(Konten Blog : Mountaineering & Beauty) Instagram & Facebook : @Dwiariyuni

Total Tayangan

Kamis, 28 November 2019


Halo, salam lestari ! Saya Arin.


Pernahkah kamu mendengar kalimat “Dimana tanah dipijak, di situ langit dijunjung.” ?. Kutipan kalimat tersebut memiliki arti untuk mengingatkan bahwa siapa pun kita sebagai pendatang harus bisa hormati dan hargai apa-apa yang ada di daerah tersebut. Mulai dari adat istiadatnya dan seluruh warga penduduknya. Tidak hanya itu, tidak mengganggu hewan liar yang ada di sana pun termasuk etika dari seorang pendaki loh ya. Karakter pendaki yang memiliki sifat dewasa berarti ia bisa beradaptasi dimanapun dan kapanpun ia berada. Nah sekiranya etika yang minimal harus disadari oleh pendaki gunung ialah :

  1. Patuhi aturan adat setempat. Sebagai pendatang, pendaki gunung biasanya akan menyiapkan diri di sebuah basecamp di desa setempat. Tentu kita harus menghargai aturan adat istiadat di desa tersebut. Apa-apa yang dilarang harus diperhatikan. Sopan santun menjadi cara pertama kita pendaki untuk mendapat keramahan dari penduduk setempat dan alam yang ada. Ikuti aturan adat desa setempat setidaknya juga dapat memperlancar kegiatan pendakian kita hingga selesai.
  2. Tegur sapa dengan penduduk setempat dan sesama pendaki. Di basecamp, biasanya kita bertemu dengan warga setempat, di pendakian bertemu juga warga yang sedang mungkin mencari kayu bakar di hutan. Dan pasti juga bertemu dengan pendaki dari daerah lain. Tegur sapa adalah cara yang tepat untuk menambah tali persaudaraan antar manusia. Dimana nanti pun kalo ada kendala, kita bisa saling membantu. Tegur sapa tidak melulu dengan usia yang lebih tua, tapi yang lebih muda juga kita boleh sapa lebih dulu sebagai contoh. Karena ini juga salah satu cara memanusiakan manusia tanpa pandang usia. Bagaimana kita bisa saling menghargai sesame manusia.
  3. Tidak vandalisme. Vandalisme menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah perbuatan merusak dan menghancurkan hasil karya seni dan barang berharga lainnya (keindahan alam dan sebagainya), atau perusakan dan penghancuran secara kasar dan ganas. Dalam konteks kali ini adalah perusakan dari keindahan alam yang sudah indah secara alami. Misal corat-coret di batu atau pohon. Jangan pernah ya teman-teman untuk melakukan vandalisme di alam bebas. Ngapain sih? NORAk. Buat apa kan? Biar bagus? Tanpa ada manusia,tanpa ada kamu nih,,, alam pada nyatanya sudah terbentuk indah dengan ciptaanNya. Biar ada kenangan kalo kamu pernah kesana? Yauda kalian bisa ambil gambar potret lokasi aja di sana kan, lalu dijadikan kenangan dengan memajang foto di kamar mu. Oke teman-teman, bisa kan? Bisa untuk tidak pernah melakukan vandalisme. Kalo liat ada pendaki lain seperti itu, tolong segera dihentikan ya.
  4. Tidak meninggalkan sampah. Sebagai pendaki, sudah barang tentu kita akan membawa sampah non organik sisa logistiK. Sangat diharapkan untuk kembali membawa sampah mu turun kembali. Jangan pernah ada yang ditinggal di gunung sekecil apapun sampah itu ya teman-teman. Alam mengijinkan kalian untuk bermain dengannya, jadi tolong sesuaikan diri kalian terhadap alam untuk justru tidak merusak alam dengan meninggalkan sampah-sampah di gunung.
  5. Tidak gaduh. Etika seorang pendaki salah satunya adalah tidak gaduh, baik dalam perjalanan maupun di lokasi camping. Tidak gaduh akan menghargai binatang liar di sana dan pendaki lainnya supaya mereka tidak merasa terganggu dengan kehadiran kita. Bercanda boleh, tapi tidak berlebih. Tertawa boleh, tapi tidak berlebihan. Bernyanyi boleh, tapi tidak terlalu keras. Jangan salah nih ya, Burung-burung pun bisa sangat terganggu dari getaran suara yang kita keluarkan loh teman-teman. Kasian kan… jadi jangan gaduh ya teman-teman.
  6. Tidak sembarangan dalam buang hajat. Pendakian biasanya dilakukan dalam jangka waktu 2 sampai 4 hari. Bahkan lebih tergantung lokasinya. Seorang pendaki dimana ia hanyalah seorang manusia yang juga butuh makan, sudah pasti juga perlu membuang air besar supaya pencernaan lancar. Saya menyarankan jika ingin membuang hajat untuk mencari lokasi di luar jalur pendakian, dan tertutup. Pastikan kamu juga didampingin teman dari jauh ya tapi tetap terpantau, supaya tidak tersesat untuk kembali ke lokasi camp. Gali lah tanah dengan dalam, sebagai wadah penampung kotoran kalian, usai itu ditutup kembali dengan tanah. Supaya aroma tidak menganggu yang lain. Sisa tissue basah bekas pakai bersih-bersih, masukan ke kantong sampah plastik kalian ya, jangan pernah ditinggal. Kalo ditinggal sama saja melanggar etika sebelumnya yaitu membuang sampah sembarangan.
  7. Tidak merusak Flora dan Fauna. Flora fauna di setiap gunung pasti ada beberapa yang termasuk langka. Biasanya yang langka dilindungi undang-undang loh ya. Kalo kalian merusak flora fauna yang langka, bisa dikenakan sanksi loh. Coba cari tau dulu ya apa saja daftar flora fauna yang langka. Kemudian bagaimana dengan flora fauna yang tidak langka??? Tentu jangan dirusak juga, buat apa sih yakaaan? Mereka sudah indah pada tempatnya, tidak perlu juga diganggu. Oke teman-teman… Dalam ilmu survival lain lagi ya, alasan memakan sebagian jenis tumbuhan atau hewan demi bertahan hidup seorang survivor, tentu tidak disalahkan.
Nah demikian Etika seorang pendaki gunung, sedikit banyak yang saya tahu. Semoga bisa saling mengingatkan selalu jika ada yang lupa. Terima kasih buat yang sudah membaca, semoga bermanfaat.

