(Konten Blog : Mountaineering & Beauty) Instagram & Facebook : @Dwiariyuni

Total Tayangan

Kamis, 27 Februari 2020


Minimalism diartikan sebagai sebuah paham tentang lifestyle yang minimalis, tapi bukan berarti minimalis tentang selalu apa-apa jadi irit atau seperti beli barang asal murah loh yah guys…

Minimalism atau gaya hidup minimalis, yang berarti hidup sederhana dengan benar-benar secara sukarela menjurus kepada semua hal apapun untuk disederhanakan seperti mengurangi atau membatasi jumlah dari jenis apapun barangnya yang dimiliki sesuai dengan fungsinya saja.  Pola gaya hidup ini didasari dengan perasaan cukup dan puas terhadap kebutuhan, bukan keinginan. Sehingga bisa dikatakan menganut minimalism adalah gaya hidup dengan menghindari foya-foya.

Kenapa sih orang-orang atau seperti saya ini akhirnya memutuskan untuk menjadi penganut minimalism. Kalo menurut pengalaman pribadi saya, dari apa yang saya lihat di dalam rumah kedua orang tua saya setelah dewasa ini, saya merasa terlalu sumpek dan banyak barang. Koleksi barang tertentu ataupun hal-hal yang sukanya gonta-ganti, kemudian barang lama jadi dilupakan hingga menumpuk begitu saja. Saya sebagai anak perempuan yang pernah kamar pribadinya menjadi korban menyimpan barang-barang mereka yang terlalu banyak dan sebenernya lupa untuk dipakai lagi. Pada akhirnya saya bingung ingin menata ulang kamar pribadi dengan lebih rapih, tapi sudah terlalu banyak barang yang bukan milik saya. Saya pikir ini adalah sifat yang terlalu konsumtif.

Dari situ saya belajar untuk diri saya sendiri hingga bahkan nanti jika sudah berkeluarga, saya ingin menerapkan paham minimalism ini di keluarga kecil saya. Dimana sebagai rasa tanggung jawab dengan apapun yang kita beli, dapat benar-benar dipergunakan hingga tidak bisa dipakai lagi, baru rephurces. Biasanya jika ada barang lebih bagus dan ingin dibeli benar-benar dipikirkan terlebih dahulu. Kalaupun akhirnya ingin memutuskan untuk membelinya, sedangkan barang lama dengan fungsi yang sama, masih sangat bisa terpakai saya pikir lebih baik untuk dihibahkan ke orang yang membutuhkan. Jadi tidak menumpuk di dalam rumah dan lebih bisa bermanfaat bagi orang yang membutuhkan.

Rumah pun jauh lebih rapih dan tertata. Siapa sih yang gak mau bahwa memiliki “Rumah” adalah benar-benar sesuai filosofinya, sebagai tempat dari segala tempat untuk titik nol kita atau tempat pulang dari segala aktivitas, sehingga kita bisa menjadi lebih rileks dalam berisitirahat dan berpikir. Alhamdulillahnya, saya sudah mulai bisa menerapkan hidup minimalis ini untuk diri pribadi saya sendiri dan ruangan di dalam kamar pribadi saya, secara ya… saya masih single dan masih tinggal bersama orang tua. Saya gak bisa memaksakan orang lain untuk menganut paham Minimalism ini, karena kembali lagi ini adalah sebuah kesukarelaan.

Contoh terapannya misal, kita sudah punya sepatu khusus lari ya cukup satu aja. Lainnya boleh, seperti sepatu khusus acara resmi cukup satu juga. Biasanya jika ingin beli sepatu lagi dengan fungsi yang sama, kita harus menunggu barang ini rusak atau setidaknya dikeluarkan dari rumah bisa dengan disumbangkan ke orang yang membutuhkan atau pun bisa dijual. Hidup minimalis bukan berarti selalu beli barang murah. Sepatu itu bisa saja mahal, tapi menentukan dari segi kualitas juga bisa dikatakan hidup minimalis karena diperitungkan dari segi umur sepatu tersebut yang bisa jauh lebih panjang. Sehingga tidak cepat rusak dan boros  dengan harus membeli sepatu baru lagi.

