(Konten Blog : Mountaineering & Beauty) Instagram & Facebook : @Dwiariyuni

Total Tayangan

Kamis, 26 Maret 2020



Pada awal Maret 2020, seperti yang kita ketahui, tiba-tiba tersebarlah berita langsung dari Presiden yang menyatakan bahwa ada 2 warga Negara Indonesia terpapar Covid-19 ini, atau yang sering disebut dengan virus Corona.

Sampai di akhir Maret 2020 ini, pemerintah akhirnya memutuskan untuk bangsanya bisa melakukan social distancing salah satunya mengurangi kegiatan di luar rumah, agar bisa memutuskan penyebaran virus ini. Seperti bekerja, belajar maupun beribadah di rumah saja. Sekalipun keluar, jikalau hanya penting saja seperti dalam hal belanja kebutuhan pokok. Kemudian, mengurangi kontak langsung saat bersosialisasi juga sangat turut membantu memutuskan penyebaran virus ini, seperti tidak salaman di sementara waktu.

Setelah melakukan social distancing ini, ada banyak dampak negatif maupun positif yang saya rasakan sendiri dan saya lihat langsung di lingkungan saya berada. Tiba-tiba semua terasa fokus hanya pada diri sendiri, melakukan apapun sendiri saja untuk sementara waktu. Meskipun terlihat individualis, tapi ini bagian dari sikap solidaritas sebuah bangsa untuk benar-benar bersama menghilangkan virus ini. Jadi apa saja dampaknya yang terjadi ?

Dampak Negatif :

  1. Berkurangnya silaturahmi dengan teman-teman bahkan saudara. Yap tentu berkunjung ke rumah saudara atau yang tadinya mau mudik ke tanah kelahirannya, harus dibatalkan. Dan berkumpul dengan teman-teman dekat jadi harus ditunda sementara. Solusi sementara ya kita hanya bisa telponan dan video call saja untuk menjalin silaturahminya.
  2. Ujian Akhir Sekolah dan ujian Nasional awalnya diundur hingga kemudian ditiadakan. Salah satu saudara saya yang masih kelas 3 SMA di Jakarta, jadwalnya Maret ini akan ujian Nasional, mendadak diundur sampai batas waktu yang belum ditentukan. Anak ini mulai berasa bosan dan ingin cepat lulus, tapi ya memang belum bisa. Sampai pada akhirnya, Ujian Nasional diputuskan oleh pemerintah untuk ditiadakan, sebagian siswa pasti senang, tapi ada juga sebagian siswa yang jadi merasa sedikit sedih dengan perjuangan belajarnya yang ia lakukan selama ini terasa sedikit sia-sia .
  3. Wisuda-wisuda ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan. Saya punya saudara yang di Maret ini agendanya akan ada wisuda di Jakarta untuk gelar Sarjananya, mendadak ditunda entah sampai kapan, padahal ini momen yang ia tunggu selama menjadi pejuang skripsi kemarin.
  4. Event-event besar pun ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan. Segala event baik di pusat perbelanjaan sekalipun harus di stop sementara waktu, demi menghindari situasi yang ramai dan padat orang-orang.
  5. Acara resepsi pernikahan terpaksa ditunda. Undangan yang telah dibagikan, harus rela diundur entah sampai kapan, demi menyelamatkan keluarga yang dari jauh dan para tamu undangan. Padahal ini acara yang dinanti-nantikan oleh calon pengantin selama ia hidup.
  6. Agenda rutin saya untuk ngopi sendiri di sebuah café sebulan sekali, distop sementara waktu. Ya biasanya saya me time dengan ke café, ngopi sambil nulis, mp3an dan menikmati suasana di café untuk merileksasikan pikiran. Tapi saat ini sangat harus dikurangin kegiatan di luar rumah yang gak cukup penting. Penting sih buat saya, tapi toh masih bisa dilakukan di rumah saja.
  7. Usaha rental alat camping saya ditutup sementara waktu. Senin 23 Maret 2020, akhirnya saya memutuskan untuk menutup sementara waktu entah sampai kapan. Demi mengurangi penyebaran virus melalui barang-barang rental yang kemungkinan bisa terpapar virus ini. Jelas pemasukan saya dari sini terhenti huhuhu… Masalah perekonomian ini  jelas dirasakan oleh kita semua, terutama pekerja dengan upah harian. “Tabah hingga akhir”
Dampak Positif :