Salam Lestari !!!


Jumat, 08 November 2019


Hai, para skincare enthusiast… Saya Arin.

Saya ingin sharing nih pengalaman pribadi yang belum lama terjadi di kulit wajah saya. Sekitar 3 bulanan yang lalu saya mengalami breakout yang bisa dibilang parah. Beruntusan di seluruh wajah saya, dan itu juga ada isinya putih-putih gitu. Semua itu disebabkan oleh diriku yang memiliki alergi obat antibiotik. Cukup bikin stress sih huhu… karena saya juga sudah lama tidak jerawatan banyak lagi.


Alhamdulillah, saya bisa mengatasinya sebelum memutuskan untuk pergi ke dokter kulit. Beruntusan ini karena sudah diketahui apa penyebab munculnya yaitu alergi obat, akhirnya step pertama yang saya lakukan adalah stop penggunaan obat tersebut. Lalu saya banyak minum air putih, bahkan sampai bolak-balik ke kamar mandi untuk buang air kecil. Karena dengan begitu saya bisa membuang racun si obat yang ada di dalam tubuh saya. Wajah saya saat itu terasa gatal, efek dari alergi itu juga, jadi saya juga sempat minum obat anti alergi yaitu CTM, sampai gatalnya mereda. Selama 2 hari beruntusan masih sama, tidak nambah lagi dan tidak pun berkurang. Hari ke 2 namun gatalnya sudah sangat berkurang. Saya berpikir jika sampai hari ke 4 tidak ada perubahan di beruntusannya, mungkin saya akan memutuskan untuk pergi ke dokter kulit.

Di hari ke 3, rasa gatalnya alhamdulillah sudah berhenti dan isi putih-putih si beruntusan mulai mereda. Jadi sisa merah-merahnya aja di kulit wajah saya. Saya masih melakukan step yang sama yaitu banyak minum air putih girls. Seyakin itu saya sama air putih bisa sembuh lagi. Sembari itu saya memakai skincare yang memang ajib banget sih. Ngebantu dalam perbaikan kulit wajah saya. Skincare yang saya pakai ini bukan dari klinik kecantikan ya.


