(Konten Blog : Mountaineering & Beauty) Instagram & Facebook : @Dwiariyuni

Total Tayangan

Jumat, 05 April 2019


Hai, Saya Arin.


Kali ini saya mau berbagi cerita apa yang saya alami dan saya lihat selama pendakian di Gunung Lawu ini pada tanggal 16 - 17 Maret 2019. Spesialnya pendakian ini saya melakukan Lintas jalur. Naik via Cemoro Sewu dan turun via Candi cetho. Jadi pastinya pemandangan yang dilihat naik dan turun beda dong, dan serunya juga pasti beda hehe… Secara track yang dilewati saja sudah beda banget. By the way, gunung Lawu ini sangat populer sudah begitu lama karena memang gunung ini pun juga dijadikan lokasi untuk orang-orang yang ingin berziarah khususnya di setiap malam 1 Suro. Saking populernya sudah banyak pedagang makanan yang akan pendaki jumpai genks, khususnya di jalur cemoro sewu.

Puncak Lawu - Hargo Dumillah

Gunung Lawu berada di perbatasan antara Jawa tengah dan Jawa timur. 3 kabupaten di antaranya ialah Kabupaten Karanganyar (Jawa tengah), kabupaten Ngawi dan Kabupaten Magetan (Jawa timur). Ada 3 puncak di gunung Lawu ini, yaitu Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumillah. Hargo Dumillah adalah puncak yang sering didatangi pendaki dan puncak tertinggi dari kedua puncak lainnya. Ada 3 jalur yang cukup terkenal untuk mendaki gunung Lawu ini guys, yaitu Cemoro sewu di Sarangan Jawa timur, Cemoro kandang di Tawangmangu Jawa tengah dan Candi cetho di Karanganyar Jawa tengah. Untuk 2 jalur yaitu Cemoro kandang dan Cemoro sewu, walaupun beda Provinsi yaitu Jawa tengah dan Jawa timur tapi sebenarnya, basecamp ini terpisah kurang lebih hanya 200 meter saja loh.

3 Jalur Gunung Lawu

Saya dan tim melakukan pendakian 2 jalur, yaitu Cemoro Sewu di kabupaten Sarangan Jawa timur dan turun di Candi cetho kabupaten Karanganyar Jawa tengah. 2 jalur ini sangat bedaaa banget. Untuk jalur cemoro sewu karena memang sudah menjadi jalur teramai, jalur ini sudah diberi batu-batuan yang tersusun dan sangat jelas dari basecamp hingga pos 5. Jadi bisa dikira-kira ya, kalo kaki kita melangkah dengan mau gak mau harus menyesuaikan tangganya. Jalur cemoro sewu menjadi jalur terpendek di antara 2 jalur lainnya, karena memang jalur ini juga cukup ngetrack. Sedangkan untuk jalur candi cetho adalah jalur terpanjang dari jalur lainnya. Jalurnya masih sangat alami, hanya jalan setapak seperti di gunung-gunung lainnya.

Di awal pendakian, jangan lupa untuk daftar ya ke basecamp agar namamu masuk ke dalam daftar pendaki dan rencana turun tanggal berapa juga dimana. Jangan lupa juga untuk segera laporan kembali saat sudah turun. Kalo lintas jalur, ya laporannya 2 kali, di pos kita tiba dan di pos kita awal naik. Biasanya nanti dikasih nomer Hp untuk berkabar via sms ke pos awal. Biaya pendaftaran untuk pendakian gunung Lawu dikenakan Rp 15.000 per orang. Cemoro sewu menyediakan basecamp, untuk para pendaki yang ingin istirahat setelah naik ataupun turun, bisa bermalam juga. Ada beberapa toilet yang tersedia dan warung-warung kopi juga merchandise khas gunung Lawu.

Pendakian dengan cuaca yang cerah, dari basecamp cemoro sewu menuju pos 1 kurang lebih saya mendaki dalam waktu 1 jam 10 menit. Jalurnya cukup banyak landainya tapi ada sedikit ngetracknya juga ya yang pasti. Di pos 1 terdapat shelter khusus, dan ada beberapa warung. Lanjut dari pos 1 ke pos 2, saya mendaki dalam waktu 2 jam 15 menit. Jalurnya ada beberapa bonus landai, tapi sudah mulai banyak ngetracknya. Pada pos 2 terdapat shelter khusus dan ada 1 warung. Pos 2 ini cukup luas, dan kira-kira masih bisa dirikan 2 sampai 3 tenda. Oh iya pendakian dari pos 1, saya dan tim sudah mulai ditemani 1 jenis burung.

