Talk About Stoicism - Teori Filsafat Kuno

 


Kamu pernah marah dengan keadaan? Atau sangat kecewa oleh hasil yang didapat dari yang sudah sangat kamu perjuangkan selama ini? Sedih dengan kegagalan? Pasti pernah kan… of course, saya sendiri sangat pernah. You know what… dari hal-hal kecil kita bisa stress, apalagi masalah yang mungkin kita anggap besar dan sangat mampu mengganggu kesehatan mental kita. By the way, saya bukan seorang filsuf membicarakan ini, tapi saya tau teori ini karena saat itu saya merasa di masa penyembuhan atas kekecewaan saya pada keadaan. Suatu hari saya menemukan buku yang membahas tentang Stoicism ini yaitu Filosofi Teras. Jadi saya hanya mau sharing sedikit aja, siapa tau bermanfaat dan memang untuk kamu yang sedang mencari solusi bagaimana bisa hidup lebih bahagia, atau bagaimana bisa hidup jauh dari stress.

Nah, stoicism ini merupakan ajaran filsafat kuno yang mengarahkan kita untuk lebih sadar lagi bahwa terlalu banyak hal yang memang di luar kendali kita, dan kita hanya bisa mengendalikan dari cara berpikir kita. Stoic membuat kita sadar tentang bagaimana cara menemukan kebahagiaan dari dalam diri kita sendiri, sehingga dapat menjalani hidup jauh lebih tenang dan bahagia dengan menerima keadaan apapun yang memang sudah menjadi kehendak alam. Dimana kehendak alam, atau kehendak Tuhan bagi umat yang beragama adalah hal besar yang kita sendiri memang tidak bisa merubahnya apalagi mengendalikannya. So, ketika kehendak itu sedang bekerja, bukankah kita hanya bisa menerima saja bukan???

Mari coba kita mereview apa saja sih hal-hal di luar kendali kita? Pertama-tama saya akan menyebutkan hal yang bisa kita kendalikan dan itu hanya satu, yaitu pikiran kita sendiri. Dimana pikiran kita membawa kita tentang bagimana kita menilai dan berperilaku pada sebuah keadaan. Sisanya itulah yang tidak bisa kita kendalikan. Banyak bukan??? Bahkan terlalu banyak, seperti pikiran orang lain, cuaca, jalanan yang macet, bahkan terkadang kesehatan kita sendiri juga bisa jadi di luar kendali kita seperti kecelakaan, tiba-tiba terkena sakit padahal kita sudah berusaha menjaga kesehatan.

Sudah banyak orang kan yang menjadi korban dari rasa kecewa, marah atau lelah dari keadaan, seperti depresi bahkan sampai melakukan bunuh diri. Pada dasarnya itu hasil dari penolakan yang keras dari dirinya terhadap keadaan yang gak bisa di rubah. Cara berpikirlah yang menjadi kunci utama kita bisa bahagia atau engga. Kalo kita bahas dari sisi agama Islam, sama seperti halnya bagaimana caranya kita selalu bisa mencari celah untuk selalu bisa bersyukur pada keadaan apapun.

Menerima keadaan bukan berarti kita tidak melakukan apapun untuk hidup lalu hanya menerima yes… tapi ini soal menerima keadaan buruk untuk segera sadar bahwa setelah kita berjuang dan berdoa jika memang hasilnya yang terjadi di luar rencana kita seperti cita-cita atau hasil ujian atau hasil interview kerja dan banyak lagi. Cobalah untuk segera menerima, lalu berpikir untuk bisa melakukan apa lagi sekarang segera, tanpa berlama dan berlarut-larut dalam kesedihan, kekecewaan dan kemarahan. Kita bisa segera belajar, kira-kira apa yang salah, bisa segera diperbaiki apa yang salah, lalu bangun kembali untuk membuat rencana baru. Saya sendiri merasa melakukan stoic ini gampang-gampang susah. Terkadang lupa, ada lah rasa ketakutan, kesedihan, menurut saya itu wajar sih sangat manusiawi. Bukankah terlalu lama bersedih bisa membuat tubuh kita sendiri lelah? Mental kita semakin lemah? Contoh, katanya sakit Maag bisa pengaruh dari terlalu banyaknya pikiran. Nah, balik lagi stoic ini mengajarkan untuk mari segera ikhlas menerima keadaan ini dan bangkit lagi. Teori ini bertujuan untuk membawa kita jauh dari depresi bahkan bunuh diri. Just it…

Mari kita belajar untuk terus selalu mencari celah bagaimana bisa bersyukur di keadaan apapun, baik senang ataupun sedih. Pasti ada kok, itu bagaimana kita cara berpikir, bagaimana kita mencoba untuk mau melihat dari sudut pandang yang berbeda saja. Mari kita sama-sama sadar untuk selalu menjaga kesehatan baik fisik maupun mental diri kita sendiri.

Terima kasih buat yang sudah membacanya, semoga bermafaat. Semoga kita bisa selalu bahagia yaaa… aamiin. Bye…bye…

Tidak ada komentar untuk "Talk About Stoicism - Teori Filsafat Kuno"