(Konten Blog : Mountaineering & Beauty) Instagram & Facebook : @Dwiariyuni

Total Tayangan

Jumat, 27 September 2019

Halo pengembara, Salam Lestari!

Sumber gambar : @1964.id

Survival, berasal dari kata survive, yang berarti bertahan hidup dari keadaan darurat oleh suatu sebab. Dengan mempelajari dan melatih diri untuk survival berarti bahaya dalam sebuah perjalanan, sebenarnya tidaklah perlu ditakuti lagi, tapi justru diantisipasi.

Sebelumnya, saya sudah pernah menulis tentang teknis survival khususnya pada gunung hutan sedikit banyak di Teknik Bertahan Hidup di dalam Hutan (Survival Camp 2018) .Mungkin sudah ada yang pernah baca? Nah kalo belum baca, kamu bisa nih baca the Survival Pyramid ini dulu, karena survival pyramid adalah susunan dari 3 hal dasar utama dan penting yang harus dimiliki oleh survivor. Jadi apa aja sih 3 hal tersebut ? mari kita langsung bahas aja yuk.

Pertama yang paling penting untuk dimiliki adalah “Will to Live” yaitu keinginan untuk terus hidup, semangat hidup. Kemauan memang menjadi hal dasar dan penting sebagai energy utama seseorang untuk melakukan sesuatu apapun itu. Keinginan hidup merupakan semangat untuk terus bertahan hidup selama dalam keadaan sesulit apapun. Motivasi seseorang untuk semangat hidup, masing-masing setiap orang memiliki jawabannya sendiri-sendiri. Tergantung pada apa yang mereka anggap penting di dalam hidupnya. Seperti orang-orang yang mereka cinta, ada hal yang terasa masih perlu tanggung jawab dari dirinya ataupun dari ketentuan pada ajaran agamanya.

Kedua yang cukup penting ialah “Knowledge” yaitu pengetahuan untuk bertahan hidup. Setelah semangat hidup telah ada, sangat juga diperlukan pengetahuan untuk bertahan hidup. Pengetahuan dimana survivor bisa lebih ke teknis dalam bertahan hidup, seperti apa yang akan dilakukannya untuk tetap bisa hidup di saat keadaan darurat. Nah, secara teknis sudah pernah saya bahas ya di sini, langsung aja klik Teknik Bertahan Hidup di dalam Hutan (Survival Camp 2018) , usai membaca semua di sini. Semakin banyak pengetahuan akan semakin tahu banyak tentang teknis bertahan hidup juga berarti semakin mudah pula untuk bertahan hidup di keadaan darurat. Pada tema gunung hutan kali ini, biasanya teknis bertahan hidup yang perlu dipelajari seperti bagaimana cara membuat shelter, api, mancari makan dan minum juga bagaimana cara keluar dari wilayah tersebut dengan ilmu medan peta kompas.

Ketiga yang tidak kalah penting adalah “Kit” atau alat-alat yang dibutuhkan untuk bertahan hidup. Setelah 2 hal dasar penting di atas telah survivor miliki, masih kurang cukup jika tanpa adanya alat. Alat-alat ini biasa disebut dengan Survival Kit. Survival kit pada ilmu gunung hutan biasanya seperti, peta, kompas, pisau, jarum, benang juga alat komunikasi. Alat-alat untuk survival sebenarnya bisa disesuaikan dengan tempat dimana kita bermain. Persiapan membawa alat-alat ini sangatlah membantu untuk bertahan hidup sewaktu-waktu jika dibutuhkan pada saat tiba-tiba terjadi kondisi darurat. Jangan lupa loh ya, bahwa keadaan darurat bisa terjadi kepada siapapun, kapanpun dan dimanapun ya guys.

Sumber Gambar : @1964.id

Nah itu dia tadi 3 hal dasar penting yang masuk ke dalam Piramida Survival. Ketiga hal dasar tersebut saling berhubungan dan dibutuhkan oleh survivor sebelum berbicara soal teknis. Terima kasih buat yang sudah baca, semoga bermanfaat yaaa…
Bye…bye..

Sumber Materi : Wanadri Coop (Instagram : @1964.id)

Selasa, 24 September 2019


Halo beauty enthusiast… Saya Arin


Sebagus itu kaaah produk hits ini ??? Sudah lama saya tidak bahas dunia skincare. Kali ini saya akan bahas produk skincare dari Korea yang sedang cukup ngehits di kalangan wanita Indonesia saat ini, yaitu Madagscar Centella Asiatica by Skin 1004. Skin 1004 adalah sebuah brand skincare Korea yang diproduksi di Gangnam-gu, Seoul, Korea. Produk ini ngehits karena memang semua yang sudah pakai produk ini, tidak ada yang kasih efek buruk, selaaalu cocok. Kandungannya yang 100% ekstrak Centella Asiatica dari wilayah Madagascar, membuat semua orang tertarik untuk mencobannya, karena sangat tidak macam-macam sekali komposisinya.