Skincare yang saya pakai pada saat itu dan hingga sekarang ialah,

  1. Facial wash dari The Body Shop yang Tea Tree Skin Clearing Facial Wash. Review : http://www.arinbeautytraveler.com/2017/03/review-tea-tree-skin-clearing-facial.html
  1.  Toner hydrating dari Hadalabo yang Ultimate Moisturizing Lotion. Review : http://www.arinbeautytraveler.com/2018/10/night-skincare-routine-sensitive-skin.html
  1. Madagascar Centela Asiatica Ampoule. Review : http://www.arinbeautytraveler.com/2019/09/review-madagascar-centella-asiatica.html
  1. Face Mask Carrot Tomato dari Velrose Secret
Semua itu saya pakai rutin pada pagi, siang dan malam hari. Khusus untuk penggunaan Face masknya, saya gunakan hanya sehari sekali pada sore hari aja guys. By the way, untuk review masing-masing produk di atas sudah saya tulis secara terpisah ya. Tinggal klik aja link di bawahnya jika ada yang ingin melihat review pribadi dari saya. Perkembangannya dalam sehari cukup cepat hitungannya. Dari mulai mereda kemerahannya, lalu mulai mengelupas si kulit merah yang seperti terbakar. Lanjut perbaikan tekstur kulit wajah. Alhamdulillah kembali lagi dengan normal kondisi kulit wajah saya. 

Sekarang

Sekian sharing acne story saya, semoga tidak ada kejadian ini lagi. Buat yang punya pengalaman yang sama, semoga bisa membantu dengan sharing ini. Karena sharing is caring. Terima kasih sudah buat yang sudah membaca.

Bye...bye...

Minggu, 03 November 2019

Lokasi. Pos 5 Gunung Slamet (Bambangan)

Musim hujan sudah mulai nyata adanya ya, akhirnya Alhamdulillah… Setelah sekian lama melewati masa musim kemarau hingga sering terjadinya kebakaran hutan di beberapa gunung hingga mulai keringnya ketersediaan air untuk kebutuhan rumah tangga. Bagi pendaki, cuaca panas dan cerah memang sangat mendukung dalam kelancaran dalam sebuah pendakian. Musim panas memang juga menjadikan seseorang selalu cerah menjalani hari-harinya, karena sebagian orang menganggap hujan bikin suasana menjadi mellow gitu aja.

Tapi sepertinya, setelah beberapa minggu belakangan ini kita baru saja mengalami suhu yang terlalu ekstrim panasnya, semua orang mendadak berharap turun hujan segera datang. Dan do’a seluruh makhluk bumi akhirnya terkabulkan. Bagi para pegiat outdoor, kadang hujan tidak boleh dijadikan alasan untuk berhenti dalam berkegiatan. Siapa sih yang mau berhenti berkarya hanya karena faktor cuaca, karena ketika memang kondisi masih bisa diatasi, pasti bisa diantisipasi segala resikonya. Saya akan bahas di dunia mountainnering, bagaimana tips mendaki gunung di musim hujan.

Di dalam perjalanan alam bebas khususnya gunung hutan kadang kita gak bisa pastikan bagaimana cuaca di sana. Bisa jadi di kota cuacanya panas, sedangkan di hutan gunung cuacanya tiba-tiba hujan deras. Persiapan seperti itu harus selalu ada ya… baik di musim panas dan apalagi di musim hujan. By the way… biasanya di musim hujan yang cukup ekstrim seperti seringnya angin kencang, badai hingga membuat pohon-pohon mudah tumbang, beberapa gunung di Indonesia biasanya akan ditutup pintu gerbang pendakian sementara waktu. Bukannya apa-apa, tapi memang demi keselamatan pendaki juga. Jadi kalau aturannya sudah begitu mending diikuti saja ya, karena memang itu sudah perhitungan ahlinya orang kebencanaan, cukup bahaya, resiko pun sulit diantisipasi. Jangan coba-coba nekat mendaki lewat jalur illegal loh ya.