  1. Sadar kebersihan. Pernah denger? “Ah gapapa gak cucui tangan, vitamin.”(ketika mau makan). Dulu saya sering banget denger ini. Seperti sudah menjadi budaya masyarakat Indonesia. Kebiasaan untuk sekedar tidak cuci tangan, membuat masyarakat kaget dengan tiba-tibanya ada virus ini. Sedangkan seperti yang kita ketahui, merubah kebiasaan sangatlah tidak mudah. Akhirnya masyarakat Indonesia dipaksa sadar akan kebersihan saat ini oleh keadaan. Ya dimulai hari ini, setelah derita ini usai, semoga kita semua diharapkan menjadi terbiasa dengan menjaga kebersihan diri sendiri.
  2. Sadar kesehatan. Sudah barang tentu bahwa sadar kebersihan berarti sadar akan kesehatan, sadar akan jiwa manusia lebih berharga dari apapun. Setelah semakin banyak korban meninggal akibat virus ini, Negara jelas sungguh menyesalkan atas kejadian ini. Negara meminta kita untuk #dirumahaja demi memutuskan penyebaran virus ini. Pekerjaan dikorbankan untuk benar-benar bisa dilakukan di rumah saja untuk sementara waktu. Keselamatan jiwa pada akhirnya jelas diakui, sedangkan uang banyak pun belum tentang segalanya. “Bagaimana perekonomian akan maju, jika pelakunya saja tidak sehat?”
  3. Kumpul keluarga. Takdir memaksa kalian untuk benar-benar kumpul saja dulu dengan keluarga, tanpa harus memikirkan apa-apa yang di luar rumah. Jelas kalian diberi kesempatan oleh takdir yang berharga bagi sebagian orang-orang yang selama ini terlalu sibuk mengejar mimpinya, sibuk mengejar masa depan yang baru masih “mungkin” terjadi. Sedangkan yang sudah “pasti” terjadi adalah tentang hari ini. Selamat menikmati waktu dengan keluargamu yang berharga diatas segalanya. Entah sekedar makan siang atau malam bersama, sekedar nonton tv bersama kemudian diskusi dan bercanda. (Kiss)
  4. Me time. Bagi orang-orang tertentu, yang sebelumnya terlalu sibuk dan lupa melakukan hal-hal tentang mencintai dirinya sendiri, akhirnya Tuhan memberi kesempatan ini secara penuh. Yap, Quality time dengan diri sendiri sangat diperlukan bukan???. Tentang melakukan hobi di rumah, melakukan perawatan diri di rumah, apapun itu kesenangan kalian. Setelah hari-hari yang lalu, tanpa celah waktu untuk menyendiri. Bisa mencintai diri sendiri adalah juga cara bisa mencintai orang lain dengan benar.
  5. Polusi udara jauh mereda. Setelah jaman terus berkembang, pembangunan kemudian kendaraan bermotor semakin padat memenuhi jalan yang selalu terlihat sibuk. Tiba-tiba lengang di waktu-waktu ini. Udara sudah tentu jauh membaik, jauh lebih sehat.




Kamis, 19 Maret 2020

Halo Skincare enthusiast, saya Arin.


Kali ini saya ingin mereview produk yang sebenarnya sudah cukup lama ada, tapi saya baru cobain hehe… Sebenernya sudah lama mau beli Garnier Micellar Oil Infused Cleansing Water, tapi ragu karena ia mengandung parfume dalam komposisinya. Akhir tahun pas ada promo di official storenya Garnier pada shopee, terus memutuskan beli aja deh Garnier Micellar Oil Infused Cleansing Water  ini mumpung promo kan, kalo gak cocok ya gak merasa rugi-rugi amat gitu he.


Menurut klaimnya Garnier Micellar Oil Infused Cleansing Water ini memang sangat bisa dipakai untuk makeup yang waterproof, saya pikir bisa banget dipakai hanya untuk membersihkan makeup mata dan bibir ya kaaan… jadi gak akan saya pakai di wajah, karena tau akan beruntusan jika pakai apapun yang mengandung parfum. Tapi wangi Argan oilnya menurutku enak aja sih, gak ada rasa keganggu sama wanginya kok. By the way sebelum dipakai, dikocok dulu ya produknya.


Garnier Micellar Oil Infused Cleansing Water ini menurut saya sesuai dengan klaimnya, bisa mengangkat makeup yang waterproof. Maskara dan lipcream terasa sangat mudah dibersihkan girls. Wanginya bikin bahagia pikiran, gatau sih, menurut saya aja hehe… Walaupun mengandung oil, setelah dikocok lalu dipakai, gak kerasa berminyak banget kok, tetap terasa cair seperti air aja cuma ada wanginya.


Untuk packaging, Garnier Micellar Oil Infused Cleansing Water ini sama seperti varian Garnier micellar water lainnya kok. Kalo yang lain tutupnya pink da nada juga yang biru, kalo Garnier Micellar Oil Infused Cleansing Water ini tutup botolnya berwarna putih gading. Saat ini saya sudah pakai setengah sih. Dengan harga kurang lebih di pasaran Rp 45.000  untuk ukuran 125 ml dengan kualitasnya juga, menurut saya worth it sih. Mungkin saya akan rephurches.