Jalur menuju pos 1 Cemoro Sewu

Pos 1 - Cemoro Sewu

Jalur menuju pos 2 - Cemoro Sewu

Pos 2 - Cemoro Sewu

Pendakian dari pos 2 ke pos 3, saya berjalan memakan waktu kurang lebih 1 jam saja, tapi jalurnya ngetrack terus sih hehe… Pada pos 3 terdapat shelter tanpa ada warung. Di pos 3 juga kamu bisa dirikan tenda 1 hingga 2 tenda. Saran aja sih ya, jangan pernah dirikan tenda di dalam shelter, itu namanya egois genks. Karena shelter didirikan untuk peristirahatan sementara para pendaki yang masih ingin melanjutkan perjalanannya. Kalo ada tenda di dalam shelter, bagaimana pendaki lain mau istirahat atau berteduh kan ya…

View menuju pos 3 - Cemoro Sewu

Pos 3 - Cemoro Sewu

Lanjut pendakian pos 3 ke pos 4, saya mendaki dengan waktu 1 jam 20 menitan. Jalurnya tangga! Dan terus ngetrack. Perjalanan menuju pos 4 sudah mulai ada tumbuhan Edelweiss, namun saat itu saya lihat belum ada yang berbunga. Pada pos 4, tidak ada sama sekali shelter. Karena memang disarankan untuk segera naik ke pos 5 yang tidak begitu jauh dari pos 4 ini. Di pos 4 pun juga tidak bisa mendirikan tenda, karena terlalu bahaya walapun pemandanganya sangat bagus. Lokasinya cukup sempit dan terjal. Pos 4 menuju pos 5 cukup dekat, dan banyak bonus landainya. Perjalanan saya memakan waktu hanya 10 menit.

Jalur menuju pos 4 - Cemoro Sewu


Pos 4 - Cemoro Sewu

Pos 5 lumayan luas dan ada beberapa warung di sana. Pendaki juga bisa mendirikan banyak tenda di sana. Hanya saja di pos 5 terasa tiba-tiba sangat dingin. Bahkan tangan saya mulai kaku. Ternyata semua itu dikarenakan, pos 5 sangat dekat dengan 2 lembah, yang artinya akan ada sumber angin dari 2 arah yang berkumpul di pos 5 ini. Saranku jangan terlalu lama beristirahat jika tidak ingin mendirikan tenda di sana. Segera lanjutkan perjalan ke pos bayangan (pos sebelum puncak) atau biasa di sebut sendang derajat. Perjalanan dari pos 5 ke sendang derajat, sangat landai dan dekat yaitu kurang lebih 10 menit. Pemandangannya juga begitu indah. Tapi jangan terlena ya, kita benar-benar melewati jalur di antara 2 lembah. Kita menyebrangi 2 lembah yang sangat dingin di jam 17:30 WIB. Saya pun sempat beberapa kali menjatuhkan trekking pole saya tanpa sengaja, saking tangannya mulai kaku.

Pos 5 - Cemoro Sewu

Di sendang derajat terdapat 1 warung yang cukup luas, sehingga pendaki pun bisa bermalam di sana tanpa mendirikan tenda. Makanan yang dijual pun cukup lengkap. Ada Karbohidratnya, protein, vitaminnya juga dari sayuran pecelnya. Pastinya yang mau ngopi juga bisa. Di sendang derajat terdapat lokasi khusus yang ingin beribadah untuk orang-orang kejawen gitu. Mohon maaf gak sempat foto karena sudah malam saat itu. Lokasi sendang derajat juga sangat persis berada di punggungan dan tanpa vegetasi. Jadi pinter-pinter cari spot kalo mau buang air kecil ya beb.

Sejak jam 2 pagi, hujan tiba-tiba turun dengan deras, hingga matahari terbit. Jam 5 saya dan tim sudah bangun dan bersiap packing untuk melanjutkan perjalanan ke puncak. Karena kita akan pindah jalur, ya otomatis saat ke puncak bawa semua barang. Saat itu saya belum sarapan, hanya makan snack. Ketika hujan mulai reda, namun gerimis yang cukup terasa, kita harus segera berangkat. Jadi tetap mau gak mau pakai rain coat. Perjalanan ke puncak Hargo dumillah cukup dekat dari warung sendang derajat, kurang lebih memakan waktu 20 menit. Tracknya berbatuan, tapi masih di ada vegetasi kok. So , tetep hati-hati juga, ditambah saat hujan turun. Tibanya di puncak yang sangat dingin saat itu, saya ambil dokumentasi beberapa spot dengan cuaca yang masih berawan dan Kabut. Namun Alhamdulillah tidak lama kemudian, perlahan cuaca cerah bahkan panas. Jadi pemandangan dari puncak terlihat sangat jelas. I’m so happy!!!