Alat-alat yang harus siap sedia pakai ketika hujan turun dalam pendakian adalah trashbag, rain coat, cover bag, sepatu gunung dan payung. Simple kan… gak ada yang berat kan demi keselamatanmu juga. Oke baik mari kita bahas satu-satu apa saja fungsinya.

  1. Trashbag atau kantong plastik yang cukup besar, biasanya digunakan untuk menampung sampah. Kita gunakan sebagai lapisan dalam carier kita, supaya menjamin tidak basahnya barang-barang bawaan kita ketika hujan deras turun. Dalam pengelompokan logistic juga bisa dengan memisahkan dengan double plastik lagi ya. Terkadang hanya menggunakan cover bag, tapi hujan terlalu deras dan cukup lama, bisa merembas ke dalam tas juga pada akhirnya. Bagaimana kalo seluruh isi logistik kita basah semua ? bahaya… bisa sangat bahaya loh teman-teman. Serius deh. Kebayang gak, jaket basah, pakaian basah, alat masak basah, makanan basah. Bagaimana kamu akan mengahangatkan tubuhmu di saat hujan, dan lokasi yang sudah ada di ketinggian. Terlalu dingin dan kamu bisa terkena hipotermia bahkan kematian jika terlalu lama tidak ditindaklanjuti.
  2. Raincoat atau jas hujan sudah jelas sangat dibutuhkan untuk melindungi tubuh kita ya teman. Menghidari basahnya pakaian lapangan yang sedang kita pakai pastinya. Dengan begitu terjaganya suhu tubuh kita dari air hujan, bisa menjaga kestabilan dalam kefokusan perjalanan pendakian kita.
  3. Cover bag digunakan sebagai perlindungan terluar untuk logistic yang kita bawa ya, Ingat dalam pendakian gunung hutan, pentingnya logistik tetap terjaga dengan baik berarti pula menjaga keselamatan si pendaki. Logistik memang menjadi salah satu pentingnya syarat  hidupnya pendaki.
  4. Sepatu gunung syarat mutlak pendaki menggunakannya. Apalagi di musim hujan, menghindari cidera kaki karena licinnya jalur pendakian yang disebabkan air hujan. Kaki bagian krusial para pendaki untuk mencapai tujuan. Setidaknya memakai sepatu trekking, membantu meminimalisir terjatuhnya pendaki. Cidera pun bisa kita hindari.
  5. Payung biasanya bisa kita gunakan pada saat di tempat camp. Untuk supaya lebih taktis dalam bergerak di wilayah camp. Kita tidak perlu repot pakai rain coat jika ingin buang air kecil, buang air besar atau pun sekedar memperbaiki flysheet tenda yang bocor.
Sesimpel itu kan sebenernya. Kalo merasa 5 hal ini aja bikin kamu ribet, saranku udah deh gak usah mendaki gunung, ngerepotin tim SAR hehe… Saya pernah loh jadi tempat curhat salah satu relawan pos pendakian, mereka cukup kurang tidak suka pendaki yang terlihat jelas kurang safety. 

Ingat gunung hutan adalah bukan biasa tempat kita bermain, sangat beda dengan di kota. Kamu bisa apa ketika hujan turun dan badai jika tidak membawa ke lima peralatan di atas??? Resiko sulit diantisipasi. Nyawa mu sunggu berharga melebihi apapun guys.

Oke, itu aja tips dari saya, semoga membantu dan bermanfaat. Terima kasih bagi yang sudah membacanya. Bye… bye…

Sabtu, 19 Oktober 2019

Haii beauty enthusiast, saya Arin.


Siapa sih yang gatau, kalo kebanyakan perempuan di masa pra menstruasinya atau biasa disingkat PMS akan muncul yang namanya jerawat hormon. Nah… saya juga selalu mengalami itu tuh, biasanya 1 minggu sebelum haid sudah tanda-tanda jerawat 1 gede tiba-tiba aja muncul sendirian. Munculnya jerawat hormon menjadi pengingat gitu kalo sebentar lagi saya akan haid. Selain jerawat juga ada lagi masalah lain… karena hormon yang memang sedang tidak stabil, mood juga ikutan gak stabil. Emosi mendadak naik turun. Tiba-tiba sedih tanpa sebab dan sampai jadi gampang kesel. Ya gitu deh… bete aja bawaanya. Tapi kadang kalo marah masih bisa ditahanlah ya… paling uda diem aja seharian. Daripada nyakitin hati orang nantinya hehe… Tapi kalo jerawat, kalo uda muncul,,, ah yaudalah bodo amat gitu, karena agak susah juga kan kalo mau ditahan heuheu. Biasanya jerawat hormon memang akan bisa hilang dengan sendirinya sih. Cuma bete juga ‘at the end’ kalo akan ada hitam bekas jerawat yang pada nyatanya susah untuk hilang. Butuh waktu lama untuk menghilangkannya.