Nah itu dia review singkat dari saya tentang Garnier Micellar Oil Infused Cleansing Water ini. Semoga bisa bermanfaat dan terima kasih bagi yang sudah membacanya.
Bye…bye…



Jumat, 13 Maret 2020


Haiii… Saya Arin.


Saya adalah seorang introvert. Dimana introvert merupakan kepribadian yang ternyata bersifat genetik dan memiliki hubungan dengan yang namanya dopamin. Dopamin berperan dalam pusat penghargaan atau reward di dalam otak kita. Orang introvert memiliki tingkat sensitifitas terhadap dopamin yang tinggi. Jika ada stimulasi dikit saja terhadap kenaikan dopaminnya, orang introvert ini sudah bisa merasa cukup bahagia. Tidak butuh stimulasi eksternal atau dari luar terlalu banyak lagi seperti orang Extrovert.

Nah, dari teori di atas jelas bahwa seorang introvert lebih cepat bahagia dengan hal-hal yang sederhana dan tidak ekspresif. Ciri khas seorang introvert yang terlihat jelas ialah  tidak suka berada di keramaian, justru dengan berada di keramaian, energi akan terasa lebih cepat habis. Energi habis itu seperti yang dirasa jadi capek, pusing bahkan mual. Biasanya ketika sudah merasa lelah, dia hanya ingin diam, bukan berarti tidak suka dengan orang-orang yang ada di sekitarnya. Kemudian bisa langsung menyendiri atau mencari tempat yang lebih sepi untuk merecharge energinya lagi. Tapi sayangnya, diamnya seorang introvert ini suka disalah artikan seperti sebagai orang yang pemalu, pendiam, bête an, ansos, kuper, aneh juga membosankan. Bahkan tidak sedikit yang menganggapnya berbahaya dan menakutkan, karena sifatnya introvert yang kurang ekspresif. Padahal gak begitu… hmm…

Dalam bersosialisasi, bisa jadi seorang introvertlah yang ajak bicara lawan duluan, tapi biasanya hanya sekedar kenalan pada sebuah acara atau apapun dimanapun. Pemalu dan pendiam itu hanya sifat bagian dari softskill yang kurang, jadi siapa saja juga bisa jadi pemalu termasuk orang ekstrovert dan ambivert. Biasanya teman-teman terdekat seorang introvert memang bisa dihitung dengan jari. Karena mereka cukup memilih teman. Untuk benar-benar menjadi teman yang bisa dekat dengan seorang introvert, harus nyambung dalam hal topik pembicaraan dan juga kenyamanan saat berbincang. Topik bicara seorang introvert lebih deep, berat, lebih mendalam, seperti tentang kehidupan, politik, teori-teori. Sangat tidak suka basa-basi, apalagi membicarakan juga merendahkan orang lain. Biasanya teman bicaranya, hanya satu atau dua orang saja dan itupun topik pembicaraannya lebih ke masalah pribadi masing-masing kita, bukan orang lain yang gak ada di lokasi saat kita bicara. Alias anti banget ghibah deh.

Jadi memang seorang introvert akan lebih terbuka dengan orang-orang yang sudah dekat, bahkan bisa iseng dan bercanda lebih gila lagi. Nah dari sini kadang introvert juga suka dibilang bermuka dua. Kesel sih heuheu… Btw, dengan sifatnya yang cukup memilih teman, introvert ini termasuk dikategorikan orang yang setia kawan. Dia merasa kualitas pertemanan jauh lebih penting dibanding dengan kuantitas.

Introvert ialah seseorang yang berpikir lebih dahulu sebelum ia berbicara. Jadi lebih tenang dan tidak ekspresif dan bikin orang penasaran bahkan cukup sering menimbulkan salah paham. Walaupun sekali bicara ngagetin atau sedikit menyakitkan, setidaknya ia merasa hal itu perlu disampaikan dan memang penting, bukan membicarakan hal yang sia-sia. By the way, seorang introvert ini memang lebih lancar komunikasi dalam menulis dibanding berbicara. Biasanya di dalam otak ada banyak yang ingin dibacarakan, tapi saat berbicara saya cukup lambat atau sering keselibet gitu.

Seorang introvert memang jelas lebih mementingkan pada internal fillings, sering bermonolog alias berbicara dengan diri sendiri seperti instropeksi diri. Di lingkungan ia adalah pengamat yang baik dari hal-hal yang paling sederhana tapi detail dan mendalam. Bahkan orang lain belum tentu memikirkannya. Biasanya introvert memang lebih fokus terhadap hal yg bersifat psikis daripada fisik.