Suasana puncak saat masih hujan

Puncak setelah cuaca berubah menjadi cerah

Setelah kurang lebih 2 jam di puncak menikmati pemandangan, kami turun langsung ke arah warung mbok Yem dengan waktu hanya 10 menitan. Tibanya di mbok yem, kabut tipis kembali turun tapi tidak begitu gelap. Saya juga sempat makan di warung mbok Yem, sebelum melanjutkan perjalan ke Candi Cetho. Menu nasi pecel pake telor dikenakan harga Rp 15.000 guys. Hujan sempat turun saat masih di mbok Yem, dan kita masih menunggu hujan lebih reda. Hujan mulai reda, kami melanjutkan perjalanan ke jalur candi cetho menuju pos 5 dengan kurang lebih 1  jam 20 menit. Jalurnya sangat landai dan panjang. Selama perjalanan saya ditemani dengan pemandangan sabana yang sangat indah, tenang, sunyi, sedikit terasa misterius karena suasananya yang sepi juga berkabut tipis. Tapi asli saya saja jatuh cinta banget sama lokasi ini. Saya selalu bersyukur diberi cuaca yang terang saat turun. Perjalanan menuju pos 5 juga ada sedikit kubangan air, yang cukup luas. Kubangan tersebut bisa jadi sumber air saat hujan turun.

Warung Mbok Yem

Persimpangan diantara 3 jalur Candi cetho, Cemoro Kandang dan Cemoro Sewu

Sabana di perjalanan menuju pos 5 - Candi Cetho

Kubangan air yang bisa dimanfaatkan

Tibanya di pos 5 yang masih berada di sabananya Lawu yang luas dan indah. Ada beberapa tenda yang didirikan di sana. Pada pos 5 tidak ada shelter sama sekali. Hanya sabana luas, yang dimana kalian bisa dirikan tenda dimanapun, kecuali jangan di jalur ya hehe. Perjalanan terus dilanjutkan menuju pos 4, dengan jalur mulai masuk ke dalam hutan dan jalan setapaknya. Perjalanan pos 5 ke pos 4 saya memakan waktu kurang lebih 1 jam. Tracknya lumayan terjal. Pada pos 4 terdapat shelter kok tanpa ada warung. Oh iya untuk seluruh pos di jalur candi cetho ini, tidak ada warung sama sekali loh ya. Jadi persiapkan logistik kalian. Lanjut dari pos 4 ke pos 3, saya memakan waktu perjalanan turun sekitar 45 menitan. Tracknya sama dengan sebelumnya, lumayan terjal dan cukup licin. Pada pos 3 juga terdapat 1 shelter, di sana saya sempat beristirahat untuk makan.

Sabana di dekat pos 5 - Candi Cetho

Pos 5 - Candi Cetho

Jalur menuju pos 4 - Candi Cetho

Pos 4 - Candi Cetho

Di pos 3 tiba-tiba hujan turun dengan cukup deras. Jalur pendakian pun menjadi seperti jalur air. Saya dan tim melanjutkan perjalanan menuju pos 2 dengan menggunakan raincoat. Perjalanan memakan waktu 50 menit dengan track yang cukup licin karena dialiri air hujan. Pada pos 2, terdapat 1 buah shelter. Di pos 2, saya dan tim bertemu dengan rombongan yang beranggotakan 6 orang. Akhirnya kita memutuskan turun bersama-sama. Dengan hujan yang mengiringi perjalanan hingga sampai basecamp candi cetho, dan sudah malam. Perjalanan jadi lebih lama dari biasanya ditambah ada salah satu anggota yang cidera pada kakinya. Jadi saya juga tidak mecatat waktu saat tiba di pos 1. Setelah pos 1 juga kami kembali bertemu dengan rombongan lainnya yang beranggotakan 5 orang. Namun 3 orang dari tim tersebut sudah ada yang tidak kuat dan memutuskan mendirikan camp. 2 lainnya memutuskan turun bersama kami semua.