Banyak hal tentang hidup minimalis, tidak hanya barang lainnya seperti fashion, tapi makanan juga bisa untuk segi kesehatan. Sederhana dan mencukupi kebutuhan kalori setiap harinya bisa dikatakan hidup minimalis. Tidak banyak ingin makan ini itu karena dirasa kalori sudah terpenuhi. Dengan makan secukupnya sebelum berkegiatan juga dapat membantu kita fokus dalam berkegiatan dan pastinya jauh tidak boros atau biasa dibilang tidak akan lapar mata di jalan.

Hal lain lagi seperti memilik Hp yang sesuai spesikfikasinya dengan apa yang kita butuhin, nah saat ini saya sudah memakai hp lama hampir 3 tahun dan ternyata semakin lama kebutuhan Ram/Rom bertambah. Sebelum saya menghapus aplikasi yang penting-penting buat saya, saya memang udah waktunya upgrade hp. Dan saya membutuhkan hp dengan Ram yang besar sekaligus biar lebih lama dalam pemakaian hp selanjutnya, mungkin bisa di atas 6 tahun. Rencana hp lama saya akan dijual untuk tambahan membeli hp baru nanti. Dikarenakan hp yang saya inginkan ternyata harganya di sekitar 4 juta rupiah, jadi saya rela untuk menabung terlebih dahulu balik lagi demi kebutuhan sekarang dan masa depan beberapa tahun kedepan.

Menurut saya dengan menganut pola hidup minimalis ini, akan sangat banyak sekali manfaat yang didapatkan. Seperti :

  1. Jauh lebih teratur dalam keuangan
  2. Memiliki rasa tanggung jawab lebih akan hal-hal kecil
  3. Bisa menghargai suatu apapun baik barang ataupun kesehatan tubuh
  4. Cegah stress dengan menikmati hidup karena selalu merasa cukup
  5. Bisa mengurangi sampah karena kita yang tidak bersifat konsumtif
  6. Fokus menghidupi passion bukan terbawa arus tren baru
  7. Menemukan tujuan hidup sebagai manusia
  8. Menjadi pribadi yang mandiri
Jadi sudah bisa diartikan hidup minimalis adalah pola hidup yang bisa dianut oleh siapapun, entah dari orang-orang kalangan menengah kebawah maupun kalangan menengah ke atas. Kembali lagi bahwa pola gaya hidup ini didasari dengan perasaan sukarela yang cukup dan puas terhadap kebutuhan, bukan keinginan. Cobain deh hehe… kamu akan jauh lebih damai menjalani hidup.


Kamis, 20 Februari 2020


Ada yang pernah dengar produk First Lab Probiotic Sun cream ini? Biasanya pecinta skincare paham dan tahu bahwa produk ini dari ILDONG teknologi farmasi di Korea. Salah satu produk skincare First Lab yang terkenal di Indonesia ialah Probiotic Sun cream SPF 50+ PA++++  ini, karena memang diformulasikan untuk kulit sensitive jadi akan aman banget buat kulit siapapun termasuk yang bermasalah seperti acne prone. Termasuk kulit aku yang super sensitive, beneran sih saya bisa ngerasain nyamannya sunscream ini.


First Lab Probiotic Sun Cream SPF 50+ PA++++ ini memiliki packaging yang simple, enak dibawa kemana-mana. Super sleek walaupun isinya cukup banyak yaitu 50ml, tapi masih gampang diselipin ke dalam tas. Pentingnya sunscreen buat kulit wajah terlindungi dari sinar UV A dan UV B yang bisa menimbulkan tanda-tanda penuaan dan kerusakan kulit, jangan lupa pakai sunscreen di step skincare routin kalian yaaaa… siapa sih yang mau cepat terlihat tua lebih dari umurnya, hitung-hitung investasi buat masa depan kan. Karena efek sunscreen bisa dilihat nanti setelah usia sudah tidak lagi muda, tapi kulit wajah masih sehat.