Centella Asiatica ialah jenis tumbuhan herbal yang berbagai khasiat. Kalo orang Indonesia biasa menyebutnya dengan nama daun Pegagan. Centella Asiatica dikenal sebagai salah satu kandungan alami yang efektif untuk menangangi jerawat berkat senyawa glikosida madekosida pada bagian daun dan tangkainya yang berfungsi sebagai anti-inflamasi. Selain mampu menangangi jerawat dan baik untuk mengurangi tanda penuaan, Centella Asiatica juga mengandung komponen triterpenoid yang secara efektif dapat memperkuat jaringan sekaligus meningkatkan kadar anti-oksidan pada kulit. Kandungan asiaticoside dan madecassoside di dalamnya juga telah teruji klinis mampu meningkatkan sintesa kolagen yang dapat mempercepat proses penyembuhan kulit yang terluka sekaligus memudarkan bekasnya. Jadi bisa juga tuh menghilangkan lusa bekas jerawat.


Klaim pada produk ini ialah meratakan tekstur kulit, melembabkan kulit, memperkuat skin barrier dan sangat cocok untuk jenis kulit wajah yang sensitif. Ampoule ini dikemas dalam botol kaca, dan menggunakan pipet untuk aplikatornya. Jadi cukup higienis. Ampoule ini terdiri dari 2 kemasan ukuran 50 ml dan 100 ml. Teksturnya hampir seperti air bening saja, cepat menyerap di kulit wajah.


Saya pakai ini di 1 minggu pertama hanya pada saat malam hari. Pada kulit wajah saya, ampoule ini membantu menyembuhkan jerawat saya hanya dalam 1-2 hari saja. Amazing banget kaaaan!!! Dan tekstur-tekstur dari beruntusan mulai merata. Sukaaaa bangeeet…. Sangat sesuai dengan klaim produknya. Di minggu kedua, saya mengalami alergi obat antibiotik, sehingga mengakibatkan kulit wajah saya memerah dan penuh dengan beruntusan. Beruntusannya pun ada isinya huhuhu sedih banget. Untungnya saya sudah beli ampoule ini.

Pengobatan dari beruntusan itu karena disebabkan alergi obat, jadi saya harus minum banyak air putih. Kemudian setiap setelah cuci muka dan pakai toner, saya akhiri skincare saya dengan ampoule ini… Alhamdulillah di hari ketiga beruntusan saya mulai mereda, isinya mulai hilang. Kulit mulai mengelupas. Di hari ke enam kulit wajah saya jauh membaik. Alhamdulillah…  Hari ke Sembilan tekturs kulit wajah mulai normal, dan beruntusan hampir tidak ada.

Saya beneran tidak menyesal sama sekali sih sudah beli Madagascar Centella Asiatica dari Skin 1004 ini. Mungkin akan selaalu rephurces. Saat ini yang saya miliki travel sizenya, ukuran 50ml dengan harga Rp 200.000. Tiap toko beda-beda si.. tapi gak terlalu jauh ko bedanya. Good deal banget si harganya. Kalo ampoule ini habis, saya akan beli yang size 100ml pokoknya.!!! Ini beneran rekomended banget deh buat kamu yang kulit wajahnya bermasalah. Aku sendiri termasuk jenis kulit wajah yang sensitif.

Nah itu dia honest review saya tentang Madagascar Centella Asiatica dari Skin 1004 ini. Terima kasih sudah membacanya, semoga bermanfaat ya girls…
Bye… bye…




Kamis, 19 September 2019


Hai saya Arin. 


Beberapa waktu lalu di akhir bulan Agustus 2019 ini, saya sempat travelling sebentar di kawasan Gunung Bromo. Kali ini saya akan berbagi sedikit cerita di sana, karena saya pun sempat naik gunung Bromonya untuk melihat kawah Bromo yang berada di puncaknya. Gunung Bromo ini meskipun merupakan gunung berapi yang statusnya masih aktif, tetapi sangat terkenal loh sebagai objek wisata utamanya di Jawa Timur bagi wisatawan asing maupun lokal. Tapi jangan khawatir, wisatawan yang berkendaraan diberi titik batas aman yang melingkar dengan diameter 4km dari kawah Bromo.


Gunung Bromo masuk ke dalam wilayah Taman Nasional Bromo, Tengger dan Semeru. Nama gunung Bromo ini berasal dari nama Brahma, yaitu salah seorang Dewa utama di Agama Hindu. Memang masyarakat suku Tenggernya pun mayoritas beragama Hindu. Gunung Bromo berketinggian 2.329 mdpl. Tapi untuk menuju puncak gunung Bromo, kita perlu jalan kaki dari batas parkir mobil jeep kurang lebih 2,5 km sampai ke bawah tangga. Lanjut menaiki tangga untuk ke kawah bromonya, kurang lebih 445 anak tangga ya guys. Perjalanan menaiki tangga mungkin hanya 5 menit. Karena saat itu Bromo pasca erupsi pada 19 Juli 2019, masih ada sisa-sisa pasir yang cukup menutupi anak tangganya, jadi agak licin, harus hati-hati yaaa.