Track yang dialiri air hujan 
Pos 3 - Candi Cetho

Waktu perjalanan saya hanya mentotal keseluruhan dari pos 2 hingga basecamp Candi cetho genks, yaitu memakan waktu kurang lebih 3 jam. Sekitar jam 22.30 WIB saya dan rombongan tiba di pos pendakian untuk melaporkan ke pos jaga bahwa pendaki tiba dengan lengkap dan aman. Perjalanan dari pos 1 ke basecamp, sebenernya terdapat Candi cetho itu sendiri, terasa juga aroma-aroma sesuatu. Namun saya tidak sempat medokumentasikan candinya karena sudah larut malam. Huhu… Tibanya di basecamp saya pun bergegas lepas sepatu dan raincoat dilanjutkan mandi, agar bisa segera ganti baju kering supaya lebih hangat. Tidak lupa juga saya melaporkan ke pos Cemoro sewu via sms.

Posko Candi Cetho

Basecamp Candi Cetho

Finally perjalanan diakhiri dengan selamat semua yang penting. Pendakian dengan lintas jalur ditambah belum ada yang pernah ke gunung Lawu, menjadi tantangan tersendiri. Tips saya yang penting jangan sombong, dan banyak tegur sapa dengan pendaki lain. Karena di alam bebas, kita butuh kebersamaan antara manusia, saling tolong menolong jika ada yang butuh bantuan. Jangan pernah terpisah dari rombongan, dan jaga juga seluruh partner mendaki kalian. So, thank you buat semua yang uda baca, semoga bermanfaat ya… Keesokan harinya saya melanjutkan perjalanan menuju stasiun Purwosari yang ada di Solo.

Bye…bye…

Kamis, 07 Maret 2019


Halo, Saya Arin!!!


Review kali ini saya mau bahas tentang salah satu hair care routine dari sebuah brand lokal, yaitu Mylea Hairceutical System. Mylea Hairceutical System ialah rangkaian produk perawatan rambut yang didasarkan hairceutical atau medicated dan diformulasikan khusus silicon free juga dikombinasikan dengan vitamin dan nutrisi dari bahan alami yang sudah teruji loh. 


Mylea Hairceutical System memiliki 3 variant dengan fungsinya masing-masing di setiap jenis rambut. Variant pertama adalah Mylea Intensive hair care System yang dikhususkan untuk jenis rambut normal to dry. Variant kedua adalah Mylea Gingseng hair care System yang dikhususkan untuk rambut tipis atau rambut rapuh. Variant terakhir ialah Mylea Anti Dandruff hair care System yang dikhususkan untuk rambut berminyak. Dari semua variant, masing-masing memiliki 3 step rangkaian yang sama, yaitu Cleanse dengan shampoo, treatment dengan memakai hair mask dan Rest dengan hair tonic. Melalui 3 step ini perawatan yang maksimal dan menyeluruh dapat dicapai untuk meyakinkan kulit kepala dan rambut akan terjaga untuk tetap sehat dan kuat. Jadi udah gak perlu kamu repot-repot perawatan rambut ke salon lagi hehe…

By the way, variant yang sedang saya pakai saat ini adalah Mylea Intensive hair care System yang dikhususkan untuk jenis rambut normal to dry. Rambut saya memang termasuk kering, nanti kalo uda kering tuh rambut susah diatur, berantakan, bercabang pula huhu… Akhirnya saya cobain lah Mylea variant ini. Ternyata formulasi variant ini biasanya dipakai oleh orang yang memiliki masalah rambut seperti karena diwarnai, sering dicatok dan juga rambut yang sering tertutup seperti saya yang selama ini menggunakan hijab. Pas banget kaan… karena saya belum lama pakai, jadi saya akan bahas first impression dari produk ini dulu ya sis.

Dari segi packaging, disetiap step perawatan Mylea memiliki bentuk yang berbeda. Shampoonya dengan botol platik mungil, sangat ringan dan mudah dibawa kemana-mana. Daily hair mask nya yang berbentuk tube, jadi sangat mudah diatur banyaknya pemakaian. Terakhing packaging Hair tonic yang memang selalu dengan botol kaca ya.  Semuanya senada loh warna botolnya, yaitu hijau. Mungkin dengan itu bisa mewakili representasi dari salah satu bahan-bahan kandungannya yang alami.