Saya yang mau 27 tahun ini akhirnya baru nemu sunscreen yang cocok, karena sesensitif itu kulit wajah saya sama sunscreen. Selama ini asal pakai sunscreen selalu jadi berminyak, kusem, jerawat bikin komedo. Gak tau kenapa deh tuh…


Setelah cobain Probiotic sun cream ini, aku ngerasain beda banget sama sunscreen yang selama ini udah pernah saya cobain.  First Lab Probiotic Sun Cream SPF 50+ PA++++ ini tuh teksturnya cream putih tapi tipis, terasa ringan dan mudah diratakan. Awalnya seperti terlihat ada white cast, tapi setelah benar-benar rata gak terlihat aneh ko, justru jadi sedikit mencerahkan wajah. Sun cream ini bisa dibilang cukup cepat meresap, saya gak merasakan berat sama sekali, gak terasa jadi oily sama sekali, nyaman banget pokoknya. Wajah saya justru terlihat cerah, dan yang terpenting gak bikin komedo apalagi jerawat. Alhamdulillah udah pakai ini berkali-kali, wajah saya nyaman aja pakai suncream ini. Pakai makeup diatas sunscream ini juga saya gak merasa ada flashback gitu.


Gak nyesel saya bisa cobain ini. Cocok engganya pada produk skincare memang harus berani trail eror sendiri kan ke kulit masing-masing.


First Lab Probiotic Sun Cream SPF 50+ PA++++ ini satu tube berisi 50ml dengan harga rata-rata Rp 250.000-300.000 di pasaran. Bisa dibilang product ini agak susah dicari karena selalu sold out. Makanya aku berani banget beli ini, karena memang banyak yang cocok juga pakai ini. Buat yang selama ini susah juga cari sunscreen yang cocok, cobain deh yah… hhehe


Sekian sedikit review First Lab Probiotic Sun Cream SPF 50+ PA++++ dari saya, semoga bisa bermanfaat buat kalian yang baca. Terima kasih juga yang sudah membaca.

Bye… bye…

Senin, 10 Februari 2020


Assalamu’alaikum Wr. Wb. Halooo, saya Arin.

sumber foto : Wikipedia

Sudah lama saya tak sharing catatan pada sebuah perjalanan saya pribadi, dikarenakan memang sedang jarang berpergian keluar kota. Standby jaga kesehatan fisik maupun mental dan membersihkan hati untuk beberapa waktu kedepan saat itu, agar perjalanan umroh ini lancar. Desember 2019 tanggal 19-27, saya bersama kedua orang tua berangkat umroh bersama-sama, Alhamdulillah. Semoga teman-teman pembaca yang ingin juga kesana, bisa disegerakan panggilannya oleh Allah SWT. Karena bagaimanapun caranya, saya percaya jika Allah SWT. sudah menginginkanmu ke sana, pasti Allah SWT memberimu jalan entah bagaimanapun caranya.

Pintu masjid

Kali ini saya hanya akan bercerita apa saja yang saya lihat dan bagaimana rasanya, saat berada di masjid Nabawi. Seperti yang kita ketahui, Masjid Nabawi atau Al-Masjid an-Nabawi adalah Masjid yang didirikan secara langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Masjid ini berlokasi di pusat kota Madinah. Masjid Nabawi awalnya bersampingan dengan bekas rumah Nabi Muhammad SAW yang ia tinggali setelah hijrah ke Madinah pada 622 M. Di sana pula Nabi wafat dan dimakamkan di ruang (kamar) Aisyah.

Pintu gerbang masjid

Jadi keberangkatan saya dari Jakarta, tujuan pertamanya adalah Kota Madinah setelah itu baru Makkah. 10°C suhu rata-rata kota Madinah saat itu. Rasanya kalo malam ke masjid sudah pasti dingiiin… dan di malam masjid tersebut super adem. Di sini kamu bebas secara gratis minum air zam-zam sepuasnya. Entah untuk sekedar minum di dalam masjid ataupun ingin dibawa ke hotel dengan mengisi botol minuman pribadi. Nikmatnya bukan main kaaan… Masjid Nabawi merupakan masjid paling suci kedua dalam agama islam, setelah Masjidil Haram di Mekkah.