Kali ini, saya mau berbagi tips nih… berdasarkan pengalaman pribadi saya sendiri tentang bagaimana meminimalisir jerawat hormon yang biasanya muncul pada masa PMS. By the way, saya bukan ahli skincare ya, tapi sekali lagi saya hanya benar-benar berdasarkan pengalaman pribadi loh. Setelah beberapa kali mencoba, saya semakin paham ternyata bisa juga untuk dicegah si jerawat hormon ini. Nah apa saja yang harus saya persiapkan dan lakukan di masa PMS supaya jerawat-jerawat tidak muncul lagi??? Yuk ah cus langsung dibahas aja…

1.       Tandai pada Kalender 1 minggu masa PMS. Reminder pada masa PMS penting untuk mencegah timbulnya jerawat hormon. Kita bisa menyesuaikan waktu dan apa saja yang harus kita lakukan nantinya. Kadang 1 minggu masa PMS, lagi sibuk-sibuknya, atau lagi santai atau mungkin seperti saya kadang lagi diperjalanan dalam pendakian gunung. Pokoknya harus tau dulu tanggalnya, kemudian nanti sesuaikan dengan kegiatan kita yang santai atau tidak, sehingga paham apakah butuh usaha pencegahan ekstrak atau tidaknya pula.


2.       1 minggu full masa PMS jaga asupan makanan kita. Asupan makanan taukan ya kalo bisa mempengaruhi wajah jadi gampang jerawatan atau tidak. Cegah atau kurangi makanan pencetus jerawat kamu ya. Kadang tiap orang beda-beda. Kalo saya biasanya kurangin makanan dan minuman yang manis-manis dan saya juga stop makanan yang berminyak banget. Banyakin minum air putih.

3.       1 minggu full masa PMS jangan pernah skip yang namanya skincare ya girls. Sesibuk apapun, secapek apapun pada pagi dan malam hari perjuangkan diri untuk tidak malas pakai skincare. Hehe… ya karena gimana pun hormon yang sedang tidak stabil, kulit wajahlah yang biasanya menjadi korban lokasi tumbuhnya jerawat hormon ini. Setidaknya kita bisa meminimalisir hadirnya si jerawat tersebut dengan memakai skincare yang cocok di kulit kita secara rutin. Biasanya kalo pas saya lagi mendaki gunung, tambahan skincarenya bisa pakai sheet mask gitu setiap malam. Karena saat mendaki gunung, seharian sudah keringetan, kena debu dan panas-panasan ya. Jelas butuh skincare tambahan. Saya sudah buktiin sendiri beneran bekerja sheet masknya loh. Mampu menjaga kondisi kulit wajah saya tetap normal tidak ada jerawat satu pun.


4.       1 minggu full jaga mood kita tetap stabil. Jangan dirasain sedihnya, jangan dirasain marahnya. Lupain sementara waktu. Love your self. Bikin diri sendiri sehappy mungkin. Bisa dengan melakukan hobby kamu, atau sekedar santai nyantai di kamar. Pokoknya kegiatan apapun yang kamu suka banget aja. Mengurangi yang namanya over thinking juga sangat penting. Make you happy, as always smile. Supaya produksi hormon kebahagiaan jauh lebih tinggi dibanding yang seding-sedih gitu.