Mylea Intensive hair Shampoo

Mylea Intensive Hairmask

Mylea Intensive Hair Tonic

First impression saya terhadap isi dari Mylea Intensive hair care System ini, lumayan bikin rambut saya terasa ringan, bersih kesat dan rambut terlihat bervolume. Semua isi produk dari ketiga stepnya, aromanya hampir sama gitu, agak-agak bau aroma jaman dulu, mungkin aroma itu bersumber dari ekstrak bunga chamomile dan horsetail. Cukup menenangkan gitu, kaya bau aroma terapi sih kalo menurutku ya. Cara pakainya begini sis…


Pertama saya basahi rambut, kemudian shampoo-an dengan Mylea Intensive hair care System, dipijat 5 menit. Lalu bilas hingga bersih. Kalo sudah terasa kesat, saya melanjutkan dengan memakai Daily instant hair mask pada seluruh batang rambut saya saja. Lalu didiamkan 5 menit, sambil menunggu saya biasanya sambil mandi genks. Usai 5 menit, saya bilas lagi semua hingga bersih. Rambut dilanjutkan dengan dikeringkan kemudian memakai hair tonicnya, yaitu step terakhir dari rangkaian Mylea Intensive hair care System ini. Pijat lembut dengan ujung jari selama 3 menit agar nutrisi dari hair tonic dapat diserap dengan cepat oleh akar rambut.

Nah kalo kamu berminat untuk mencoba Mylea Hairceutical System juga, kamu bisa cari aja langsung ke www.gogobli.com guys! Buat yang belum tau aja nih, gogobli.com adalah toko online yang berdiri pada tahun 2011 dan bergerak di lingkup kesehatan juga lingkup kecantikan. Mereka hanya menjual produk dengan merk dan reputasi yang baik dan yang paling penting banget tuh adalah produk-produknya sudah terdaftar di BPOM, jadi uda terjamin kan tuh kalo produk yang akan dibeli di gogobli.com dapat dipastikan aman untuk digunakan dan dikonsumsi. Kalo gitu langsung aja ya dikepoin websitenya.

Thank you so much buat yang udah baca review dari saya, semoga bisa bermanfaat yaaa.
Bye…bye…


Kamis, 21 Februari 2019


Halo beauty enthusiast!!!


Saya Arin, finally saya nulis review lagi tentang foundation. Foundation yang akan saya review kali ini lumayan ngehits juga di kalangan beauty influencer dan beauty enthusiast, baik di dalam negeri maupun luar negeri loh. Sebenernya foundation ini sudah keluar dari tahun lalu, hanya saja baru masuk di Indonesia pada awal tahun ini guys!. Sooo… sebenernya juga saya sudah penasaran lama banget buat cobain foundation ini, jadi seneng banget dan langsung beli waktu tau foundation ini sudah ada di drugstore Indonesia. By the way, seperti biasa karena kulit wajah saya sensitif dengan alkohol dan pewangi, jadi sudah saya pastikan dulu sebelum beli foundation ini pada komposisinya bahwa ia tidak mengandung alkohol dan juga pewangi.


Superstay Full coverage Foundation dari Maybelline. Yeeess foundation drugstore ini keluaran dari Maybelline guys. Siapa sih yang gak tau Maybelline?!. Untuk packagingnya, terbuat dari botol kaca, jadi agak lumayan berat ya buat travelling. Seperti pada umumnya foundation, isinya 30ml. Pada bagian tutup terbuat dari plastik berwarna putih dan sudah ada pumpnya. So pasti dengan pump, pemakian jauh lebih rapih dan higienis yaaa…


Lanjut ke produk. Jadi klaim dari produk ini tuh yaitu full coverage, long lasting wear 24 hours, matte finish, breathtable and comfortable, fade and transfer resistant, oil free, tidak menyumbat pori-pori dan terakhir dermatologist tested. Saya waktu beli foundation ini nanya gitu sama spg-nya Maybelline, kata mbanya saya cocok pakai yang Buff beige, padahal sebelumnya saya udah mau ambil yang natural beige. Menurut mbanya, foundation ini oxedize alias menggelap. Hemm… Bismillah aja tuh saya nurut sama apa kata mba spg-nya, jadi saya beli shade yang nomer 130 - Buff Beige. Deg-deg an gitu takut salah shade, karena harganya lumayan ya Rp 209.000,-.