Tangga Bromo

Jalur yg dilewati. 
Pemandangan dari puncak Bromo

Kawah Bromo ternyata juga menjadi tempat pembuangan abu jenazah bagi umat Hindu di sekitar. Saat saya tiba di puncaknya, saat itu tiba-tiba ada seorang ibu yang teriak menangis sedih, ternyata saat itu sedang ada pembuangan abu jenazah, mungkin dari salah satu keluarganya. Tetapi mohon maaf saya tidak sempat mendokumentasikannya. Samping persis gunung Bromo terdapat gunung Batok yang secara kasat mata, lain sekali dengan Bromo. Gunung Batok terlihat sangat hijau. Sedangkan gunung Bromo terlihat sangat gersang dan hanya ada batu dan pasir. Di bawah kaki gunung Bromo juga terdapat Pura yaitu tempat ibadah bagi umat Hindu. Pura tersebut tidak bisa dimasukin oleh wisatawan yah, hanya untuk yang ingin beribadah saja.

Kawah Bromo

Pura

Gunung Bromo memang ada diantara lembah dan lautan pasir yang sangat luas. Di balik Gunung Bromo pun terdapat padang rumput sabana, akan terlihat hamparan bunga-bunga yang cukup luas jika di cuaca yang bagus. Wilayah ini diapit oleh 4 Kabupaten yang ada di Jawa timur, yaitu Probolinggo, Pasuruan, Lumajang dan Malang. Pokonya mah indah banget deh kalo main kesini, meskipun harus berdebu-debuan. Kemaren saya sewa jeep 1 mobil Rp 650.000. Jangan lupa bawa masker ya kalo mau kesini. Terima kasih buat yang sudah baca, semoga bermanfaat.

Gunung Batok

Sabana

Bye… bye…

Senin, 16 September 2019


Hai, apa kabar beauty enthusiast?  Saya Arin.


Sudah lama tak review powder, karena memang saya termasuk tipe orang yang kalo makeup an jarang pakai powder. Saat ini saya akan mereview produk lokal dari Lizzie Parra yaitu Face powder dengan shade yang saya pakai medium beige. Face powder yang dikeluarkan oleh Lizzie Parra berupa loose powder atau bedak tabur sis dan hanya tersedia 2 shade yaitu Light Beige dan Medium Beige.


Klaim dari produk ini ialah membuat makeup complexion jadi lebih flawless, smooth seperti pake filter efek. Shade Light Beige cocok untuk undertone kulit yang terang ke medium. Shade Medium Beige cocok untuk undertone kulit yang medium ke gelap. Saya cocok banget pakai yang Medium Beige. Menurut saya, meskipun loose powder ini hanya 2 shade tetapi masih bisa dipakai semua warna kulit wanita Indonesia, tinggal disesuaikan saja, karena bedak ini yellow undertone gitu. Dan loose powder ini pun setelah dipakai, lama-lama akan menyesuaikan warna kulit wajah.


Dari segi packagingnya, saya menilai dia super gemesh, higienis dan travel friendly. Warnanya yang nude dengan tulisan simpel Face powder by Lizzi Parra sangat gemash dan khas banget dari produknya BLP. Saat dibuka pun sangat bersih walaupun sudah dipakai, karena diberi sekat yang dipakai untuk wadah spongenya, jadi tidak berantakan saat pertama kali dibuka. Bantalan spongesnya empuk dan super lembut. Ketika sekatnya dibuka barulah terlihat powdernya. Saringan yang dipake hampir sangat rapat sehingga powder yang keluar terasa halus sekali. Pokoknya super halus deh butiran bedaknya. Beratnya yang 10 gr sehingga sangat ringan untuk dibawa travelling, juga dari plastik yang tidak akan takut pecah bila terjatuh. Pada bagian bawah packaging terdapat stiker bertuliskan brand, berat isi powder, shade powder, tanggal expired dan websitenya BLP.


Face powder ini yang saya rasain setelah dipakai memang sangat sesuai klaim. Jadi hasil makeup memang terlihat lebih flawless dan untuk set makeup cukup membantu lebih tahan lama juga. Tidak terlihat cakey sama sekali ya ampuuuun…! Saya suka banget si sama loose powder ini pokoknya. Harga face powder ini Rp 149.000. Yah cukup worth it lah yaaa girls.

Nah itu dia review singkat saya tentang Face Powder by Lizzie Parra ini. Menurut saya kamu harus cobain sendiri sih hehe… Terima kasih yang sudah baca, semoga bermanfaat ya.
Bye… bye…

Popular Posts

“The Survival Pyramid” Piramida Survival (3 hal dasar utama bagi Survivor)

Halo pengembara, Salam Lestari! Sumber gambar : @1964.id Survival, berasal dari kata survive, yang berarti bertahan hidup dari ...