan teknik resection. Medan yang dilalui biasanya sudah ada didalam hutan, dengan jalur yang setapak sampai kita udah cukup sulit membaca tanda medan yang mencolok untuk menyamakan pada peta.


Konturing hanya mengandalkan imajinasi, ormed dan orpet. Tehnik ini cukup sulit buat saya, kita perlu banyak latihan agar terbiasa membaca medan, imajinasi, tanda-tanda kita sudah naik berapa meter dari titik sebelumnya. Biasanya kalo tidak mau terlalu sulit saat konturing, setiap titik melakukan konturing lagi dari titik sebelumnya dengan jarak 50 sampai 100 meter setelahnya, dengan peta skala 1 : 50.000.

  1. Passing Kompas

Skestsa Passing Kompas

Passing kompas ialah tehnik dimana untuk mencapai tujuan atau titik lokasi dengan lebih cepat. Passing yang diambil dari kata Tresspass atau berarti menerobos, biasanya tehnik ini berarti tidak melewati jalur yang ada, tapi justru membuka jalur baru atau menerobos hutan-hutan. Passing kompas biasanya lebih sering digunakan oleh tim SAR, yang dimana mereka butuh waktu cepat untuk melakukan rescue pada korban sebelum terjadi sesuatu yang lebih parah.

Untuk mempermudah passing kompas, minimal dilakukan oleh 2 orang. 1 orang bertugas sebagai navigator atau pemberi arah jalan dan 1 orang lainnya bertugas sebagai pembuka jalur/penerobos. Mereka berdua untuk selalu yakin pada arah tujuan, dibutuhkan saling membidik depan belakang, atau biasa disebut dengan “Azzimuth dan Back Azzimuth”

Azzimuth ialah sudut bidikan pertama, sedangkan Back azzimuth ialah sudut kebalikannya dari bidikan pertama (azzimuth).

Gampangnya gini…
Navigator membidik titik arah tujuan harus selalu sama, inilah yang dinamakan Azzimuth. Kemudian, si pembuka jalur membidik balik kepada navigator (Back Azzimuth) apakah sudutnya berkebalikan atau belum dengan sudut navigator. Jika sudah berkebalikan, berarti arah jalan diyakinkan benar untuk terus maju lagi.  Begitu terus diulang-ulang sampai ke titik tujuan.

Misal, navigator mengarahkan titik sudut tujuan atau Azzimuthnya ialah 0°, berarti si pembuka jalur harus membidik balik navigator dengan sudut back azzimutnya 180°. Karena pada kompas dengan sudut 0°, jika diputar arah bidikannya, maka hasilnya 180°.

Jika azzimuth <180°, maka back azzimuthnya >180°
[ Rumus :  Azzimuth+180° = Back Azzimuth]

Jika azzimut >180°, maka back azzimuthnya <180°
   [Rumus :  Azzimuth-180° = Back Azzimuth]

Nah itu semua tadi dasar-dasar minimal yang harus kita pelajari sebagai pemilik hobby mendaki gunung hutan ya. Supaya jaga-jaga aja kalo ada hal terburuk terjadi, kita bisa tau kemana kita harus jalan. Tapi biasanya pendaki juga memang disarankan selalu untuk melewati jalur resmi, supaya meminimalisir hal-hal buruk terjadi, seperti tersesat. Saya juga selalu biasa mendaki lewat jalur resmi ko. Biasanya jalur resmi sudah jelas jalurnya.


Baiklah segitu dulu aja sharing ilmu medan peta kompas dari saya, semoga bermanfaat walaupun sedikit ya. Nanti segera saya coba sharing tentang peta dan kompas secara terpisah ya. Thank you buat yang uda baca, Salam petualang, salam Lestari!

Bye…bye…

Popular Posts

Morning Skincare Routine ( Kulit Sensitif )

Haii,,, udah lumayan lama gak nulis. Akhirnya saya memutuskan untuk menulis lagi tentang skincare. Kali ini saya mau sharing khusus mor...