Air zam-zam

Dalam sejarah Islam, masjid Nabawi ini adalah masjid ke tiga yang dibangung dan kini menjadi masjid terbesar di dunia. Perluasan, perbaikan dan penghiasan terus dilakukan sejak masa kenabian sampai pada masa kerajaan Saudi sekarang. Salah satu fitur terkenal Masjid ini ialah Kubah Hijau yang berada di tenggara Masjid, dulunya rumah Aisyah, dimana kuburan Nabi Muhammad SAW berada, kemudian di dekatnya ada 2 makam sahabatnya yaitu Rasyidin Abu Bakar dan Umar Bin Khattab. Di malam kedua, saya diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW dan kedua sahabatnya yaitu Rasyidin Abu Bakar dan Umar Bin Khattab.



Sore Ba’da Ashar, di hari kedua saya bersama rombongan menikmati waktu sore dengan mengelilingi masjid Nabawi melalui pelatarannya. Masjid ini memiliki 41 Gerbang dan 85 pintu masjid. Luaskaaan… Supaya tidak kesasar saat keluar masuk masjid, kita bisa hafalkan nomer pintu ke berapa yang kita masukin. Seluruh pelataran masjid, ada ratusan payung otomatis yang dipasang untuk melindungi jamaah dari cuaca panas dan hujan. Mulai dari dalam masjid hingga pelataran masjid dan atap gedung dipenuhi dengan berbagai ornament yang sangat memanjakan mata. Subhanallah… Di luar dekat pelataran masjid ini ada tempat pemakaman bagi ratusan sahabat Nabi yang disebut dengan Jannatul Baqi. Luas banget guys… selain itu juga terdapat fasilitas lainnya seperti fasilitas kesehatan, hotel-hotel dan pusat perbelanjaan.

Jannatul Baqi

Fasilitas kesehatan

Kota Madinah ini memang didoakan sebagai kota yang penuh keberkahan dan penduduknya diberikan rasa kedamaian 3 kali lipat dari kota Makkah oleh Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, saya pun yang sempat beberapa hari saja tinggal di sini memang bisa merasakan kedamaian dan ketenangannya di sini. Tidak takut akan apapun selain Allah SWT dan pasrah juga percaya semua yang terjadi di sini terhadap diri saya sudah pasti atas izin Allah SWT.


By the way ni yaaah, keutamaan Masjid Nabawi ini juga dinyatakan langsung oleh Nabi Muhammad SAW, yaitu “ Satu kali salat di masjidku ini, lebih besar pahalanya dari seribu kali salat di masjid yang lain, kecuali Masjidil Haram. Dan satu kali salat di Masjidil Haram lebih utama dari seratus ribu kali salat di masjid lainnya”. Tidak hanya jamaah Haji/Umroh yang selalu datang ke masjid ini sekedar salat sunnah apalagi salat wajib, penduduk asli Madinah pun selalu datang ke masjid saat adzan tiba. Pedagang disekitaran masjid, juga rela tutup toko sementara untuk bisa salat berjamaah di Masjid Nabawi ini. Itu yang saya lihat, selalu dan pasti akan tutup. Bagaimana dengan saya yang hanya beberapa hari, saya juga gak mau menyia-nyiakan itu hehe… Alhamdulliah dan semoga ibadah kami semua diterima oleh Allah SWT. Aamiin aamiin ya Rabb.


Sekian sedikit cerita singkat semua tentangnya diri saya saat berada di Masjid Nabawi, Kota Madinah ini. Semoga bisa bermanfaat dan terima kasih sudah membacanya.


Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Bye…bye…





Popular Posts

Beberapa Jenis Lip Produk dan Fungsinya

Halo beauty enthusiast, Saya Arin. Kali ini saya mau sharing beberapa jenis lip produk yang saya miliki dan juga akan menjelaskan fu...