First impression, saya hampir emosi gitu dan pingin marah aja sama mbanya, karena salah shade. Keterangan di muka saya dooong masa… Tapi asli teksturnya emang enak sih buat diblend. Ternyata pas udah beberapa menit kemudian, beneran sih ni foundation jadi menggelap, dan masuk banget sama warna kulit wajah saya. Mendadak gak jadi marah gitu ama mbanya. Hehe…. Malah kaya mau berterima kasih, wkwkwk. Jadi foundation ini tuh beneran full coverage!!!. Ceritanya waktu saya cobain foundation ini, ada bekas jerawat saya yang cukup hitam, tapi bisa ketutup cuma pakai foundation ini dong, tanpa harus pakai concealer lagi. Gawat nih foundation, keren parah coy.


Untuk hasilnya, menurut saya foundation ini gak begitu matte banget ya. Jadi buat yang kulit berminyak kayanya butuh diset lagi pake powder. Lumayan ringan sih, tapi gak ringan banget juga. Ini tuh cocok banget buat acara-acara special yang butuh cover tinggi, dan buat yang punya bekas jerawat bisa banget deh pake foundation ini guys.

Minyak di wajah setelah 4 jam pemakaian foundation

Untuk ketahanannya, foundation ini lumayan tahan lama, dan gak ngegeser walaupun uda berjam-jam. Aku belum coba sampe 24 jam juga siiih. Cuma pernah sampai 8 jam. Untuk menahan minyak, dia kurang banget sih. Tapi walaupun minyak di wajah udah keluar, gak bikin foundation luntur atau ngecrack sama sekali. Sumpah aman banget ni foundation, udah kaya anti badai. Cuma ya itu kaya 3-4 jam sekali, kamu harus tap-tap wajah kamu pake oil paper. Abis itu beneran ko, nanti jadi bagus lagi kaya awal pemakaian. Intinya mah, foundation ini aku cinta banget, soalnya walaupun gak menahan minyak, tapi dia tetep flawless, gak ada crack sama sekali di kulit wajah aku yang tipenya normal sensitif ini ya. Mungkin ini bukan jadi foundation sehari-hari saya, tapi akan jadi foundation yang selalu dipakai saat-saat special occasion gitu.

Oxydize setelah setengah jam 

Okedeh, itu dia review saya tentang Maybelline Superstay Full coverage Foundation. Terima kasih buat yang udah baca, semoga bermanfaat ya. Pesan saya untuk yang mau beli foundation ini, cari shade yang lebih terang 1 sampai 2 tingkat dari warna kulit kamu ya.

Bye…bye…

Sabtu, 05 Januari 2019


Haiii… Apa kabar? Saya Arin.


Kali ini saya ingin menuliskan kegiatan dari Survival Camp 2018 yang baru saja saya ikuti, sekaligus menyebarkan sedikit banyak ilmu yang saya dapatkan. Survival camp 2018 ini diadakan langsung oleh Eiger Adventure (Eiger event) pada tanggal 21-23 Desember 2018 di Leuweung Tengah, Bandung, Jawa Barat. Event ini sesuai dengan judulnya, seluruh peserta yang lolos seleksi diberikan materi dan latihan langsung tentang bagaimana Survival di gunung hutan.


Tujuan kegiatan ini pun salah satunya adalah menyebarluaskan rasa tanggung jawab atas ilmu yang telah diketahui untuk dibagikan kepada para pendaki yang belum memiliki basic kepencinta Alaman. Seperti kita ketahui cukup banyak pendaki jaman sekarang yang hanya mendaki gunung tanpa persiapan matang. Nah, salah satu penyebab keadaan darurat yang mengharuskan kita survival itu adalah dari kurangnya persiapan/manajemen perjalanan yang matang.


Survival itu berasal dari kata survive, yang berarti bertahan hidup dari keadaan darurat oleh suatu sebab. Kemauan yang besar untuk terus hidup sangat penting bagi survivor. Biasanya survivor akan dihadapkan pada kondisi ketakutan, cemas, panas, dingin, kehausan, kelaparan, lelah, jenuh dan kesepian. Sikap tenang dan sabar adalah kunci utama survivor untuk bisa keluar dari keadaan darurat tersebut. Jadi survivor akan lebih bisa mengontrol, bagaimana survivor berusaha dan bertahan hidup. Dengan mempelajari dan melatih diri untuk survival berarti bahaya dalam sebuah perjalanan, sebenarnya tidaklah perlu ditakuti lagi, tapi justru diantisipasi.


