Gw punya hobby travelling dan bermain make-up. Dari kecintaan tersebut akhirnya gw memutuskan berbagi cerita travelling dan membahas make-up favorit, lewat blog yang gw buat bertemakan "Fun Beauty Traveler".

Total Tayangan

Kamis, 30 Maret 2017

Halo, Gw Arin…

Gw disini akan sedikit berbagi cerita perjalanan di Taman Nasional Kelimutu. Yeeeey… akhirnya nulis ini juga. Jadi sebenarnya perjalanan ini udah cukup lama, sekitar 2 tahun yang lalu. Tahun 2015. Dulu itu uda sempat niat mau nulis pesona si Danau Kelimutu ini, tapi kendala males karena bakal banyak banget yang ditulis. Soalnya pesonanya terlalu indah, terkenang setiap sudutnya, jadi bakalan banyak banget yang ditulis. Nah sekarang akhirnya gw tulis tapi secara singkat aja yah. Karena kadang ada keindahan alam Indonesia yang bahkan banyak sulit untuk diungkapkan lewat kata-kata saking terlalu indahnya. Gw akan lebih banyak taro foto-foto aja disini, supaya lebih menggambarkan bagaimana aslinya disana.

Bersama warga lokal asli, penjaga Kelimutu

Taman Nasional Kelimutu terletak di Indonesia bagian tengah, Nusa Tenggara Timur, pulau Flores, Kabupaten Ende. Perjalanan ini gw lewati bersama tim Ekspedisi NKRI 2015 subkorwil Ende, lebih tepatnya sering bersama tim Flora Fauna karena gw masuk kedalam tim tersebut. Tapi kadang kalo sekedar travelling bisa sama tim yang lainnya juga. Karena kita di Flores sekitar 4-5 bulan, akhirnya lumayan berkali-kali gw berkunjung ke danau Kelimutu, gak ada bosennya sih. Karena kalo lo mau tau, danau di kawah gunung kelimutu selalu berubah-ubah warna danaunya. It’s amazing….

Bersama Tim Flora Fauna

Pernah gw tinggal disana selama 1 minggu karena memang ditugaskan disana. Gw sama tim tinggal di resort Taman nasional Kelimutu. Super dingin, super indah, super natural. Walaupun sudah menjadi wisata Internasional mereka tetap menjaga banget kelestariannya mulai dari flora, fauna dan budayanya. Banyak banget disana jenis flora dan faunanya. Dan banyak juga bagaimana cerita legenda danau kelimutu yang masih tersebar sejak jaman dahulu kala sampai sekarang hingga akhirnya keturunan disana (Suku Lio) akan terus mempertahankan budaya disana.

Perjalanan menuju Puncak

Untuk flora fauna gw gak akan cerita banyak, yang jelas disana mereka terjaga tapi tetap bebas hidup secara alamiah. Gw akan sedikit cerita tentang danau kelimutu. Kelimutu memiliki 3 danau dengan warna berbeda. Warga lokal masih percaya kalo danau kelimutu merupakan tempat bersemayamnya arwah nenek moyang, maupun arwah-arwah keluarga mereka yang sudah meninggal. 3 danau tersebut dinamakan Tiwu Nua Muri Ko Fai (bersemayamnya jiwa muda-mudi), Tiwu Ata Polo (bersemayamnya jiwa yang jahat) dan Tiwu Ata Mbupu (bersemayamnya jiwa yang bijaksana). Namun menurut penelitian, 3 buah sisa kawah ini mencerminkan perpindahan puncak erupsi dari aktifitas gunung api yang masih aktif ini. Meskipun berbeda pendapat, kita sebagai orang luar dari penduduk lokal harus tetap menghargai budaya disana apapun itu, jadi kita harus ikutin juga aturan adat disana. Karena Indonesia Negara bangsa yang sangat beragam macam suku, meski berbeda kita masih 1 negara 1 saudara.