Saya sudah coba sendiri dengan melakukan 4 tips ini dan memang terbukti bisa menstop munculnya si jerawat hormon. Dari 4 tips ini biasanya yang agak sulit dilakukan adalah yang terakhir, yaitu menjaga mood tetap stabil. Kadang mau melakukan apa yang kita suka tapi kendalanya di waktu (belum sempat). Atau misalkan tiba-tiba sedih, yauda sedih banget rasanya ditambah kalo ada pencetusnya. Bisa nangis sejadi-jadinya heuheu… Makanya perlu banget yang namanya mengurangi tuh over thingking tadi mengenai hal apapun. Enjoy your life aja dulu.

Okedeh itu dia tips dari saya, tentang tips mencegah jerawat di masa PMS. Mungkin kamu mau coba dan semoga beneran bekerja ya dari semua ke 4 tips ini di kamu… Terima kasih buat yang sudah baca. Semoga bermanfaat.
Bye… bye…





Jumat, 27 September 2019

Halo pengembara, Salam Lestari!

Sumber gambar : @1964.id

Survival, berasal dari kata survive, yang berarti bertahan hidup dari keadaan darurat oleh suatu sebab. Dengan mempelajari dan melatih diri untuk survival berarti bahaya dalam sebuah perjalanan, sebenarnya tidaklah perlu ditakuti lagi, tapi justru diantisipasi.

Sebelumnya, saya sudah pernah menulis tentang teknis survival khususnya pada gunung hutan sedikit banyak di Teknik Bertahan Hidup di dalam Hutan (Survival Camp 2018) .Mungkin sudah ada yang pernah baca? Nah kalo belum baca, kamu bisa nih baca the Survival Pyramid ini dulu, karena survival pyramid adalah susunan dari 3 hal dasar utama dan penting yang harus dimiliki oleh survivor. Jadi apa aja sih 3 hal tersebut ? mari kita langsung bahas aja yuk.

Pertama yang paling penting untuk dimiliki adalah “Will to Live” yaitu keinginan untuk terus hidup, semangat hidup. Kemauan memang menjadi hal dasar dan penting sebagai energy utama seseorang untuk melakukan sesuatu apapun itu. Keinginan hidup merupakan semangat untuk terus bertahan hidup selama dalam keadaan sesulit apapun. Motivasi seseorang untuk semangat hidup, masing-masing setiap orang memiliki jawabannya sendiri-sendiri. Tergantung pada apa yang mereka anggap penting di dalam hidupnya. Seperti orang-orang yang mereka cinta, ada hal yang terasa masih perlu tanggung jawab dari dirinya ataupun dari ketentuan pada ajaran agamanya.

Kedua yang cukup penting ialah “Knowledge” yaitu pengetahuan untuk bertahan hidup. Setelah semangat hidup telah ada, sangat juga diperlukan pengetahuan untuk bertahan hidup. Pengetahuan dimana survivor bisa lebih ke teknis dalam bertahan hidup, seperti apa yang akan dilakukannya untuk tetap bisa hidup di saat keadaan darurat. Nah, secara teknis sudah pernah saya bahas ya di sini, langsung aja klik Teknik Bertahan Hidup di dalam Hutan (Survival Camp 2018) , usai membaca semua di sini. Semakin banyak pengetahuan akan semakin tahu banyak tentang teknis bertahan hidup juga berarti semakin mudah pula untuk bertahan hidup di keadaan darurat. Pada tema gunung hutan kali ini, biasanya teknis bertahan hidup yang perlu dipelajari seperti bagaimana cara membuat shelter, api, mancari makan dan minum juga bagaimana cara keluar dari wilayah tersebut dengan ilmu medan peta kompas.

Ketiga yang tidak kalah penting adalah “Kit” atau alat-alat yang dibutuhkan untuk bertahan hidup. Setelah 2 hal dasar penting di atas telah survivor miliki, masih kurang cukup jika tanpa adanya alat. Alat-alat ini biasa disebut dengan Survival Kit. Survival kit pada ilmu gunung hutan biasanya seperti, peta, kompas, pisau, jarum, benang juga alat komunikasi. Alat-alat untuk survival sebenarnya bisa disesuaikan dengan tempat dimana kita bermain. Persiapan membawa alat-alat ini sangatlah membantu untuk bertahan hidup sewaktu-waktu jika dibutuhkan pada saat tiba-tiba terjadi kondisi darurat. Jangan lupa loh ya, bahwa keadaan darurat bisa terjadi kepada siapapun, kapanpun dan dimanapun ya guys.