Seluruh peserta Survival camp 2018 ini, selama 3 hari 2 malam diberikan ilmu tentang lima kebutuhan dasar dalam survival oleh para pelatih langsung dari EAST (Eiger Adventure Service Team) dan Wanadri yang baik-baik bangeeeett, gak pelit ilmu pokoknya. Lima kebutuhan dasar yang diperlukan survivor saat menghadapi kondisi survival ialah :

  1. Perlengkapan pendukung (Pisau bilah / golok tebas)
Pisau bilah seperti yang kita ketahui sangat umum untuk dipakai dalam keseharian seperti memotong, menusuk khususnya untuk masak. Nah pada kondisi Survival kita sangat membutuhkan alat bantu ini. Makanya disarankan untuk membawanya ketika bermain di Gunung hutan. Untuk membuka jalur jika tersesat pun membutuhkan berupa golok tebas.

Pada materi ini dikenal dengan Survival Knives yaitu pisau yang dapat membantu kegiatan manusia dalam penyelamatan diri atau kelompok, khususnya dengan sesuatu yang bisa mencelakakan diri atau kelompok. Fungsi dasar Survival knives ialah : dapat memotong, membelah kayu, menggali, menyiapkan makanan, alat bantu bikin api, alat pukul, membela diri dan pengganti obeng.

Panjang bilah pisau survival rata-rata 10cm sampai 20cm. Lebar bilah 3,5cm sampai 5cm dan tebal 3,5mm sampai 5mm. Ukuran tersebut merupakan ukuran ideal untuk penguasaan tubuh manusia. Sedangkan ukuran handle disesuaikan dengan genggaman tangan masing-masing. Biasanya handle dibuat dengan ukuran 10cm sampai 12cm.

  1. Makanan
Ternyata lapar merupakan ancaman psikologis terbesar loh dari pada ancaman fisik. Meskipun sebenarnya kita masih bisa berjalan jauh selama sebulan tanpa makan, tapi kita pasti akan kurang bisa berpikir lebih jernih. Makanan juga diperlukan tubuh untuk menghasilkan energi dan menjaga agar panas tubuh tetap konstan. Juga berperan untuk melawan penyakit. Banyak tumbuhan dan hewan di hutan yang bisa dimakan.

Ciri umum tumbuhan yang bisa dimakan yaitu : a. Bagian yang paling muda (pucuk/tunas), b. Tumbuhan yang tidak mengandung getah, c. tidak berbau busuk, d. Biasanya bisa juga dimakan mamalia. Tumbuhan yang bisa dimakan itu seperti palem, honje, jahe, pandan, kisilet, marasi, jantung pisang, paku-pakuan, pucuk rasamala, puspa, poh-pohan, selada air, begonia, harendong pohon, liana. Untuk gambar tumbuhan, kamu bisa search sendiri ya di google hehe… Karena kebanyakan gambar nanti jadi loading webnya takut lama juga loh buat kamu para pembaca.


Biasanya untuk memastikan tumbuhan/buat bisa dimakan atau tidak, kita bisa tes dulu dengan cara : 1. Oles sedikit di tangan, diamkan beberapa menit. Jika tidak ada reaksi panas, bisa lanjut ke 2. Oles ke bibir, diamkan beberapa menit. Jika tidak panas dan gatal lanjut ke 3. Oles ke lidah dengan cara yang sama. Setelah kita tau aman dan siap bisa dimakan, makanlah dengan jumlah sedikit-sedikit untuk menghindari keracunan dan penyesuaian pencernaan perut kita ya beb.


Untuk makanan yang berasal dari hewani, kamu bisa menangkapnya dengan membuat trap atau jebakan.

  1. Air
Inget gak, pelajaran IPA jaman SD? Dikatakan bahwa manusia mengandung 80% air dari seluruh tubuhnya. Jelaskan yah, air adalah substansi dasar kehidupan manusia. Tanpa air, rata-rata manusia hanya mampu bertahan tiga hari meskipun memiliki makanan yang cukup. Seperti kekurangan makanan, kurangnya air sangat bisa menjadi bahaya terbesar yaitu faktor psikologi.

Pada saat survival, minumlah jika haus. Jangan langsung diteguk, kemutlah dimulut dan telan perlahan. Carilah pula daerah yang teduh y, untuk mengurangi keluarnya keringat. Bekerja dengan santai dan jangan merokok. Jangan minum alkohol serta makanlah yang secukupnya.
Sumber air bisa didapatkan dari mata air, sungai, selokan dan genangan. Selain itu, air bisa didapatkan juga dengan cara :
a.       Jika hujan, tampunglah air hujan dengan wadah apapun yang kamu miliki.
b.      Carilah padang rumput atau vegetasi lainnya yang mengandung air. Ikatkan kain bersih di sekitar lutut. Sambil berjalan, titik air akan terserap kemudian bisa diperas dan ditampung. Untuk tumbuhan lainnya yang mengandung air bisa berupa rotan, lumut, kantong semar atau akar gantung.
c.       Bisa juga dengan cara kondensasi.