Bersama Turis dari Jerman

Pertama gw kesana warnanya 2 danau hijau toska, 1 danau hijau tua. Tapi kedua kalinya gw kesana berubah warna lagi 1 danau biru muda, 2 danau merah tua. Itu keren banget sih pokoknya.  Beberapa kalangan mempercayai adanya hubungan perubahan warna pada danau-danau tersebut dengan berbagai peristiwa yang terjadi di suatu Negara termasuk Indonesia dan Kabupaten Ende khususnya. 2 danau terletak berdampingan sedangkan 1 danau lagi terletak diatas puncak. Untuk perjalanan kepuncak  dari basecamp sedikit nanjak tapi g panjang, lebih banyak landai. dan disana juga ada lokasi yang memang disiapkan untuk upacara adat di moment tertentu. Seperti moment pemberian makan kepada arwah para leluhur yang biasa dilaksanakan 1 tahun sekali dan menjadi moment silaturahmi masyarakat Suku Lio yang berada disekitar kawasan danau Kelimutu.

Batu sebagai di letakkanya makanan untuk para arwah

Oh iya Kelimutu ini gunung berapi yang masih aktif sampai sekarang, bahkan waktu pertama gw kesana pas banget ternyata lagi aktif tapi masih aman . karena kita disana ada tugas juga, jadi kita tetap kesana dengan tidak melupakan safety prosedur, seperti memakai masker selama perjalanan, agak sedih sih lihat hampir semua tumbuhan disana layu. Agak susah juga untuk kami mengambil sampel jenis flora yang mau diambil, karna kondisi kebanyakan layu. Untuk kedua kalinya kesana, Kelimutu sedang normal dan memang dikhususkan untuk traveling aja, so pas banget buat melihat keindahan sunrise dari puncak Kelimutu. It’s a beautiful…

Sunrise

Mata pencarian warga lokal disana kebanyakan menjual tenun yang mereka buat sendiri. Dan pernak-pernik lainnya. Banyak turis yang beli tenun mereka dengan harga tinggi untuk menghargai karya mereka. Gw juga beli sih, sampe rela pakai jatah uang makan gw cuma buat beli sarung tenun itu. Karena gw mikir aja, gatau kapan bisa kesana lagi.

Nah segitu aja ya sedikit cerita dari gw. Jangan lupa untuk lo banyakin traveling, ketemu orang banyak, ketemu banyak suku yang berbeda agar lebih tinggi rasa toleransi dan lebih mengutamakan untuk menghargai kepada sesama. Jangan lupa juga pakai sunblock yes… jangan terlalu takut juga jadi hitam kulit lo, karena lo akan menyesal ketika sudah tua karena di masa muda tidak pernah jelajah Indonesia, Negara lo sendiri.

Bersama gadis-gadis manis

Bersama teman-teman di atas Tugu puncak Kelimutu

Kain Tenun dari Suku Lio yang dibeli

Kalo lo suka boleh dishare, kalo lo punya cerita atau ada yang ingin ditanya boleh komen dibawah. Untuk cerita perjalanan lainnya, ditunggu aja ya.

Salam Lestari..

bye..bye..

17 komentar:

  1. Balasan
    1. Keren sekali Danau Kelimutu...

      Hapus
    2. Keren sekali Danau Kelimutu...

      Hapus
  2. Nntabss... πŸ‘ŒπŸ‘Œ

    BalasHapus
  3. Nntabss... πŸ‘ŒπŸ‘Œ

    BalasHapus
  4. kok aku g di ajak,?
    fotonya tambahin dong

    BalasHapus
    Balasan
    1. Diajak baca j ya mas he. Tunggu cerita selanjutnya

      Hapus
  5. Aaaaak jadi pengen kesana lagi..
    Btw saranku mungkin bisa ditambahin tentang akses kesananya rin, sama estimasi biaya dan estimasi waktunya. Biar temen-temen yang belom pernah ke Flores ada gambaran kalo mau kesana mesti naik apa, turun dimana, dsb gitu. hehe

    BalasHapus

Popular Posts

Review Blush On by Make Over

Hai hai… Saya Arin. Kali ini saya mau lagi-lagi review tentang kosmetik, yaitu Blush on dari Make Over. Kayanya saya telat banget baru ...