Introvert juga memiliki kepribadian yang mandiri dan independent. Sesimpel makan sendiri di pusat perbelanjaan sendirian. Nonton bioskop atau belanja sendirian sama sekali tidak merasa bermasalah atau kesepian. Justru terkadang jika memang sedang ingin sendirian ya memang lebih enjoy sendirian dibanding harus terlalu rame-rame. Kalo saya ingin ke coffee shop sendiri, itu adalah bagian dari moment buat recharge energi alias mencari semangat saya saja, mencari ide-ide kreatif saya juga dalam menulis blog ini. Bahkan saat liburan, saya pun lebih memilih tempat yang bukan wisata banget, saya cukup menghindari tempat yang sudah terkenal. Nah, dari sini kadang introvert yang terlihat lebih private ini, suka dibilang sombong, padahal enggak sama sekali. Balik lagi, dengan berada di keramaian justru energinya akan lebih cepat habis. Jangan heran kalo lagi rame, awalnya saya seru tiba-tiba jadi diem. Bukan marah dengan siapapun, hanya memang sudah terasa lelah. Saya bahkan pernah mual di pusat perbelanjaan yang sangat penuh karena momen mau lebaran.

Introvert paling sebel kalo dibilang “ Eh diem aja dari tadi, ngomong dong!” kenapa sih kita kesel??? Ya di saat saya gak bermasalah dari tadi dengarin dia ngomong apa aja, tapi kok dia bermasalah banget kayanya kalo saya belum mau bicara. Padahal nanti juga saya bicara kalo memang dirasa ada yang perlu dibicarakan. Heuheu…


Rabu, 04 Maret 2020


Halo beauty enthusiast, Saya Arin.


Kali ini saya mau mereview makeup produk yang bisa dibilang highend product, yaitu YSL Tatouge Couture Matte Stain. Satu-satunya lip produk highend yang saya punya hehe… Waktu itu saya beli produk ini di counter YSLnya langsung di Central Grand Indonesia, Jakarta. Sebenernya gak sengaja kebeli karena dapat voucher belanja Rp 1.000.000 dari makeup class yang diadakan oleh YSL dan Makeupby Hendra. Jadi awalnya karena mau belajar makeup sama Bang Hendra aja, MUA asli Indonesia yang terkenal di LA.


YSL Tatouge Couture Matte Stain ini bisa dibilang liptintnya dari highend product. Selama ini saya tuh kurang suka pakai liptint karena gak nutup bibir saya yang cukup hitam dan rata-rata liptinit bikin kering bibir. Tapi setelah cobain YSL Tatouge Couture Matte Stain ini, gatau kenapa, bahkan tiap hari maunya pakai ini, nyaman banget rasanya. Teksturnya cair, ringan dan memang stain di bibir untuk beberapa jam. Walaupun gak tahan lama banget kalo abis makan, tapi gak bikin bibir kering sama sekali. Ditouch up lagi pun masih tetep bagus. Walaupun pakai warna merah sekalipun, tetap terlihat warna dari bibir aja gitu, natural… mungkin karena teksturnya yang cair. Wanginya khas YSL, gimana ya… saya gak bisa dideskripsikan. Hehe…


Kalau soal packaging, jangan tanya ya… Lihat sendiri aja, pokoknya super mewah banget dilihatnya menurutku he... Botolnya matte dofe gitu jadi enak dipegang, transparant juga, jadi bisa langsung lihat warna di dalamnya. Tutup botolnya yang super fancy, warna gold dan ada logo YSL nya yang pasti. Aplikatornya sih gemes bangeeeet… bisa-bisanya diaplikator yang unik ini ada ukiran label YSL nya coba, shock aku tuhh pertama kali lihat, norak hehe… Aplikatornya busa yang lentur dan nyaman saat dipakai. Panjang aplikator juga sesuai dan masih nyaman banget buat dipakai. Kebetulan saya punya satu shade yang best seller yaitu no. 8 Black red code. Merahnya maroon gitu cocok buat skintone apa aja sih menurutku. Dan cocok aja dipakai saat pakai makeup maupun tidak.



YSL Tatouge Couture Matte Stain ini satu produknya berisi 6ml, dengan harga Rp575.000 di counter YSL. Cukup menguras kantong kan ya… tapi emang gak nyesel aku pilih produk ini. Kalo pun habis, ya cukup jadi pengalaman aja udah cobain lip product dari highend brand dan memang sudah terkenal di banyak negara hehe.


Nah segitu saja singkat review YSL Tatouge Couture Matte Stain dari saya. Semoga bisa bermanfaat ya buat kamu yang baca, dan terima kasih juga sudah membacanya.
Bye… bye…

Popular Posts

Beberapa Jenis Lip Produk dan Fungsinya

Halo beauty enthusiast, Saya Arin. Kali ini saya mau sharing beberapa jenis lip produk yang saya miliki dan juga akan menjelaskan fu...