Sumber Gambar : @1964.id

Nah itu dia tadi 3 hal dasar penting yang masuk ke dalam Piramida Survival. Ketiga hal dasar tersebut saling berhubungan dan dibutuhkan oleh survivor sebelum berbicara soal teknis. Terima kasih buat yang sudah baca, semoga bermanfaat yaaa…
Bye…bye..

Sumber Materi : Wanadri Coop (Instagram : @1964.id)

Selasa, 24 September 2019


Halo beauty enthusiast… Saya Arin


Sebagus itu kaaah produk hits ini ??? Sudah lama saya tidak bahas dunia skincare. Kali ini saya akan bahas produk skincare dari Korea yang sedang cukup ngehits di kalangan wanita Indonesia saat ini, yaitu Madagscar Centella Asiatica by Skin 1004. Skin 1004 adalah sebuah brand skincare Korea yang diproduksi di Gangnam-gu, Seoul, Korea. Produk ini ngehits karena memang semua yang sudah pakai produk ini, tidak ada yang kasih efek buruk, selaaalu cocok. Kandungannya yang 100% ekstrak Centella Asiatica dari wilayah Madagascar, membuat semua orang tertarik untuk mencobannya, karena sangat tidak macam-macam sekali komposisinya.


Centella Asiatica ialah jenis tumbuhan herbal yang berbagai khasiat. Kalo orang Indonesia biasa menyebutnya dengan nama daun Pegagan. Centella Asiatica dikenal sebagai salah satu kandungan alami yang efektif untuk menangangi jerawat berkat senyawa glikosida madekosida pada bagian daun dan tangkainya yang berfungsi sebagai anti-inflamasi. Selain mampu menangangi jerawat dan baik untuk mengurangi tanda penuaan, Centella Asiatica juga mengandung komponen triterpenoid yang secara efektif dapat memperkuat jaringan sekaligus meningkatkan kadar anti-oksidan pada kulit. Kandungan asiaticoside dan madecassoside di dalamnya juga telah teruji klinis mampu meningkatkan sintesa kolagen yang dapat mempercepat proses penyembuhan kulit yang terluka sekaligus memudarkan bekasnya. Jadi bisa juga tuh menghilangkan lusa bekas jerawat.


Klaim pada produk ini ialah meratakan tekstur kulit, melembabkan kulit, memperkuat skin barrier dan sangat cocok untuk jenis kulit wajah yang sensitif. Ampoule ini dikemas dalam botol kaca, dan menggunakan pipet untuk aplikatornya. Jadi cukup higienis. Ampoule ini terdiri dari 2 kemasan ukuran 50 ml dan 100 ml. Teksturnya hampir seperti air bening saja, cepat menyerap di kulit wajah.


Saya pakai ini di 1 minggu pertama hanya pada saat malam hari. Pada kulit wajah saya, ampoule ini membantu menyembuhkan jerawat saya hanya dalam 1-2 hari saja. Amazing banget kaaaan!!! Dan tekstur-tekstur dari beruntusan mulai merata. Sukaaaa bangeeet…. Sangat sesuai dengan klaim produknya. Di minggu kedua, saya mengalami alergi obat antibiotik, sehingga mengakibatkan kulit wajah saya memerah dan penuh dengan beruntusan. Beruntusannya pun ada isinya huhuhu sedih banget. Untungnya saya sudah beli ampoule ini.

Pengobatan dari beruntusan itu karena disebabkan alergi obat, jadi saya harus minum banyak air putih. Kemudian setiap setelah cuci muka dan pakai toner, saya akhiri skincare saya dengan ampoule ini… Alhamdulillah di hari ketiga beruntusan saya mulai mereda, isinya mulai hilang. Kulit mulai mengelupas. Di hari ke enam kulit wajah saya jauh membaik. Alhamdulillah…  Hari ke Sembilan tekturs kulit wajah mulai normal, dan beruntusan hampir tidak ada.

