(Konten Blog : Mountaineering & Beauty) Instagram & Facebook : @Dwiariyuni

Total Tayangan

Senin, 10 Februari 2020


Assalamu’alaikum Wr. Wb. Halooo, saya Arin.

sumber foto : Wikipedia

Sudah lama saya tak sharing catatan pada sebuah perjalanan saya pribadi, dikarenakan memang sedang jarang berpergian keluar kota. Standby jaga kesehatan fisik maupun mental dan membersihkan hati untuk beberapa waktu kedepan saat itu, agar perjalanan umroh ini lancar. Desember 2019 tanggal 19-27, saya bersama kedua orang tua berangkat umroh bersama-sama, Alhamdulillah. Semoga teman-teman pembaca yang ingin juga kesana, bisa disegerakan panggilannya oleh Allah SWT. Karena bagaimanapun caranya, saya percaya jika Allah SWT. sudah menginginkanmu ke sana, pasti Allah SWT memberimu jalan entah bagaimanapun caranya.

Pintu masjid

Kali ini saya hanya akan bercerita apa saja yang saya lihat dan bagaimana rasanya, saat berada di masjid Nabawi. Seperti yang kita ketahui, Masjid Nabawi atau Al-Masjid an-Nabawi adalah Masjid yang didirikan secara langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Masjid ini berlokasi di pusat kota Madinah. Masjid Nabawi awalnya bersampingan dengan bekas rumah Nabi Muhammad SAW yang ia tinggali setelah hijrah ke Madinah pada 622 M. Di sana pula Nabi wafat dan dimakamkan di ruang (kamar) Aisyah.

Pintu gerbang masjid

Jadi keberangkatan saya dari Jakarta, tujuan pertamanya adalah Kota Madinah setelah itu baru Makkah. 10°C suhu rata-rata kota Madinah saat itu. Rasanya kalo malam ke masjid sudah pasti dingiiin… dan di malam masjid tersebut super adem. Di sini kamu bebas secara gratis minum air zam-zam sepuasnya. Entah untuk sekedar minum di dalam masjid ataupun ingin dibawa ke hotel dengan mengisi botol minuman pribadi. Nikmatnya bukan main kaaan… Masjid Nabawi merupakan masjid paling suci kedua dalam agama islam, setelah Masjidil Haram di Mekkah.

Air zam-zam

Dalam sejarah Islam, masjid Nabawi ini adalah masjid ke tiga yang dibangung dan kini menjadi masjid terbesar di dunia. Perluasan, perbaikan dan penghiasan terus dilakukan sejak masa kenabian sampai pada masa kerajaan Saudi sekarang. Salah satu fitur terkenal Masjid ini ialah Kubah Hijau yang berada di tenggara Masjid, dulunya rumah Aisyah, dimana kuburan Nabi Muhammad SAW berada, kemudian di dekatnya ada 2 makam sahabatnya yaitu Rasyidin Abu Bakar dan Umar Bin Khattab. Di malam kedua, saya diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW dan kedua sahabatnya yaitu Rasyidin Abu Bakar dan Umar Bin Khattab.



Sore Ba’da Ashar, di hari kedua saya bersama rombongan menikmati waktu sore dengan mengelilingi masjid Nabawi melalui pelatarannya. Masjid ini memiliki 41 Gerbang dan 85 pintu masjid. Luaskaaan… Supaya tidak kesasar saat keluar masuk masjid, kita bisa hafalkan nomer pintu ke berapa yang kita masukin. Seluruh pelataran masjid, ada ratusan payung otomatis yang dipasang untuk melindungi jamaah dari cuaca panas dan hujan. Mulai dari dalam masjid hingga pelataran masjid dan atap gedung dipenuhi dengan berbagai ornament yang sangat memanjakan mata. Subhanallah… Di luar dekat pelataran masjid ini ada tempat pemakaman bagi ratusan sahabat Nabi yang disebut dengan Jannatul Baqi. Luas banget guys… selain itu juga terdapat fasilitas lainnya seperti fasilitas kesehatan, hotel-hotel dan pusat perbelanjaan.

Jannatul Baqi

Fasilitas kesehatan

Kota Madinah ini memang didoakan sebagai kota yang penuh keberkahan dan penduduknya diberikan rasa kedamaian 3 kali lipat dari kota Makkah oleh Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, saya pun yang sempat beberapa hari saja tinggal di sini memang bisa merasakan kedamaian dan ketenangannya di sini. Tidak takut akan apapun selain Allah SWT dan pasrah juga percaya semua yang terjadi di sini terhadap diri saya sudah pasti atas izin Allah SWT.


By the way ni yaaah, keutamaan Masjid Nabawi ini juga dinyatakan langsung oleh Nabi Muhammad SAW, yaitu “ Satu kali salat di masjidku ini, lebih besar pahalanya dari seribu kali salat di masjid yang lain, kecuali Masjidil Haram. Dan satu kali salat di Masjidil Haram lebih utama dari seratus ribu kali salat di masjid lainnya”. Tidak hanya jamaah Haji/Umroh yang selalu datang ke masjid ini sekedar salat sunnah apalagi salat wajib, penduduk asli Madinah pun selalu datang ke masjid saat adzan tiba. Pedagang disekitaran masjid, juga rela tutup toko sementara untuk bisa salat berjamaah di Masjid Nabawi ini. Itu yang saya lihat, selalu dan pasti akan tutup. Bagaimana dengan saya yang hanya beberapa hari, saya juga gak mau menyia-nyiakan itu hehe… Alhamdulliah dan semoga ibadah kami semua diterima oleh Allah SWT. Aamiin aamiin ya Rabb.


Sekian sedikit cerita singkat semua tentangnya diri saya saat berada di Masjid Nabawi, Kota Madinah ini. Semoga bisa bermanfaat dan terima kasih sudah membacanya.


Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Bye…bye…





Popular Posts

Beberapa Jenis Lip Produk dan Fungsinya

Halo beauty enthusiast, Saya Arin. Kali ini saya mau sharing beberapa jenis lip produk yang saya miliki dan juga akan menjelaskan fu...