  1. Tempat perlindungan (Bivak / shelter)
Bivak atau shelter dibuat dengan maksud untuk survivor bisa berteduh, perlindungan dari dinginnya angin dan hujan serta tempat peristirahatan atau bermalam. Bivak bisa dibuat dari ponco yang kita bawa ataupun juga bisa banget dari bahan-bahan yang sudah ada di alam.


Untuk bivak alam, bahan-bahannya pun bisa dipilih tergantung kita mau stay berapa lama di sana. Seperti jenis batang pohonnya, carilah yang lebih kokoh dan kuat jika ingin stay beberapa hari. Ukurannya pun disesuaikan dengan jumlah orang. Kalo sendirian ya gak perlu bikin besar-besar kan… biar hangat juga.


Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat akan membuat bivak, yaitu :
a.       Lokasi jauh dari pohon mati atau akan tumbang
b.      Jauh dari jalur binatang, kamu bisa cek dulu ada gak bekas-bekas jejak kaki hewan
c.       Pastikan lokasi, bukan jalur air. Jika terkena hujan, air tidak akan menggenang.
d.      Syukur-syukur bisa dapet lokasi yang dekat dengan sumber air
e.      Lokasi jauh dari hembusan angin yang kencang


  1. Api
Api bisa menjadi sahabat para petualang untuk memasak makanan dan minuman, menghangatkan tubuh, mengusir binatang buas, membuat tanda darurat dan juga penerangan di bivak. 3 unsur pembuatan api ialah panas, udara dan bahan bakar. Jika salah satunya tidak terpenuhi, maka tidak akan ada api.

Dengan membuat alat bantu seperti pada gambar, kamu akan jauh lebih mudah untuk menggosokan antara kayu dengan kayu untuk membuat bara. Pastikan seluruh bahan sudah siap sedia. Dengan sudah ada baranya nanti kita bisa meniupkan perlahan untuk menyebarluaskan panas bara ke bahan bakar lainnya, seperti serutan kayu, ranting-ranting hingga bisa membakar kayu.



Oke baiklah sedikit banyak materi di atas tentang survival di dalam hutan, semoga bisa bermanfaat ya. Pada kondisi darurat, survivor dihadapkan pada dua pilihan loh, yaitu bertahan hidup atau mati!. Kebutuhan yang paling penting dalam survival adalah segera menerima kenyataan kondisi dan situasi yang terjadi dan segeralah bertindak. Oleh karena itu informasi pengetahuan survival sangatlah penting untuk menambah keyakinan diri. Pokoknya mah yang pertama harus diingat adalah “Jangan takut dan panik”. Sadar kondisi atau ancaman yang akan terjadi, dapat membantu kita mengenali kondisi survival, kemudian akan membantu pula untuk membuat rencana dalam menghadapi dan mengatasi permasalahan.

Tim 10 Survival Camp 2018 :
Arin (MPPA "Carya Bhuana)
Jule (Gemapala)
Winni (Tapak Giri)
Risna (Mapalasuraung)
Dini (Giriraya)

Pengetahuan survival bukan berarti kita berharap itu terjadi. Justru kita bisa mengantisipasi segala kecelakaan apapun yang memaksa kita untuk survival dengan cara membuat perencanaan dan persiapan yang matang pada setiap perjalanan yang akan dilakukan. Pemahaman berbagai keadaan berbahaya dan teknis penanganan harus ditanamkan pada penggiat alam terbuka. Jika seseorang tersesat di gunung tanpa pengetahuan lengkap mengenai teknik hidup di alam bebas, besar kemungkinan ia akan bergerak membabi buta karena panik sehingga terjepit pada situasi kritis yang dapat menyebabkan kematian.


Ok thank you banget buat yang sudah baca, semoga bisa berguna. Boleh banget dishare ke temen-temen kamu yaa…


Bye.. bye…

Popular Posts

Pendakian Gunung Lawu 3.265 mdpl (Lintas Jalur Cemoro Sewu – Candi Cetho)

Hai, Saya Arin. Kali ini saya mau berbagi cerita apa yang saya alami dan saya lihat selama pendakian di Gunung Lawu ini pada tangga...