Saya beneran tidak menyesal sama sekali sih sudah beli Madagascar Centella Asiatica dari Skin 1004 ini. Mungkin akan selaalu rephurces. Saat ini yang saya miliki travel sizenya, ukuran 50ml dengan harga Rp 200.000. Tiap toko beda-beda si.. tapi gak terlalu jauh ko bedanya. Good deal banget si harganya. Kalo ampoule ini habis, saya akan beli yang size 100ml pokoknya.!!! Ini beneran rekomended banget deh buat kamu yang kulit wajahnya bermasalah. Aku sendiri termasuk jenis kulit wajah yang sensitif.

Nah itu dia honest review saya tentang Madagascar Centella Asiatica dari Skin 1004 ini. Terima kasih sudah membacanya, semoga bermanfaat ya girls…
Bye… bye…




Kamis, 19 September 2019


Hai saya Arin. 


Beberapa waktu lalu di akhir bulan Agustus 2019 ini, saya sempat travelling sebentar di kawasan Gunung Bromo. Kali ini saya akan berbagi sedikit cerita di sana, karena saya pun sempat naik gunung Bromonya untuk melihat kawah Bromo yang berada di puncaknya. Gunung Bromo ini meskipun merupakan gunung berapi yang statusnya masih aktif, tetapi sangat terkenal loh sebagai objek wisata utamanya di Jawa Timur bagi wisatawan asing maupun lokal. Tapi jangan khawatir, wisatawan yang berkendaraan diberi titik batas aman yang melingkar dengan diameter 4km dari kawah Bromo.


Gunung Bromo masuk ke dalam wilayah Taman Nasional Bromo, Tengger dan Semeru. Nama gunung Bromo ini berasal dari nama Brahma, yaitu salah seorang Dewa utama di Agama Hindu. Memang masyarakat suku Tenggernya pun mayoritas beragama Hindu. Gunung Bromo berketinggian 2.329 mdpl. Tapi untuk menuju puncak gunung Bromo, kita perlu jalan kaki dari batas parkir mobil jeep kurang lebih 2,5 km sampai ke bawah tangga. Lanjut menaiki tangga untuk ke kawah bromonya, kurang lebih 445 anak tangga ya guys. Perjalanan menaiki tangga mungkin hanya 5 menit. Karena saat itu Bromo pasca erupsi pada 19 Juli 2019, masih ada sisa-sisa pasir yang cukup menutupi anak tangganya, jadi agak licin, harus hati-hati yaaa.

Tangga Bromo

Jalur yg dilewati. 
Pemandangan dari puncak Bromo

Kawah Bromo ternyata juga menjadi tempat pembuangan abu jenazah bagi umat Hindu di sekitar. Saat saya tiba di puncaknya, saat itu tiba-tiba ada seorang ibu yang teriak menangis sedih, ternyata saat itu sedang ada pembuangan abu jenazah, mungkin dari salah satu keluarganya. Tetapi mohon maaf saya tidak sempat mendokumentasikannya. Samping persis gunung Bromo terdapat gunung Batok yang secara kasat mata, lain sekali dengan Bromo. Gunung Batok terlihat sangat hijau. Sedangkan gunung Bromo terlihat sangat gersang dan hanya ada batu dan pasir. Di bawah kaki gunung Bromo juga terdapat Pura yaitu tempat ibadah bagi umat Hindu. Pura tersebut tidak bisa dimasukin oleh wisatawan yah, hanya untuk yang ingin beribadah saja.

Kawah Bromo

Pura

Gunung Bromo memang ada diantara lembah dan lautan pasir yang sangat luas. Di balik Gunung Bromo pun terdapat padang rumput sabana, akan terlihat hamparan bunga-bunga yang cukup luas jika di cuaca yang bagus. Wilayah ini diapit oleh 4 Kabupaten yang ada di Jawa timur, yaitu Probolinggo, Pasuruan, Lumajang dan Malang. Pokonya mah indah banget deh kalo main kesini, meskipun harus berdebu-debuan. Kemaren saya sewa jeep 1 mobil Rp 650.000. Jangan lupa bawa masker ya kalo mau kesini. Terima kasih buat yang sudah baca, semoga bermanfaat.

Gunung Batok

Sabana

Bye… bye…

Popular Posts

Etika Dalam Mendaki Gunung

Halo, salam lestari ! Saya Arin. Pernahkah kamu mendengar kalimat “Dimana tanah dipijak, di situ langit dijunjung.” ?. Kutipan ka...